Kecelakaan Maut Puncak, DPR Nilai Pemerintah Gagal

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Minggu, 23 April 2017 | 15:27 WIB
Kecelakaan Maut Puncak, DPR Nilai Pemerintah Gagal
Tabrakan beruntun terjadi Puncak, Bogor, Jawa Barat [NTMC]

Suara.com - Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis menganggap pemerintah gagal dalam hal pengawasan terhadap pelayanan masyarakat di bidang transportasi.‎

H‎al itu dikatakannya menanggapi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat‎, Sabtu (22/4/2017) malam. Dalam kecelakaan yang melibatkan belasan kendaraan tersebut, mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan sejumlah orang luka-luka.

‎Politikus Partai Gerindra ini menerangkan kecelakaan ini terjadi karena ada ‎sistem pengaturan dan pengawasan yang gagal dilakukan Kementerian Perhubungan.

‎"Maraknya kecelakaan bus yang menimbulkan korban manusia yang tidak sedikit mengisyaratkan masih lemahnya pengawasan dan tanggung jawab pemerintah dalam melindungi masyarakat di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Perlu adanya sistem pengawasan yang lebih ketat kepada perusahaan yang menyewakan kendaraan/bus kepada masyarakat baik perorangan maupun perusahaan," kata Fary dihubungi wartawan, Jakarta, Minggu (23/4/2017).

Dia menambahkan, faktor teknis kendaraan, di antaranya faktor pengereman yang tidak baik, menjadi alasan yang mendominasi pada setiap kecelakaan bus, selain faktor kelelahan supir bus. Masalah ini, kata Fary, menjadi persoalan klasik perusahaan bus di Indonesia lantaran sering diabaikan oleh pemilik kendaraan.

"‎Hal ini terjadi karena kondisi perusahaan yang menerapkan efisiensi yang ketat dibidang perawatan dan suku cadang kendaraan sehingga mengabaikan keselamatan pengguna kendaraan tersebut. Penggunaan suku cadang yang tidak merupakan standar pabrik akan menimbulkan kendaraan tidak akan maksimal dan dapat menyebabkan kecelakaan," tuturnya.

Dia menambahkan, adanya persaingan tarif bus yang ketat juga mempengaruhi penurunan kualitas dari sistem manajemen perusahaan, di antaranya soal perizinan atau KIR, umur kendaraan, perawatan bus dan kondisi supir.

"Melihat kejadian-kejadian kecelakaan bus yang sering terjadi yang penyebabnya adalah faktor teknis, perlu adanya tanggung jawab juga yang dibebankan kepada pemilik perusahaan bus yang mengijinkan kendaraan yang tidak layak jalan digunakan untuk menyangkut orang," kata dia.‎

Karenanya, dia meminta pemerintah supaya bijak dan adil untuk menanggapi setiap kecelakan bus dan tidak selalu beranggapan karena kesalahan supir. Dia meminta pemerintah juga melihat adanya faktor teknis kendaraan yang sangat mempengaruhi terjadinya suatu kecelakaan.

"Maka dari itu pemilik perusahaan yang busnya mengalami kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa harus dimintakan pertanggung jawabannya bila terbukti bahwa faktor teknis mendominasi terjadinya kecelakaan bus tersebut," ujarnya.‎

Untuk diketahui,empat orang meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan itu. Mereka adalah, Diana Simatupang usia 24 tahun, beralamat Griya Cisaup Serpong RT-01/RW-08 Blok AB, Nomor 01 Tanggerang. Dadang usia 45 tahun merupakan Kepala Desa Citeko, bertempat tinggal di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua.

Kemudian, Jainudin beralamat Babakan Lebak RT-02/RW-06 Kecamatan Sinar Galih, Kabupaten Bogor, serta Oktariyansyah Purnama Putra (26) warga Jalan Rawa 8 Nomor 634 RT-10/RW-02 Kelurahan Lebak Gajah, Kecamatan Sematang Borong, Kota Palembang.

Kecelakaan bermula dari bus Hino Pariwisata PO HS Transport dengan Nomor Polisi AG 7057 UR yang dikemudikan Bambang Hernowo (51) melaju dari arah Puncak menuju Jakarta. Saat berada di Tanjakan Selarong, bus kehilangan kendali, diduga karena remnya blong.

Bus kemudian menabrak sejumlah kendaraan secara beruntun, yakni Grand Livina B 7401 NDY yang dikemudikan Wanda Komara (37) warga kampung Citeko, Kecamatan Cisarua. Lalu menabrak sepeda motor Viaro B 4446 SBC yang dikemudikan Jaenudin (40) dan tewas saat kejadian.

Bus nahas itu juga menabrak mobil Daihatsu Ayla F 1423 NH yang dikemudikan Tommy Gunawan (36) yang mengalami luka ringan, lalu dengan sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam yang dikendarai Oktariansyah Purnama Putra (26), salah satu korban tewas.

Selanjutnya, bus menabrak kendaraan mini bus Avanza warna putih B 1818 EFB yang belum diketahi identitas pengemudinya, selanjutnya menabrak Toyota Rus B 2826 DFL, lalu menabrak lagi angkot F 1976 MP yang dikemudikan M Darus Jaelani (40) yang mengalami luka ringan. Setelah menabrak angkot, bus kembali menghantam sejumlah kendaraan yang melintas di jalur Puncak.

Kendaraan berikutnya Toyata Avanza B 1347 WOC, lalu Avanza warna hitam F 1851 CD yang dikemudikan oleh Dani Hermansyah (25) warga Perum Griya Raharja, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea. Selanjutnya menabrak sepeda motor Yamaha Vixion warna biru B 3167 CAT yang dikemudikan oleh Hasanudin (22) yang mengalami luka ringan.

Kendaraan berikutnya turut jadi korban hantaman bus yakni Honda Vario yang belum diketahui identitas pengendaranya, lalu sepeda motor Beat F 2711 DG yang dikemudikan Muhammad Silfa Arif (23), warga Jalan Wanajaya, Pasirjaya, Kota Bogor.

Kerugian material akibat kecelakaan tersebut ditaksir sebesar Rp500 juta. Menurut informasi dari Kanit Laka Polres Bogor Kabupaten IPDA Asep, pengendara bus pariwisata HS tidak mengantongi STNK dan tidak memilik SIM. Bus juga tidak memiliki kartu KIR kendaraan. ‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Puncak Bertambah

Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Puncak Bertambah

News | Sabtu, 22 April 2017 | 23:26 WIB

Tabrakan Beruntun di Puncak, Korban Bergelimpangan

Tabrakan Beruntun di Puncak, Korban Bergelimpangan

News | Sabtu, 22 April 2017 | 20:29 WIB

Puncak Macet, Polisi Sarankan Jangan Lewat Jalur Alternatif

Puncak Macet, Polisi Sarankan Jangan Lewat Jalur Alternatif

News | Jum'at, 14 April 2017 | 13:14 WIB

Libur Panjang, Jalur Puncak Padat Merayap

Libur Panjang, Jalur Puncak Padat Merayap

News | Jum'at, 14 April 2017 | 13:11 WIB

DPR Dorong Pembebasan Lahan Proyek Jalur Puncak II

DPR Dorong Pembebasan Lahan Proyek Jalur Puncak II

Bisnis | Jum'at, 07 April 2017 | 19:49 WIB

Komisi V DPR Dorong Jalur Puncak II Jadi Jalan Nasional

Komisi V DPR Dorong Jalur Puncak II Jadi Jalan Nasional

Bisnis | Jum'at, 07 April 2017 | 19:17 WIB

Khofifah, Menteri Pertama RI yang Injakkan Kaki di Puncak Jaya

Khofifah, Menteri Pertama RI yang Injakkan Kaki di Puncak Jaya

News | Senin, 27 Februari 2017 | 05:42 WIB

Ingat, Mulai Sore Nanti Jalur Menuju Puncak Ditutup

Ingat, Mulai Sore Nanti Jalur Menuju Puncak Ditutup

News | Sabtu, 31 Desember 2016 | 07:21 WIB

Hati-hati, Pembatas Jalan Puncak-Bogor Ambrol Diterjang Banjir

Hati-hati, Pembatas Jalan Puncak-Bogor Ambrol Diterjang Banjir

News | Kamis, 10 November 2016 | 00:42 WIB

Keberadaan WNA di Puncak Berdampak Positif dan Negatif

Keberadaan WNA di Puncak Berdampak Positif dan Negatif

News | Minggu, 16 Oktober 2016 | 03:12 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×