Sindiran SBY: Negara Tak Boleh Asyik dan Terlena oleh Kapitalisme

Siswanto, Dian Rosmala

Selasa, 07 Februari 2017 | 22:17 WIB
Sindiran SBY: Negara Tak Boleh Asyik dan Terlena oleh Kapitalisme
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, saat menyampaikan pidato dalam dies natalis Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2017) malam [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Dalam pidato politik di acara dies natalies ke 15 Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (7/2/2017) malam, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyinggung isu ketimpangan sosial dan ekonomi di negeri ini.

"Total kekayaan 150 orang terkaya di Indonesia, setara dengan APBN kita. Bahkan yang paling kaya, jumlahnya tiga kali APBD Jakarta, 8,5 kali APBD Jawa Timur dan 95 kali APBD Maluku Utara," kata Yudhoyono.

Acara dies natalies dihadiri oleh ribuan kader Partai Demokrat dari berbagai daerah.

Yudhoyono menambahkan menjadi orang kaya bukan kejahatan atau dosa asalkan diperoleh secara halal dan tentu tidak lalai membayar pajak serta menyisihkan sebagian untuk mereka yang tak mampu secara ekonomi.

Menurut Yudhoyono negara bersalah dan dosa jika membiarkan orang kaya tidak mau membantu meningkatkan taraf hidup rakyat miskin.

"Inilah esensi dari keadilan sosial ekonomi yang harus kita tegakkan. Negara tidak boleh asyik dan terlena dengan hukum-hukum pasar dan ajaran kapitalisme semata," ujar Yudhoyono.

Yudhoyono mengingatkan sistem pasar bebas merupakan ajaran neo liberal dan kapitalisme yang fundamental, dan tidak peka serta tidak peduli dengan mereka yang tersisih dan tertinggal.

"Negara tidak boleh hanya mengikuti kepentingan perusahaan bisnis multinasional dan liberalisasi perdagangan bebas tanpa memikirkan dampak negatifnya bagi rakyat," tutur Yudhoyono.

"Melepas harga-harga kebutuhan pokok meliputi harga pasar semata, tanpa memperhatikan daya beli rakyat, bukanlah pilihan yang bijak," Yudhoyono menambahkan.

Peringatan itu, kata dia, bukan berarti Indonesia masuk ke perangkap ekonomi komando atau ekonomi yang sosialistik, komunistik. Dan tidak berarti pula pemerintah harus selalu menetapkan dan mengendalikan harga-harga, katanya.

"Saya tahu hal itu bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi yang harus efisien, namun bagi negara berkembang, di mana pendapatan perkapita dan daya beli rakyat masih rendah, diperlukan keseimbangan antara mekanisme pasar dengan peran pemerintah yang proporsional," kata mantan presiden.

Yudhoyono menekankan pemerintah tidak boleh menyerahkan segalanya kepada mekanisme pasar bebas. Intervensi pemerintah yang positif, proporsional, dan necessary sangat diperlukan.

"Bergabung dengan kerjasama ekonomi yang ditawarkan negara-negara besar haruslah berhati-hati, pemerintah harus cermat jika harus bergabung dalam kerjasama ekonomi yang mengikat dan berstruktur ketat seperti Trans Pacific Partnership. Sebab kalau kita gagal, tidak siap dan salah perhitungan Indonesia akan sangat dirugikan," kata Yudhoyono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Candaan SBY soal Batuk Prabowo: Hati-hati, Saham dan Rupiah Bisa Jatuh

Candaan SBY soal Batuk Prabowo: Hati-hati, Saham dan Rupiah Bisa Jatuh

Video | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:25 WIB

SBY Singgung Faktor Kegagalan Bangsa: Kelola Negara Butuh Kerja Sama!

SBY Singgung Faktor Kegagalan Bangsa: Kelola Negara Butuh Kerja Sama!

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:22 WIB

Elite Politik Kumpul di GBK, Puan Saksikan SBY-AHY Sambut Prabowo-Gibran di HUT Demokrat Ke-25

Elite Politik Kumpul di GBK, Puan Saksikan SBY-AHY Sambut Prabowo-Gibran di HUT Demokrat Ke-25

News | Rabu, 09 September 2026 | 20:53 WIB

SBY Soroti Pidato Prabowo, Sebut Presiden Punya Target yang Ambisius

SBY Soroti Pidato Prabowo, Sebut Presiden Punya Target yang Ambisius

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:22 WIB

SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS

SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Terkini

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

×