Mahasiswa Indonesia Ikut Demo Anti-Trump di Inggris

Yazir Farouk | Suara.com

Rabu, 01 Februari 2017 | 07:33 WIB
Mahasiswa Indonesia Ikut Demo Anti-Trump di Inggris
Presiden terpilih AS, Ronald Trump (AFP/Saul Loeb).

Suara.com - Aksi unjuk rasa sebagai bentuk kemarahan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump digelar di beberapa kota di Inggris seperti London, Manchester, Glasgow, Cardiff, Newcastle, Sheffield, dan Oxford pada Senin siang lalu waktu setempat. Sejumlah mahasiswa asal Indonesia juga ikut alam aksi tersebut.

"Saya mengikuti demo di Manchester terkait kebijakan Trump yang melarang tujuh negara muslim untuk masuk Amerika karena dianggap teroris dan ada beberapa pelajaran hidup yang tidak bisa dilupakan, kata Media Wahyudi Askar, salah satu pelajar yang tengah menuntut ilmu di Inggris.

"Saya lihat banyak mahasiswa master maupun doktoral berbagai negara yang ikut demo bahkan unjuk rasa juga diikuti oleh dosen-dosen saya di kampus," ujarnya lagi.

Pengunjuk rasa dari berbagai latar belakang bersatu mengungkapkan kemarahan kepada Trump. Di London, demonstrasi digelar di depan kediaman resmi Perdana Menteri Inggris, 10 Downing Street, yang tidak jauh dari ikon obyek wisata seperti Big Ben dan juga di Alun-alun Trafalgar kota London.

PM Inggris Theresa May jadi sasaran kemarahan pendemo karena menjadi pemimpin dunia pertama yang melakukan pertemuan dengan Trump.

Ribuan orang turun ke jalan dengan agenda demo yang tersusun rapi, lengkap dengan poster dan spanduk yang dibuat apa adanya. "Tetapi dibalik itu, ada yang membuat saya merinding, peserta demo sebagian besar adalah kalangan non-muslim, ujar Media yang pernah menjadi asisten riset di UGM.

Media pun bertanya tidak adanya suara yang menuntut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk memprotes kebijakan Trump. Dia juga mempertanyakan ke mana para politisi Indonesia seperti Fadli Zon dan Setya Novanto di saat kondisi seperti ini.

Menurut Media, ormas islam di Indonesia seperti FPI, NU, Muhammadiyah, HMI, KAMMI, dan harusnya juga bersuara melawan kebijakan Trump.

"Ormas Islam di Indonesia ada yang terjebak pada retorika politik, yang sayangnya malah merusak persatuan umat Islam itu sendiri. Ormas Islam lainnya memang masih terus berjuang meyakinkan masyarakat. Tapi sayangnya harus melawan penggembosan sana sini, yang berakibat banyaknya orang Islam yang tidak lagi percaya dengan ulama," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demonstrasi Anti-Trump Juga Digelar di London dan Paris

Demonstrasi Anti-Trump Juga Digelar di London dan Paris

News | Minggu, 22 Januari 2017 | 01:08 WIB

Demo Anti-Trump, Turki Keluarkan Peringatan Perjalanan ke AS

Demo Anti-Trump, Turki Keluarkan Peringatan Perjalanan ke AS

News | Minggu, 13 November 2016 | 08:56 WIB

Di Depan Trump Tower, Demonstran Protes "Trump Not My President"

Di Depan Trump Tower, Demonstran Protes "Trump Not My President"

News | Jum'at, 11 November 2016 | 06:40 WIB

Didemo,Trump Tower Kini Dijaga Aparat dengan Ketat

Didemo,Trump Tower Kini Dijaga Aparat dengan Ketat

News | Jum'at, 11 November 2016 | 06:34 WIB

Sebenarnya, Rakyat AS Manakah yang Memilih Trump?

Sebenarnya, Rakyat AS Manakah yang Memilih Trump?

News | Jum'at, 11 November 2016 | 13:21 WIB

Terkini

PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel

PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel

News | Jum'at, 03 April 2026 | 06:48 WIB

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB