Preman di Padang Pungli Warga Bangun Rumah Rp150 Ribu Per Truk

Tomi Tresnady

Minggu, 05 Maret 2017 | 08:11 WIB
Preman di Padang Pungli Warga Bangun Rumah Rp150 Ribu Per Truk
Ilustrasi penjahat. [shutterstock]

Suara.com - Usai membeli sebidang tanah di daerah Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Nadra mengurungkan niat untuk membangun rumah yang telah lama diidam-idamkannya.

Berkaca dari tetangganya yang terlebih dahulu membangun rumah di kawasan itu, ia trauma melihat kelakuan pemuda setempat.

Setiap kali ada truk mengangkut bahan material bangunan yang masuk para pemuda meminta uang dengan dalih biaya pengamanan. Tidak tanggung-tanggung satu truk dimintai hingga Rp150 ribu kepada pemilik rumah.

Jika sehari ada tiga truk yang masuk pemilik bangunan harus bersiap mengeluarkan uang Rp450 ribu, jika tidak diberi bersiap dengan ancaman barang-barang yang ada di lokasi pembangunan akan hilang.

"Sampai sekarang belum jadi dibangun, saya jadi malas ada pajak segala dari preman," katanya.

Hal serupa juga dialami warga Padang, Kurniati saat akan membangun rumahnya di daerah Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah. Pemuda setempat meminta agar ikut memasok material berupa pasir, dan kerikel hingga tanah timbunan.

"Harganya memang sama dengan yang ada di pasar tapi yang namanya preman malah jumlah truk yang dimainkan masuk dua dibilang tiga," ujarnya.

Ia pun terpaksa mengamini permintaan para pemuda tersebut karena baru saja akan mulai rumah dikerjakan sudah didatangi pemuda yang mengaku baru keluar dari penjara.

Awalnya, ia sempat melapor ke Ketua RT, namun sia-sia dan akhirnya daripada ribut terpaksa mengalah dan rela mengeluarkan uang lebih banyak.

baca juga

Lain lagi kisah Riri, warga Padang yang membangun rumah di komplek Simpang Empat Kelurahan Air Pacah Kecamatan Koto Tangah.

Baru saja akan membangun langsung didatangi dua pemuda setempat meminta uang setiap kali ada mobil masuk mengangkut material mulai dari Rp50 ribu hingga Rp150 ribu.

Pemuda tersebut menyebutnya "uang asam" dengan dua pilihan setiap kendaraan pengangkut material dikenakan biaya atau membeli material lewat mereka.

Sekali Riri mencoba untuk memberi kesempatan membeli pasir lewat pemuda. Rupanya harganya jauh di atas harga pasar.

"Bayangkan saja kalau beli pasir satu truk hanya Rp800 ribu, lewat mereka malah Rp1,2 juta, itu pun kualitasnya jelek dan tak layak," katanya mengungkapkan kekesalan.

Ia pun mencoba mengomunikasikan hal ini ke kantor lurah setempat namun tetap saja warga yang sedang membangun di komplek tersebut dipungut "uang asam" tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspadai Modus Pemerasaan Preman saat Tahun Baru

Waspadai Modus Pemerasaan Preman saat Tahun Baru

News | Selasa, 29 Desember 2015 | 03:19 WIB

Ketua DPRD DKI: Gubernur Harus Cerdas, Kenapa Bisa Begini?

Ketua DPRD DKI: Gubernur Harus Cerdas, Kenapa Bisa Begini?

News | Rabu, 16 September 2015 | 15:29 WIB

"Kang Komar" Raih Penghargaan di Festival Film Bandung

"Kang Komar" Raih Penghargaan di Festival Film Bandung

Entertainment | Minggu, 13 September 2015 | 05:32 WIB

Berkah "Kang Komar" buat Mat Drajat

Berkah "Kang Komar" buat Mat Drajat

Entertainment | Sabtu, 12 September 2015 | 09:02 WIB

Aksi Oknum "Petugas" di Monas, Kasatpol PP: Begitu Lihat, Tindak!

Aksi Oknum "Petugas" di Monas, Kasatpol PP: Begitu Lihat, Tindak!

News | Selasa, 01 September 2015 | 08:19 WIB

Terkini

Bingung Cari Sumber Listrik di Jalan? Ini 5 Rekomendasi Power Bank Tangguh untuk Traveling

Bingung Cari Sumber Listrik di Jalan? Ini 5 Rekomendasi Power Bank Tangguh untuk Traveling

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Pemerintah Ingin Kurangi Penerima Bansos, Ini Alasannya

Pemerintah Ingin Kurangi Penerima Bansos, Ini Alasannya

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Siang Ini Presiden Prabowo Panggil Jajaran Menteri Kembali Bahas Isu Karhutla

Siang Ini Presiden Prabowo Panggil Jajaran Menteri Kembali Bahas Isu Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla, Siapa Saja yang Hadir?

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla, Siapa Saja yang Hadir?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:42 WIB

15 Dalil Perlawanan Mental di Sidang, Hakim Tolak Eksepsi Roy Suryo di Kasus Jokowi

15 Dalil Perlawanan Mental di Sidang, Hakim Tolak Eksepsi Roy Suryo di Kasus Jokowi

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Asing Kembali Bawa Kabur Dana Rp1,05 T dari Pasar Modal di Sesi I, BBCA Paling Banyak

Asing Kembali Bawa Kabur Dana Rp1,05 T dari Pasar Modal di Sesi I, BBCA Paling Banyak

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:41 WIB

BRI KPR Berikan Tawaran Seru Untuk Rumah Impian: Ada Diskon Properti di Summarecon Expo 2026

BRI KPR Berikan Tawaran Seru Untuk Rumah Impian: Ada Diskon Properti di Summarecon Expo 2026

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Sinopsis Jyotei, Drama Jepang Dibintangi Saito Nagisa dan Nakamura Kaito

Sinopsis Jyotei, Drama Jepang Dibintangi Saito Nagisa dan Nakamura Kaito

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Drama The Long Shot Trial Dihapus dari Jadwal Penayangan SBS Tahun 2027

Drama The Long Shot Trial Dihapus dari Jadwal Penayangan SBS Tahun 2027

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Malaysia Ajak Singapura Beri Tekanan Finansial Soal Karhutla, Pemerintah RI: Enggak Masalah

Malaysia Ajak Singapura Beri Tekanan Finansial Soal Karhutla, Pemerintah RI: Enggak Masalah

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:34 WIB

×