Array

Iran Ungkap Kebohongan PM Israel soal Sejarah Kaum Yahudi

Reza Gunadha Suara.Com
Senin, 13 Maret 2017 | 16:35 WIB
Iran Ungkap Kebohongan PM Israel soal Sejarah Kaum Yahudi

Suara.com - Iran menuding Perdana Menteri Israel  Benjamin Netanyahu memanipulasi sejarah kaum Yahudi untuk menjustifikasi kebijakan zionisme.

Tudingan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, sebagai respons pernyataan Benjamin saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (9/3/2017) pekan lalu. Dalam pertemuan itu, Benjamin mengklaim Iran sebagai pewaris sah Kekaisaran Persia kuno yang berupaya memusnahkan kaum Yahudi.

"Benjamin adalah seorang pembohong besar. Ia memanipulasi sejarah Persia dan kaum Yahudi ribuan tahun silam. Tak hanya itu, ia justru menafsirkan Taurat (kitab suci Yahudi; Perjanjian Lama) secara salah," ungkap Menteri Zarif, seperti dilansir AFP, Senin (13/3).

Zarif menjelaskan, dalam Kitab Ester dituliskan Kaisar Persia Xerxes justru menyelamatkan kaum Yahudi dari konspirasi Haman.  

Sementara pada era Kaisar Cyrus, Persia kembali menyelamatkan kaum Yahudi dari pembantaian Babylonia.

"Benjamin juga tidak bisa melupakan, saat Perang Dunia ke II, ketika kaum Yahudi dibantai di Eropa, Iran membuka pintunya sebagai rumah baru untuk mereka," terangnya.

Sebelumnya, dalam persamuhan di Moskow, PM Benjamin panjang lebar menceritakan perihal penderitaan kaum Yahudi di era lampau dan mengaitkannya dengan situasi kekinian kepada Putin.

"Kami, kaum Yahudi, gagal dimusnahkan oleh orang-orang Persia, 2.500 tahun silam. Tapi kekinian, upaya itu dilanjutkan pewaris Persia, yakni Iran, berupaya menghancurkan negara Israel," tegas Benjamin.

Namun, Benjamin menegaskan, Israel kekinian berbeda dengan kaum Yahudi masa lampau. "Kami sekarang punya wilayah sendiri, negara sendiri, dan pasukan sendiri. Tak akan mudah menghancurkan kami," tukasnya.

Baca Juga: Anies: Kalau Ditolak, Saya yang Salatkan Jenazah Pendukung Ahok

Mendengar pernyataan itu, Presiden Putin justru melontarkan pernyataan yang meminta PM Benjamin tidak mengeksploitasi sejarah masa lalu kaum Yahudi untuk kepentingan negara Israel.

"Kita sekarang hidup dalam dunia berbeda. Semua yang Anda katakan itu terjadi pada abad ke-5 sebelum Masehi. Israel sebaiknya fokus pada dunia modern. Saya hanya mau berdiskusi seperti itu," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI