Paus Fransiskus: Penampungan Imigran Mirip Kamp Konsentrasi

Ardi Mandiri Suara.Com
Minggu, 23 April 2017 | 14:00 WIB
Paus Fransiskus: Penampungan Imigran Mirip Kamp Konsentrasi
Paus Fransiskus. (AFP)

Suara.com - Paus Fransiskus, Sabtu, mendesak pemerintah mengeluarkan pendatang dan pengungsi dari pusat penampungan, dengan mengatakan banyak dari tempat itu menjadi "kamp konsentrasi".

Saat berkunjung ke basilika Roma, tempat ia bertemu dengan pendatang, Fransiskus menceritakan perjalanannya ke tempat penampungan di pulau Lesbos di Yunani pada tahun lalu.

Dia bertemu dengan pengungsi Muslim dari Timur Tengah di sana, yang memberi tahunya bagaimana "teroris datang ke negara kami". Kelompok keras membunuh istrinya, yang beragama Kristen, karena dia menolak melempar salibnya, "Saya tidak tahu apakah dia berhasil meninggalkan kamp konsentrasi itu, karena kamp pengungsian, banyak dari mereka, sejenis konsentrasi karena banyak yang tinggal disana," kata Paus.

Komite Yahudi Amerika (AJC) kemudian mendesak paus "mempertimbangkan kembali pilihan kata-katanya yang mereka sesalkan" karena menggunakan istilah kamp konsentrasi.

"Keadaan tempat pendatang saat ini tinggal di beberapa negara Eropa mungkin sulit, dan layak untuk masih mendapatkan perhatian internasional yang lebih besar, tapi kamp konsentrasi tentu bukan," kata kepala AJC, David Harris, dalam pernyataannya.

"Nazi dan sekutu mereka mendirikan dan menggunakan kamp konsentrasi untuk kerja paksa dan pemusnahan jutaan orang selama Perang Dunia II. Tidak ada perbandingan dengan besarnya tragedi itu," katanya.

Fransiskus memuji negara-negara yang membantu pengungsi dan berterima kasih pada mereka karena "menanggung beban ekstra ini, karena nampaknya kesepakatan internasional lebih penting daripada hak asasi manusia".

Dia tidak menjelaskan tapi tampaknya mengacu pada kesepakatan yang mencegah para migran menyeberang perbatasan, seperti kesepakatan antara Uni Eropa (UE) dan Libya serta Uni Eropa dan Turki. Kelompok-kelompok kemanusiaan telah mengkritik kedua kesepakatan itu.

Paus mendesak orang-orang di Italia utara, rumah bagi sebuah partai anti-imigran, untuk mengambil lebih banyak migran, dengan harapan kemurahan hati warga Italia selatan bisa "menginfeksi utara sedikit".

Dengan memperhatikan bahwa Italia memiliki tingkat kelahiran terendah di dunia, dia berkata, "Jika kita juga menutup pintu kepada migran, ini disebut bunuh diri." Basilika Santo Bartolomeus menjadi tempat pemujaan bagi umat Kristen terbunuh karena iman mereka pada abad ke-20 dan 21. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI