Bicara Islam Moderat di Universitas Oxford, Jusuf Kalla Diprotes

Tomi Tresnady

Jum'at, 19 Mei 2017 | 08:37 WIB
Bicara Islam Moderat di Universitas Oxford, Jusuf Kalla Diprotes
Wapres Jusuf Kalla (kiri) didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kedua kiri) memotong tumpeng di acara HUT ke-75 Jusuf Kalla di rumah dinas Wapres di Menteng, Jakarta Pusat, Senin 15 Mei 2017. [Antara]

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memberikan kuliah umum bertema Islam toleran di Indonesia di Pusat Studi Kajian Agama Islam Universitas Oxford, Inggris, pada Kamis malam (18/5/2017).

Kalla menuturkan di hadapan ratusan peserta kuliah umum bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila, yang menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama.

"Sekalipun Indonesia 88 persen penduduknya adalah Muslim, Indonesia bukanlah negara Islam," kata Kalla, seperti dilaporkan Antara yang dilansir Suara.com, Jumat (19/5/2017.

Wapres menjelaskan agama Islam datang ke Indonesia dengan penuh kedamaian melalui imam sufi, lewat perdagangan dan bukan dengan paksaan maupun perang.

"Oleh karena itu, Islam di Indonesia berkembang dengan kedamaian, yang pada abad ke-delapan dan sembilan dibawa oleh imam sufi dan pedagang Arab untuk menyatu dengan kebudayaan dan kearifan lokal di Tanah Air. Sehingga, kemudian Islam ini menjadi suatu Islam Jalan Tengah atau Wasatiyah," jelasnya.

Kuliah umum Wapres Jusuf Kalla dihadiri oleh pelajar Indonesia dan pelajar asing yang tertarik mendalami ilmu mengenai agama Islam di Pusat Kajian Islam Oxford atau Oxford Centre for Islamic Studies (OSIC).

Sebelum digelar acara, kehadiran Jusuf Kalla diprotes salah satunya oleh Mariella, warga keturunan Indonesia di Inggris.

Mariella mengirim surat ke Wakil Rektor Universitas Oxford. Dalam suratnya yang diterbitkan oleh anglicanmainstream.com, Mariella menyinggung soal Kalla yang diduga terlibat dalam konspirasi memenjarakan Ahok.

Surat itu juga mengatakan bahwa masyarakat Indonesia di Inggris, termasuk mereka yang belajar di Universitas Oxford, terperanjat dan kecewa karena mengetahui undangan untuk Wakil Presiden Indonesia, Bapak Jusuf Kalla, untuk memberikan ceramah berjudul "Pengalaman Islam Moderat di Indonesia", pada hari Kamis.

baca juga

Menurutnya, Kalla dikenal secara luas sebagai pendukung Islam tidak toleran. Dia menulis peristiwa masa lalu, saat tahun 1968 di mana Kalla menjadi pemimpin HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Makassar.

Mariella menulis bahwa Kalla melakukan tuduhan penghujatan kepada seorang Katolik  dan Kalla tercatat telah "menginstruksikan semua anggota HMI dan organisasi Muslim lainnya untuk datang ke masjid terdekat, jam 8 malam."

"Setelah salat malam (Isya), orang-orang Muslim mulai menyerang bangunan-bangunan Kristen, dan pengeras suara dari masjid meneriakkan 'Allahu akbar, membela agama Anda, menjadi martir!" Bangunan-bangunan Kristen yang diserang dalam insiden tersebut adalah 9 gereja protestan, 4 gereja Katolik, 1 asrama biarawati, 1 Akademi Teologi, 1 kantor organisasi pelajar Katolik, dan 2 sekolah Katolik," tulis dia.

Mariella kemudian menulis, "Undangan Kalla jadi pembicara semakin tidak sensitif karena datang setelah gubernur Kristen Jakarta yang sangat populer, yang dikenal sebagai Ahok, telah kehilangan pemilihannya kembali secara murni karena organisasi Muslim diwakili/didukung oleh orang-orang yang dekat dengan Kalla telah dengan sengaja menghasut kebencian religius, mendesak orang untuk turun ke jalan untuk mengingatkan mereka bahwa menurut Alquran, umat Islam tidak diperbolehkan menunjuk seorang non-Muslim untuk berada dalam posisi kepemimpinan."

Selain menjabarkan isi surah Al Maidah 51, Mariella juga menyebut vonis dua tahun penjara bagi Ahok kasar dan bahkan menurut standar Indonesia. Hal ini menyebabkan kecaman internasional.

Sementara itu, meski memiliki kewajiban untuk tetap netral, "Kalla telah secara aktif mendukung kandidat alternatif, seorang Isalmis, yang telah banyak dikritiknya."

Surat juga menulis jika bahwa berisiko menganugerahkan kepada Kalla kredibilitas yang tak pantas baginya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masinton: Jokowi dan JK Akur-akur Saja Sampai Sekarang

Masinton: Jokowi dan JK Akur-akur Saja Sampai Sekarang

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 13:49 WIB

Maruarar Sirait: Jangan Adu Domba Jokowi-JK

Maruarar Sirait: Jangan Adu Domba Jokowi-JK

News | Rabu, 17 Mei 2017 | 15:31 WIB

Projo Tanggapi Isu Panas Hubungan Jokowi dan JK

Projo Tanggapi Isu Panas Hubungan Jokowi dan JK

News | Rabu, 17 Mei 2017 | 12:00 WIB

Putri Bungsu Bela Jusuf Kalla yang Dituduh Rasis

Putri Bungsu Bela Jusuf Kalla yang Dituduh Rasis

News | Rabu, 17 Mei 2017 | 06:57 WIB

Membaca Kekuatan JK Melawan Jokowi di Pilpres 2019

Membaca Kekuatan JK Melawan Jokowi di Pilpres 2019

News | Selasa, 16 Mei 2017 | 16:21 WIB

Hamdi Muluk: Hubungan JK dengan Isu SARA Sulit Dibuktikan

Hamdi Muluk: Hubungan JK dengan Isu SARA Sulit Dibuktikan

News | Selasa, 16 Mei 2017 | 15:21 WIB

Pengamat: Belakangan JK dan Jokowi Terlihat Berbeda

Pengamat: Belakangan JK dan Jokowi Terlihat Berbeda

News | Selasa, 16 Mei 2017 | 12:56 WIB

Terkini

Polisi Mediasi 5 Siswi Bully Anak SD di Medan, Penyebab Diduga Gegara Postingan Medsos

Polisi Mediasi 5 Siswi Bully Anak SD di Medan, Penyebab Diduga Gegara Postingan Medsos

Sumut | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:51 WIB

Lawan Rasa Takut, KickFlip Terus Melangkah Maju di Lagu Kick Off The Wall

Lawan Rasa Takut, KickFlip Terus Melangkah Maju di Lagu Kick Off The Wall

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Berapa Menit Jeda Pemakaian Toner, Serum, Moisturizer, dan Sunscreen? Ini Urutannya

Berapa Menit Jeda Pemakaian Toner, Serum, Moisturizer, dan Sunscreen? Ini Urutannya

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Kuliah Umum di UNP, Gus Ipul Ajak Civitas Akademika Jadi Agen Perlinsos

Kuliah Umum di UNP, Gus Ipul Ajak Civitas Akademika Jadi Agen Perlinsos

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:48 WIB

4 Kombinasi Layering Parfum Scarlett dengan Paduan Unik, Wanginya Tahan Lama

4 Kombinasi Layering Parfum Scarlett dengan Paduan Unik, Wanginya Tahan Lama

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:44 WIB

Febrie Adriansyah Diduga Terima Rp12 Miliar Terkait Perkara Korupsi Tol MBZ

Febrie Adriansyah Diduga Terima Rp12 Miliar Terkait Perkara Korupsi Tol MBZ

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:43 WIB

UU Ketenagakerjaan Baru Sah: Ojol dan Kreator Resmi Diakui Pekerja

UU Ketenagakerjaan Baru Sah: Ojol dan Kreator Resmi Diakui Pekerja

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:41 WIB

Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan

Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan

Bogor | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Daftar Shio yang Rezekinya Melimpah kalau Kerja di Bidang Kreatif

Daftar Shio yang Rezekinya Melimpah kalau Kerja di Bidang Kreatif

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:36 WIB

KPU Jawab Putusan MK soal Pendidikan Gibran, Klaim Dokumen Penyetaraan Sah Saat Pilpres 2024

KPU Jawab Putusan MK soal Pendidikan Gibran, Klaim Dokumen Penyetaraan Sah Saat Pilpres 2024

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:34 WIB

×