Jonatan Kalah dari Non Unggulan, Hendry: Dia Harus Introspeksi

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Kamis, 09 Februari 2017 | 07:31 WIB
Jonatan Kalah dari Non Unggulan, Hendry: Dia Harus Introspeksi
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie [Humas PBSI]

Suara.com - Jonatan Christie hanya bisa tertunduk lesu saat satu pengembaliannya menyangkut di net. Kesalahan ini mengakhiri pertandingan babak kedua Thailand Masters Grand Prix Gold 2017 yang dijalaninya melawan Aditya Joshi (India), dengan skor 16-21, 19-21, Rabu (8/2/2017).

Hasil ini memang bisa dibilang mengejutkan mengingat Jonatan merupakan unggulan keempat. Di atas kertas dia lebih dijagokan untuk menang ketimbang Joshi yang non-unggulan.

Namun sayang, Jonatan hari ini underperformed. Sederet kesalahan tak perlu sering dilakukannya, bahkan sebagian besar poin yang diraih Joshi adalah buah dari kesalahan yang dilakukan Jonatan.

Jonatan sudah mencoba untuk bangkit di game kedua. Dia mampu mengimbangi permainan Joshi dan sesekali unggul dalam perolehan angka.

Saat kedudukan imbang 19-19, Jonatan lagi-lagi melakukan unforced error yang kembali menguntungkan lawan. Tak seperti biasanya, smash keras Jonatan tak dapat dijadikan senjata yang mematikan, pertahanannya pun kerap dibobol oleh Joshi.

"Saya tidak dapat keluar dari tekanan saat bertanding. Ini membuat saya tidak bisa tampil maksimal hari ini," kata Jonatan sembari menutup wajahnya dengan handuk dalam keterangan elektronik yang diterima Suara.com, Kamis (9/2/2017).

Sementara itu, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra, mengatakan performa anak asuhnya ini di luar dugaanya. Hendry pun berharap Jonatan bisa mengevaluasi penampilannya ini.

"Penampilan Jonatan memang di luar prediksi saya. Seorang Jonatan masih perlu waktu untuk mengatasi masalah di lapangan. Sekarang lawan-lawan sudah tahu siapa Jonatan, peringkatnya berapa. Bukannya berpikir bagaimana cara main, cara menerapkan stroke-nya, tetapi dia hanya berpikir bahwa Jonatan tidak boleh kalah, nah ini yang bikin kacau," jelas Hendry.

"Kekalahan ini sudah pasti karena faktor non-teknis, tadi kan gampang sekali mati sendiri. Tetapi ini tidak bisa dijadikan alasan, Jonatan perlu introspeksi. Dia harus mencari cara mengatasi dan menyesuaikan diri jika kembali berada di situasi seperti ini," sambungnya.

Dikatakan Hendry, kekalahan ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi Jonatan. Seandainya ia menang, mungkin Jonatan tak menyadari kekurangannya ini dan tak dapat belajar mengatur cara berpikirnya.

Di turnamen level super series premier yang tingkatannya lebih tinggi, Jonatan tak jarang membuat kejutan, ia bahkan mampu menembus babak empat besar di Malaysia Super Series Premier 2016.

"Kalau tanding dari level super series premier ke level grand prix gold harusnya kan lebih ringan. Tetapi di premier itu lawannya lebih berat, Jonatan mainnya lebih lepas. Sedangkan di level grand prix gold, dia merasa harus bisa menang dari lawan-lawannya. Makanya, Jonatan harus ‘lebih matang’ lagi," ujar Hendry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI