Suara.com - Kedatang Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke tempat pemungutan suara (TPS) 29, di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (19/2/2017) kemarin, mengundang kontroversi di berbagai kalangan. Pasalnya, ia datang ke TPS yang sedang menyelenggarakan pemungutan suara ulang itu, dengan kapasitas sebagai kandidat.
Diduga itu pelanggaran. Anies mengaku sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta. Menurut dia, kedatangannya sama sekali bukan pelanggaran.
"Saya sudah izin Bawaslu, di izinkan. Jadi saya kemarin ke sana, sudah ada izin. Tanya aja sama ketua KPUD, saya melanggar nggak?" kata Anies di Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2017).
Sebelumnya, saat di konfirmasi, ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mengatakan bahwa kedatangan Anies ke TPS 29 bukanlah sebuah pelanggaran. Kata dia, TPS adalah ruang publik. Jadi tidak tepat jika kedatang Anies ke TPS 29 itu dianggap melanggar.
”Itu (kedatangan Anies) tidak melanggar aturan karena TPS merupakan tempat publik. Sehingga siapapun boleh datang, paslon atau warga sekitar,” ujar Sumarno.
Diketahui, pencoblosan ulang di TPS 29 Kalibata, Jakarta Selatan, dimenangkan pasangan Anies-Sandiaga hingga capai 385 suara atau 93,7 persen. Sedangkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat 7 suara atau 1,7 persen. Sedangkan pasangan Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat mendapat 19 suara atau 4,6 persen.