Djarot: Kita Milih Pemimpin Pemerintahan Bukan Agama

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Kamis, 06 April 2017 | 06:36 WIB
Djarot: Kita Milih Pemimpin Pemerintahan Bukan Agama
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat, mengingatkan agar warga Jakarta menyediakan waktu datang untuk memberikan suara di tempat pemungutan suara (TPS).

"Tanggal 19 April 2017 usahakan semua datang ke TPS, jangan ke luar kota, diajak, diingatkan, ayo ramai-ramai ke TPS, milih," kata Djarot di Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017).

Djarot menginginkan, agar warga saling mengingatkan baik anggota keluarga, teman, saudara, tetangga dan sesama untuk memberikan suara pada hari pemungutan suara. Menurutnya, setiap suara warga Jakarta berharga untuk menentukan pemimpin Jakarta ke depan.

"Diajak baik-baik. Jangan keluar kota, karena itu hari libur," tuturnya.

Djarot menuturkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 merupakan urusan semua warga dan jangan dikaitkan dengan urusan masing-masing warga saja.

"Tanggal 19 April tetap datang ke TPS, gunakan hak pilih yang baik yang benar, jangan khawatir ditakut-takuti," ujarnya.

Djarot juga mengimbau pendukung calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat agar menyapa warga mendukung pasangan nomor urut dua itu.

"Kalau bisa amankan dulu RW kita, RT kita, amankan dulu tetangga kita, kalau masalah program sudah jelas semua. Yang penting turun ke bawah dengan mimik yang menyenangkan, yang sopan, yang santun, Islam itu mengajarkan kesejukan," ujarnya.

Mantan wali kota Blitar ini turut kembali menegaskan bahwa Islam itu mengajarkan toleransi dan menghargai satu sama lain.

Baca Juga: Mantan Hakim MK Patrialis Akbar Cabut Permohonan Praperadilan

"Kita ini memilih pemimpin pemerintahan bukan agama. Pemimpin pemerintahan itu tugasnya melayani masyarakat. Ketika melayani warga kan tidak boleh diskriminasi, tidak boleh membeda-bedakan," pungkas Djarot. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI