Serangan Senjata Kimia Suriah, WHO: Kejam dan Tak Bisa Ditolerir

Ririn Indriani

Kamis, 06 April 2017 | 07:54 WIB
Serangan Senjata Kimia Suriah, WHO: Kejam dan Tak Bisa Ditolerir
Ilustrasi masker gas/masker pelindung/senjata kimia. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (5/4/2017), waktu setempat, mengutuk dugaan penggunaan senjata kimia di Kota Kecil Khan Shikhoun, Suriah. WHO menyatakan "khawatir" mengenai penggunaan bahan kimia beracun sebagai senjata di negara yang dicabik perang itu.

"Gambar dan laporan yang datang dari Idlib hari ini membuat saya terkejut, sedih dan marah," kata Peter Salama, Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, di dalam satu pernyataan.

Senjata jenis ini, dia menambahkan, dilarang oleh hukum internasional sebab merupakan kekejaman yang tak bisa ditolerir.

WHO juga melaporkan bahwa Kota Khan Shikhoun, yang terletak di pinggir selatan Idlib dan dikuasai gerilyawan, dilaporkan diserang dengan menggunakan bahan kimia pada Selasa (4/4/2017), sehingga menewaskan tak kurang dari 70 orang dan melukai ratusan orang lagi.

WHO memperingatkan daya tampung rumah sakit di daerah itu untuk melayani keperluan orang yang cedera terbatas di tengah kekurangan obat dan kerusakan prasarana, demikian laporan Xinhua.

Organisasi yang berpusat di Jenewa tersebut menyatakan WHO telah mengirim obat penting seperti Atropine dan Steroid untuk layanan kesehatan di daerah itu, dan para ahli yang berpusat di Turki memberi saran mengenai cara terbaik mendiagnosis dan merawat pasien yang terpengaruh.

Di Washington Presiden AS Donald Trump pada hari yang sama juga mengutuk serangan kimia "yang mengerikan" di Suriah, dan mengatakan itu tak bisa ditolerir.

Ketika berbicara dalam taklimat di Gedung Putih bersama dengan Raja Jordania Abdullah II, yang sedang berkunjung, Trump menuduh Presiden Suriah Bashar al-Assad atas serangan gas pada Selasa di bagian barat-laut Suriah.

"Kematian mereka (para korban) adalah penghinaan buat umat manusia. Perbuatan keji ini oleh rejim (Bashar) al-Assad tak bisa ditolerir," kata Trump.

Amerika Serikat, kata orang nomor satu di AS itu, mendukung semua sekutunya di seluruh dunia untuk mengutuk serangan mengerikan tersebut dan semua serangan mengerikan lain.

Saat menjawab pertemuan wartawan apakah serangan tersebut "melintasi" garis merah, Trump berkata, "Itu melewati amat, banyak garis." Ditambahkannya, sikapnya terhadap Bashar "telah berubah sangat banyak".

Trump tidak memberi perincian, tapi itu dipandang sebagai sinyal mengenai perubahan pikirannya setelah pernyataan belum lama ini oleh para pejabat AS bahwa prioritas pemerintah Trump mengenai Suriah bukan lagi menggulingkan Bashar dari kekuasaan.

Pemerintah sebelumnya AS di bawah Barack Obama berkeras Bashar tak boleh memainkan peran dalam penyelesaian krisis Suriah.

Pemerintah Portugal pada Rabu juga bergabung dalam mengecam serangan bahan kimia di Suriah, dan mengatakan itu adalah "bukti dari kekejaman dan konflik di negeri itu".

Kementerian Urusan Luar Negeri Portugal mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa penyelidikan mesti dilakukan setelah dikonfirmasi bahwa serangan bahan kimia dilakukan di Provinsi Idlib di Suriah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Militer Suriah Rebut Kubu Utama ISIS di Pinggir Aleppo

Militer Suriah Rebut Kubu Utama ISIS di Pinggir Aleppo

News | Kamis, 30 Maret 2017 | 09:27 WIB

Pemberontak Suriah: Pelaku Serangan Masjid Koalisi Pimpinan AS

Pemberontak Suriah: Pelaku Serangan Masjid Koalisi Pimpinan AS

News | Sabtu, 18 Maret 2017 | 06:34 WIB

Rusia, Turki dan Iran akan Rundingkan Nasib Perdamaian Suriah

Rusia, Turki dan Iran akan Rundingkan Nasib Perdamaian Suriah

News | Jum'at, 10 Maret 2017 | 06:20 WIB

Mangkir dari Janji, Suriah Masih Simpan Senjata Kimia Berbahaya

Mangkir dari Janji, Suriah Masih Simpan Senjata Kimia Berbahaya

News | Jum'at, 16 Mei 2014 | 02:27 WIB

Terkini

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:30 WIB

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:25 WIB

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Video | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:19 WIB

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:18 WIB

Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting

Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

Viral Dua Bus Transjakarta 'Terkunci' Satu Jalur di Tugu Tani, Manajemen Beberkan Biang Keroknya

Viral Dua Bus Transjakarta 'Terkunci' Satu Jalur di Tugu Tani, Manajemen Beberkan Biang Keroknya

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:15 WIB

Review Crystal Lake: Teror, Darah, dan Obsesi Seorang Ibu

Review Crystal Lake: Teror, Darah, dan Obsesi Seorang Ibu

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:15 WIB

×