Indonesia-Belanda Konkretkan Kerjasama Riset dan Pendidikan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 Februari 2017 | 12:46 WIB
Indonesia-Belanda Konkretkan Kerjasama Riset dan Pendidikan
Menristek Dikti Muhammad Nasir. (Antara)

Suara.com - Sebagai upaya peningkatan kolaborasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan tinggi, Pemerintah Indonesia dan Belanda memformalkan Pertemuan Komite Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan yang dipimpin oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Mariëtte (Jet) Bussemaker, 13 Februari 2017.

Pertemuan 'The 1st Indonesia- Netherlands Joint Working Group (JWG) on Higher Education and Science (HES)' merupakan tindak lanjut langkah kongkrit penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding- MoU) antara Indonesia dan Belanda di bidang Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan pada tanggal 22 April 2016 lalu.

Lebih spesifik, Komite Bersama ini membahas mengenai  beberapa topik menarik bagi kedua negara. Topik-topik ini tertuang dalam Road Map of Horizon 2022: Higher Education and Science yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na'im dan I.J. Inge Vossenaar, 'Deputy Director General Vocational Education and Training, Higher Education and Science Netherlands'.

Topik-topik tersebut antara lain identifikasi langkah kedua negara dalam mempersiapkan sumberdaya manusia (peneliti, dosen, pelajar) berkualitas bagi dunia. Dalam hal ini, peningkatan kapasitas SDM terutama bagi Indonesia yang memiliki bonus demografi besar akan diimplementasikan melalui pertukaran sejumlah kesepakatan dan program beasiswa. Selain itu, hal yang turut menjadi perhatian adalah pengembangan dan penilaian kurikulum dan kualifikasi (termasuk joint/double degrees).

Kemudian, peningkatan jaringan yang kuat ke  pasar tenaga kerja melalui program magang dan proyek-proyek riset terapan oleh pelajar di kedua negara, termasuk untuk program pendidikan vokasi di perguruan tinggi juga menjadi perhatian. Dalam hal ini kedua negara sepakat untuk meningkatkan kapasitas para staf yang terkait dengan pendidikan tinggi vokasi.

Topik kedua, kolaborasi riset dan inovasi yang fokus dan intensif . Konsorsium riset bersama yang akan dibangun berbasis jaringan, kerjasama dan fokus kepqda agenda riset yang sudah ada di kedua negara,  serta mengikuti juga kebutuhan sosial dalam penerapan riset-riset tersebut ke masyarakat

Ketiga, mengenai sinergi dalam pendanaan untuk pelaksanaan program kerjasama bilateral. Kedua Menteri menyatakan dukungannya dalam pelaksanaan program kerjasama bilateral.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohamad Nasir mengatakan bahwa Kemristekdikti akan menugaskan Tim Komite Bersama Indonesia Belanda untuk menciptakan mekanisme pendanaan gabungan untuk meningkatkan kapasitas (beasiswa bagi pelatihan dan gelar), mengatur program double/joint degree, serta melaksanakan aktivitas riset bersama.

Topik selanjutnya yaitu untuk penguatan jaringan dukungan alumni, dimana para pelajar dan alumni lulusan Belanda,  akan didaulat menjadi para 'Duta Besar' yang potensial di beberapa area  kerjasama terpilih, serta akan saling bertukar pengalaman dalam bidang-bidang tersebut.

Kolaborasi-kolaborasi di bidang pendidikan tinggi dan Iptek di atas, akan memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua Negara,  termasuk peningkatan kapasitas kerjasama bilateral di area-area prioritas, dan pengembangan hubungan dan jaringan personal yang baik.

Menristekdikti mengatakan saat ini jumlah mahasiswa Indonesia di Belanda mencapai angka 1600-an, kedua terbanyak setelah Inggris.

"Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan ke depan Negara Belanda akan lebih menjadi pilihan bagi mahasiswa/i Indonesia yang akan melanjutkan studinya ke Eropa. Prioritas program studinya sendiri antara lain meliputi maritim, teknologi informasi, kesehatan dan obat, lalu 'water management'. Kita tahu Belanda sangat hebat soal 'pengelolaan sumber daya air (water management). Kemudian politeknik di Indonesia juga akan didorong untuk bekerjasama dengan Belanda, sehingga para dosen dan lulusannya nanti tidak hanya mengantongi ijazah saja tapi juga sertifikat, bahkan sertifikat internasional," jelas Mentei Nasir

Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Mariëtte (Jet) Bussemaker menegaskan pertemuan Komite Bersama adalah konsekuensi dari MoU yang telah ditandatangani tahun lalu. Komite Bersama ini punya tanggung jawab besar dalam mengimplementasikan aktivitas-aktivitas MoU tersebut.

Saya berharap JWG dapat memformulasikan prioritas-prioritas yang harus dilakukan. Kita harus dapat membuat pilihan yang tepat dan berkualitas. Hal ini sangat penting, untuk menghubungkan aktivitas-aktivitas apa saja yang dilakukan di Belanda dan Indonesia," ujar Menteri Jet Bussemaker saat pembukaan Indonesia-Netherlands JWG on HES, Senin, 13 Februari 2017 di Jakarta.

Pengetahuan dan hasil dari berbagai aktivitas kerjasama nantinya akan didiseminasikan melalui berbagai konferensi, seminar, simposium, pameran dan kegiatan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PM Belanda: Indonesia Mitra Penting Belanda

PM Belanda: Indonesia Mitra Penting Belanda

Bisnis | Rabu, 23 November 2016 | 17:50 WIB

Indonesia-Belanda Perkuat Kerjasama Infrastruktur

Indonesia-Belanda Perkuat Kerjasama Infrastruktur

Bisnis | Rabu, 23 November 2016 | 17:38 WIB

Jokowi Terima Kunjungan PM Belanda

Jokowi Terima Kunjungan PM Belanda

Foto | Rabu, 23 November 2016 | 15:09 WIB

PM Belanda Beri Keris ke Jokowi

PM Belanda Beri Keris ke Jokowi

News | Rabu, 23 November 2016 | 14:52 WIB

Belanda Desak RI Cari Bangkai Kapal Perang Dunia II di Laut Jawa

Belanda Desak RI Cari Bangkai Kapal Perang Dunia II di Laut Jawa

News | Sabtu, 19 November 2016 | 03:02 WIB

Belanda Ditahan Imbang Belgia di Amsterdam Arena

Belanda Ditahan Imbang Belgia di Amsterdam Arena

Bola | Kamis, 10 November 2016 | 05:39 WIB

Menteri Belanda: Bunuh Diri Dibolehkan Jika Hidup Sudah Sempurna

Menteri Belanda: Bunuh Diri Dibolehkan Jika Hidup Sudah Sempurna

News | Kamis, 13 Oktober 2016 | 19:53 WIB

Cedera, Wijnaldum Diragukan Tampil Lawan MU

Cedera, Wijnaldum Diragukan Tampil Lawan MU

Bola | Selasa, 11 Oktober 2016 | 19:30 WIB

Bungkam Kritik, Pogba: "Ini Tim Prancis, Bukan Tim Pogba"

Bungkam Kritik, Pogba: "Ini Tim Prancis, Bukan Tim Pogba"

Bola | Selasa, 11 Oktober 2016 | 11:45 WIB

Belanda Ditaklukkan Prancis, Blind "Nggak" Terima

Belanda Ditaklukkan Prancis, Blind "Nggak" Terima

Bola | Selasa, 11 Oktober 2016 | 09:06 WIB

Terkini

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:16 WIB

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB