Kohati UMM: Perempuan Masih Kurang Paham Kesetaraan Gender

Adhitya Himawan Suara.Com
Sabtu, 15 April 2017 | 19:53 WIB
Kohati UMM: Perempuan Masih Kurang Paham Kesetaraan Gender
Kohati ISIP UMM Malang, Jawa Timur. [Dok Organisasi]

Ketua umum Kohati Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (ISIP UMM) Hanan Nazah Anili, mengatakan, peran perempuan tidak hanya di sektor domestik dengan menjadi istri, dan ibu dari anak, tetapi lebih dari itu, perempuan juga sebagai anggota masyarakat. Menurutnya, kepedulian perempuan di Indonesia saat ini mengalami degradasi, dimana perempuan kurang memahami arti penting hubungannya terhadap masyarakat. Ditambah lagi dengan pemahaman yang kurang mengenai kesetaraan dan keadilan gender.

“Hal inilah yang kemudian memunculkan kurangnya kesadaran perempuan akan arti pentingnya kepemimpinan dan organisasi bagi perempuan,” kata Hanan di Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/04/2017) malam.

Menyikapi permasalahan itu, Kohati ISIP UMM berkerjasama dengan Kohati se-Korkom UMM yang terdiri dari Kohati Ekonomi, Kohati Pertanian, dan Kohati Peternakan Perikanan UMM menggelar kegiatan ‘Kohati Berdialog’ bertajuk ‘Yang Muda, Yang Berkarya”.

Hanan menambahkan, peserta kegiatan ini adalah kaum remaja dari pelbagai organisasi dan pondok pesantren, yang meliputi; Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Fatayat NU, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Ranting Kebonsari, serta PP Nurul Ulum, PP Al’Ulya, PP Nurul Muttaqien, dan PP An-Nuriyah.

Ketua pelaksana, Maulia Rahma Fitria mengatakan, kegiatan ini akan fokus pada dua materi, yakni pentingnya budaya menulis, dan pentingnya kepemimpinan dan organisasi bagi kaum perempuan. Serta, beberapa game yang bersifat intermezo untuk memudahkan kawan-kawan peserta nantinya untuk memahami manajemen organisasi.

Dikatakan Maulia, untuk materi pentingnya budaya menulis, panitia akan menghadirkan pemimpin redaksi Terakota.id, Eko Widianto.

“Panitia berharap, peserta mampu mengajak agar lebih semangat lagi berkarya melalui tulisan, mengingat kawan-kawan peserta masih dibangku SMA,” kata Maulia.

Lebih lanjut Maulia menambahkan, untuk materi kedua, panitia menghadirkan pengajar filsafat Fatimah Suganda. Diharapkan, peserta mampu memahami dan sadar pentingnya organisasi sebagai wadah pemberdayaan perempuan sebelum terjun ke masyarakat.

Baca Juga: Nikahi Laki-laki, Transgender Muslim Dibunuh, Mayatnya Digantung

Maulia pun ingat kata-kata pejuang kaum perempuan, yakni R.A. Kartini yang menyatakan bahwa untuk melanggengkan perjuangan itu dapat dilakukan dengan menulis.

“Saya berharap kaum perempuan mampu berkreatif, berkarya baik di ranah domestik dan ranah publik sebagai wujud kontribusi nyatanya,” tukas Maulia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI