Array

Posko Longsor Ponorogo Dipindah Takut Terjadi Bencana Susulan

Rabu, 05 April 2017 | 11:26 WIB
Posko Longsor Ponorogo Dipindah Takut Terjadi Bencana Susulan
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban yang tertimbun longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Senin (3/4).

Suara.com - Tim SAR gabungan memindahkan posko identifikasi untuk menghindari terjadinya longsor susulan yang berada di sekitar lokasi bencana di Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

"Dengan alasan keamanan, posko dipindah karena khawatir ada longsor susulan," ujar Koordinator Tim DVI longsor Banaran AKBP Mochammad Ony Swasono di lokasi longsor di Ponorogo, Rabu (5/4/2017).

Sebelumnya, posko identifikasi berada di Ring 1 lokasi longsor di Desa Banaran, Kecaatan Pulung, atau di sektor A yang tempatnya di sekitaran puncak. Poskonya berbentuk tenda darurat yang luasnya sekitar 24 meter persegi dengan peralatan terbatas atau tidak mencukupi untuk proses identifikasi.

Bahkan saat hujan mengguyur, tim harus berada di dalam tenda yang keamanannya kurang terjamin mengingat kondisi di sekitarnya masih berdekatan dengan titik longsor. Sebanyak tiga jenazah yang di hari kedua dan ketiga ditemukan diidentifikasi di tempat tersebut, namun karena kondisi fisik jenazah masih bisa dikenali, tim tidak terlalu susah menyimpulkan identitasnya.

Menurut dia, yang menjadi kendala jika posko tetap dipaksakan berada di puncak, selain keamanan adalah fasilitas yang tidak memenuhi syarat.

"Jaringan komunikasi terputus karena sinyal susah dan pendalaman identifikasi terhadap jenazah harus detail sehingga memerlukan jaringan internet. Apalagi jenazah sudah tertimbun tanah beberapa hari yang dari segi fisik sulit dikenali," ucapnya.

Karena itulah terhitung sejak hari kelima pencarian, posko identifikasi dipindahkan ke pusat Kecamatan Pulung, tepatnya di samping Puskesmas Pulung, yang jaraknya sekitar 15 kilometer dari Dukuh Tangkil atau titik kejadian.

"Meski agak jauh, tapi lebih efektif dan tugas tim identifikasi berjalan maksimal. Apalagi di sini dekat dengan kantor Kecamatan Pulung maupun Mapolsek Pulung," kata Kasub Biddokpol Polda Jatim tersebut.

Sementara itu, anggota tim forensik dari Universitas Airlangga Surabaya Pudji Hardjanto menyambut positif pemindahan posko karena peralatan identifikasi sangat butuh akses, terutama komunikasi dan internet.

Baca Juga: Selfie di Lokasi Longsor Ponorogo, Dua Perempuan Ini Dikecam

Mahasiswa S2 jurusan ahli forensik itu memisalkan alat "Mobile Automatic Multi Biometric Identification System" (Mambis), yaitu alat pengungkap identitas melalui sidik jari yang butuh jaringan internet.

"Semoga kinerja tim semakin baik dan kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mengungkap identitas korban longsor," kata polisi berpangkat Aiptu tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI