Soal Penyelundupan Senjata di Sudan, DPR: Mungkin Ada Sabotase

Rizki Nurmansyah | Bagus Santosa | Suara.com

Kamis, 26 Januari 2017 | 12:31 WIB
Soal Penyelundupan Senjata di Sudan, DPR: Mungkin Ada Sabotase
Pasukan Garuda memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Sudan, Rabu (17/8/2016). [Dok Puspen TNI]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR, Asril Hamzah Tanjung, angkat bicara terkait dugaan penyelundupan senjata yang dilakukan pasukan perdamaian PBB dari Indonesia yang ketahuan di Bandara Al-Fashir, Darfur, Sudan, 20 Januari lalu.

Politisi Partai Gerindra itu menduga ada sabotase. Dalam hal ini, Asril mencurigai ada yang ingin mencoreng nama baik Indonesia.

"Mungkin ada sabotase, mungkin ada yang ingin permalukan kita. Atau 'ada yang ingin menumpang perahu ke hilir'‎. Ada keinginan untuk membonceng sehingga nggak diperiksa," kata Asril di kompleks DPR, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Asril melanjutkan, peristiwa penyelundupan senjata tersebut akan menjadi bahan pembahasan rapat kerja Komisi I DPR dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Badan Intelijen Budi Gunawan, hari ini.‎

Agenda rapat sedianya membahas tentang evaluasi anggaran dan program tahun 2016 para mitra Komisi I itu.

Karenanya, Asril meyakini pasukan Indonesia tidak akan melakukan tindakan penyelundupan. Apalagi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah membantah anak buahnya terlibat dalam kasus tersebut.

"Dan Alhamdulillah, Polri sudah kirim ‎tim penyelidik ke sana dan kita minta Menlu untuk bisa berkordinasi dengan pemerintah Sudan," kata purnawirawan bintang dua TNI ini.

Lebih jauh, Asril menerangkan kronologis singkat peristiwa penyelundupan. Asril bercerita, pasukan TNI dan Polri yang tergabung dalam UNAMID memang ingin pulang ke Indonesia.

Namun, saat pemeriksaan barang-barang, ditemukan senjata berjenis AK-47. Dia meyakini, senjata itu bukan senjata yang digunakan pasukan Indonesia.

Di sisi lain, Asril menilai, pasukan perdamaian Indonesia kerap bertugas untuk membantu PBB dan memiliki andil yang besar. Karena, selain melakukan penetrasi, pasukan ini punya pengalaman teritorial dan kemampuan membaur dengan masyarakat.

Sehingga, lanjut Asril, tidak hanya menjaga keamanan, pasukan perdamaian dari Indonesia ikut membangun masyarakat dan membangun prasarana di lokasi yang jadi misi.

"Dan selama ini, kita mendapat penilaian yang luar biasa oleh PBB. Bukan hanya istimewa tapi outstanding, artinya di atas rata-rata," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Supporting System Jadi Kendala Kinerja Legislasi DPR

Supporting System Jadi Kendala Kinerja Legislasi DPR

News | Rabu, 25 Januari 2017 | 11:01 WIB

DPR Bahas Operasional Keuangan PLN

DPR Bahas Operasional Keuangan PLN

Foto | Selasa, 24 Januari 2017 | 15:50 WIB

Kicauannya Soal "Babu" Dijawab Menaker, Fahri Dicecar Netizen

Kicauannya Soal "Babu" Dijawab Menaker, Fahri Dicecar Netizen

Tekno | Selasa, 24 Januari 2017 | 14:46 WIB

Paripurna DPR Diwarnai Interupsi Soal Senjata Ilegal di Sudan

Paripurna DPR Diwarnai Interupsi Soal Senjata Ilegal di Sudan

News | Selasa, 24 Januari 2017 | 13:24 WIB

Sidang Paripurna DPR Sahkan UU MD3

Sidang Paripurna DPR Sahkan UU MD3

Foto | Selasa, 24 Januari 2017 | 13:07 WIB

Revisi UU MD3 Sah Jadi Inisiatif DPR

Revisi UU MD3 Sah Jadi Inisiatif DPR

News | Selasa, 24 Januari 2017 | 12:37 WIB

Temui Fadli Zon, Pedagang Pasar Senen Curhat Pascakebakaran

Temui Fadli Zon, Pedagang Pasar Senen Curhat Pascakebakaran

News | Selasa, 24 Januari 2017 | 12:07 WIB

Terkini

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:33 WIB