Penolong Korban Bom: Kami Cabut Paku dari Lengan dan Wajah Mereka

Ruben Setiawan

Rabu, 24 Mei 2017 | 06:49 WIB
Penolong Korban Bom: Kami Cabut Paku dari Lengan dan Wajah Mereka
Aksi solidaritas bagi korban bom Manchester di Albert Hall. (AFP)

Seorang tuna wisma yang meminta-minta di dekat Manchester Arena, lokasi terjadinya serangan bom bunuh diri di Inggris, dianggap sebagai pahlawan lantaran melindungi seorang perempuan yang sekarat.

Chris Parker, 33, sedang meminta-minta di lokasi saat terduga pelaku bom bunuh diri, Salman Abedi, melancarkan aksinya Senin (22/5/2017) malam waktu setempat. Aksinya menewaskan 22 orang dan melukai 59 lainnya.

Di tengah kekacauan, saat orang-orang berhamburan keluar dari lokasi konser Ariana Grande, Parker bergegas mencari korban yang bisa ia selamatkan. 

Seorang lain bernama Stephen Jones, 35, yang juga tuna wisma, juga mencari korban yang bisa diselamatkan. Kabarnya, masyarakat setempat menggalang dana untuk diberikan atas keberanian para tuna wisma ini.

“Saya dengar ledakan dan dalam sepersekian detik saya melihat kilatan putih, dan asap, kemudian saya dengar teriakan,” kenang Parker sambil berderai air mata.

“Ledakan itu menghempaskan saya ke lantai dan saya bangkit, alih-alih lari, naluri saya mendorong saya untuk kembali dan mencoba memberikan pertolongan,” katanya kepada kantor berita Press Association.

“Ada orang berbaring di mana-mana. Saya melihat seorang gadis kecil… ia tidak memiliki kaki. Saya membalutnya dengan kaos merchandise dan bertanya, ‘di mana ayah dan ibu?’ Ia menjawab, ‘ayah saya bekerja, ibu saya di atas saya’,” kisahnya.

Saya tak bisa berhenti menangis

Parker, yang sudah menjadi tuna wisma di Manchester selama sekitar satu tahun, secara rutin datang ke Manchester Arena untuk meminta-minta. 

Ia mengaku menenangkan seorang perempuan yang sekarat usai insiden itu.

“Ia meninggal dunia di tangan saya. Ia berusia 60 tahun dan ia mengatakan datang bersama keluarganya,” kata Parker.

“Saya tidak bisa berhenti menangis,” katanya.

“Bagian paling menegangkan adalah bahwa ini adalah konser yang dihadiri banyak anak-anak,” sambungnya.

“Ada baut-baut di seluruh lantai. Ada orang-orang yang terluka di bagian punggungnya

Kami perlu membalas kebaikan mereka

Sementara itu, Jones, yang sebelumnya bekerja sebagai tukang batu, dan sudah menjadi tuna wisma selama setahun, mengenang bagaimana ia mengusap darah dari mata seorang anak.

“Banyak sekali anak-anak yang bersimbah darah, menangis dan berteriak,” kata Jones kepada ITV.

“Kami harus menarik paku-paku dari lengan mereka, juga beberapa paku dari wajah anak perempuan ini,” kenangnya.

Jones mengatakan, ia bertindak secara naluriah untuk membantu korban.

“Jika saya tidak membantu, saya mungkin tidak bisa melanjutkan hidup karena meninggalkan anak-anak dalam kondisi seperti itu,” katanya.

Sebuah penggalangan dana online untuk Jones telah mencapai angka 10.000 Poundsterling atau setara Rp172 juta.

“Meski saya tuna wisma, bukan berarti saya tidak punya hati,” katanya.

“Ada banyak orang baik di Manchester yang membantu kami dan kami merasa perlu membalas kebaikan mereka,” pungkasnya. (AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru

Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:41 WIB

Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan

Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:37 WIB

Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir

Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa

Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:16 WIB

Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu

Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:15 WIB

Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting

Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:07 WIB

Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!

Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:05 WIB

Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek

Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek

Riau | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:05 WIB

Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija

Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija

Video | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:05 WIB

Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19

Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:02 WIB

×