Politisi PDIP: SBY Sudah Disadap Sejak 2009

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Kamis, 02 Februari 2017 | 10:13 WIB
Politisi PDIP: SBY Sudah Disadap Sejak 2009
Presiden Republik Indonesia Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud}

Suara.com - Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono bukan kali ini disadap. SBY diketahui pernah disadap ketika menjadi Presiden pada 2009. Bukan hanya SBY, penyadapan kala itu terjadi kepada seluruh pembantunya di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.
‎‎
"‎(Penyadapan) Terhadap SBY, ini bukan kasus pertama. Bahkan 2009 ketika masih menjabat sebagai presiden, SBY dan beberapa menterinya pernah disadap oleh Badan intelijen Negara tetangga kita Australia, yang kemudian dipublikasi oleh Wikileaks,"‎ kata Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia ‎‎Andreas Hugo Pareira dihubungi suara.com, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Penyadapan ini, sambung Andreas, baru ketahuan pada tahun 2013.

"Nah, belajar dari kasus penyadapan SBY di 2009, bisa jadi SBY masih menjadi sasaran penyadapan, bisa di dalam atau luar negeri," kata dia.

‎Karenanya, untuk penyadapan yang dikeluhkan SBY pada awal tahun ini, Andreas sepakat untuk menyerahkannya kepada ‎penegak hukum untuk pembuktiannya. "Soal dari mana dan siapa yang menyadap, Polri yang berwenang untuk membuktikan," kata dia.

‎Di sisi lain, Andreas mengatakan, dengan terungkapnya peristiwa ini membuktikan sistem keamanan negara Indonesia masih rentan. Apalagi, penyadapan masih bisa terjadi pada mantan Presiden. Dia pun berharap ada perbaikan terkait masalah ini.

"Ini menunjukan rentannya sistem pengamanan kita terhadap mantan presiden," ujar Andreas.

‎Dalam konfrensi persnya kemarin, Yudhoyono mengatakan jika benar ada bukti percakapan antara dirinya dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin sebagaimana disampaikan pengacara terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di persidangan perkara dugaan penodaan agama, berarti ada penyadapan.

Yudhoyono merespons serius kasus tersebut.

"Bolanya sekarang bukan ada pada saya, bukan di pihak Pak Ahok dan pak tim pengacaranya, tetapi pada pertimbangan Polri dan penegak hukum yang lain. Bola di tangan mereka," kata Yudhoyono dalam konferensi pers di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, sore ini.

Yudhoyono mengatakan jika yang disadap adalah institusi negara, berarti bola penanganannya ada di tangan Presiden Joko Widodo. Yudhoyono yakin disadap karena pengacara Ahok mengaku memiliki bukti percakapannya.

baca juga

"Saya hanya mohon, tidak lebih dari itu. Karena hak saya diinjak-injak, jika disadap secara ilegal. Privacy saya dijamin UU," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Sudah Berkali-kali Disadap, Bocorannya Pernah Masuk Wikileaks

SBY Sudah Berkali-kali Disadap, Bocorannya Pernah Masuk Wikileaks

News | Kamis, 02 Februari 2017 | 10:11 WIB

Sikap SBY Soal Percakapan dengan Ma'ruf Bisa Blunder, Kenapa?

Sikap SBY Soal Percakapan dengan Ma'ruf Bisa Blunder, Kenapa?

News | Kamis, 02 Februari 2017 | 06:18 WIB

SBY Bilang Ada Penghalang Jokowi, PDIP: Tak Ada Mampu Pengaruhi

SBY Bilang Ada Penghalang Jokowi, PDIP: Tak Ada Mampu Pengaruhi

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 21:01 WIB

SBY: Tanya MUI, Apakah Fatwa Ahok di Bawah Tekanan SBY atau Tidak

SBY: Tanya MUI, Apakah Fatwa Ahok di Bawah Tekanan SBY atau Tidak

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 20:51 WIB

Jika Benar Disadap, SBY: Negara Kita Seperti Rimba Raya

Jika Benar Disadap, SBY: Negara Kita Seperti Rimba Raya

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 19:57 WIB

SBY Bantah Telepon Ma'ruf Amin Terkait Fatwa Penistaan Agama Ahok

SBY Bantah Telepon Ma'ruf Amin Terkait Fatwa Penistaan Agama Ahok

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 19:39 WIB

Jika Benar Disadap, SBY Minta Polisi Proses Hukum Pelaku

Jika Benar Disadap, SBY Minta Polisi Proses Hukum Pelaku

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 19:20 WIB

Istana Tampik Informasi SBY Dihalangi Bertemu Jokowi

Istana Tampik Informasi SBY Dihalangi Bertemu Jokowi

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 19:07 WIB

Pengacara Ahok Bantah Pernah Sebut Bukti Percakapan SBY-Ma'ruf

Pengacara Ahok Bantah Pernah Sebut Bukti Percakapan SBY-Ma'ruf

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 18:33 WIB

Telepon Disadap, SBY Minta Pendukung Tahan Diri

Telepon Disadap, SBY Minta Pendukung Tahan Diri

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 18:13 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×