Soal Iklan Kampanye, Hidayat Nur Wahid Tuduh Ahok Pakai Isu SARA

Yazir Farouk, Dian Rosmala

Selasa, 11 April 2017 | 06:06 WIB
Soal Iklan Kampanye, Hidayat Nur Wahid Tuduh Ahok Pakai Isu SARA
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. (Suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid ikut mengomentari isi video iklan kampanye pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Puranama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Menurut dia, konten video tersebut mengandung unsur provokatif.

"Harusnya sebagai seorang pemimpin meredakan suasana, mencarikan solusi, tidak hanya memprovokasi dengan pernyataan, yang apalagi pernyataan itu tidak sesuai dengan kenyataannya di lapangan," kata Hidayat usai mengikuti pertemuan di rumah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2017) malam.

Bukan tanpa alasan Hidayat memberikan penilaian seperti itu. Sebab, di dalam video, dia juga melihat ada adegan kelompok massa yang divisualisasikan mengenakan peci sedang berteriak-teriak. Di belakang mereka terdapat spanduk "Ganyang Cina".

Kata Hidayat, peci adalah simbol nasionalisme di Indonesia. Lebih mengerucut lagi, peci menurutnya banyak digunakan oleh pribumi yang beragama islam.

"Kita sangat tahu bagaimana peci adalah pakaian nasional yang bahkan sekarang pun pak Djarot pakai. Nah, itu kemudian diisyaratkan sebagai orang-orang yang berpeci kemudian anti Cina," ujarnya.

Pesan itu lanjut Hidayat, sama sekali tak sesuai dengan kenyataan. Dia mencontohkan umat islam tetap memperlihatkan toleransi kepada penganut agama lain ketika melakukan aksi 212 dan beberapa aksi lainnya.

"Aksi bela Islam 212 misalnya, atau 414, atau peristiwa sebelumnya. Sepasang kristiani bisa melaksanakan pernikahannya di Katedral," ucapnya.

Menurut Hidayat, iklan kampanye itu menjadi bukti bahwa yang menggunakan isu SARA dalam Pilkada DKI Jakarta justru Ahok-Djarot. Dia heran karena selama ini mereka yang selalu mengkritik penggunaan isu SARA.

"Sekali lagi ini justru menggunakan isu SARA untuk kepentingan Pilgub. Sangat provokatif dan dia (Ahok) menggunakan isu SARA. Jadi siapa yang memainkan isu SARA?," ujarnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yudi Widiana Jadi Tersangka Korupsi, Ini Kata PKS

Yudi Widiana Jadi Tersangka Korupsi, Ini Kata PKS

News | Jum'at, 03 Februari 2017 | 11:46 WIB

Nur Wahid Heran di Era Keterbukaan yang Muncul Malah Fitnah

Nur Wahid Heran di Era Keterbukaan yang Muncul Malah Fitnah

News | Selasa, 03 Januari 2017 | 13:30 WIB

Nur Wahid Ajak Jokowi Ikut Salat Jumat di Monas, Besok

Nur Wahid Ajak Jokowi Ikut Salat Jumat di Monas, Besok

News | Kamis, 01 Desember 2016 | 16:21 WIB

Potong Anggaran Tanpa Libatkan DPR, Jokowi Dianggap Salah Langkah

Potong Anggaran Tanpa Libatkan DPR, Jokowi Dianggap Salah Langkah

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 14:10 WIB

PKS Ogah Dukung Ahok Bukan Karena Alasan Rasialis, Tapi?

PKS Ogah Dukung Ahok Bukan Karena Alasan Rasialis, Tapi?

News | Minggu, 14 Agustus 2016 | 15:20 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×