Siapa Orang yang Tubuhnya Terpotong-potong Usai Bom Bunuh Diri?

Siswanto, Adie Prasetyo Nugraha

Kamis, 25 Mei 2017 | 11:27 WIB
Siapa Orang yang Tubuhnya Terpotong-potong Usai Bom Bunuh Diri?
Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Komisaris Besar Polisi Edi Purnomo [suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]
Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, menerima lima jenazah dari lokasi ledakan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu pada Rabu (24/5/2017) malam.

"Jenazah datang semalam, untuk anggota polisi tiga orang dan sudah dikembalikan ke keluarga. Hari ini dilakukan prosesi pemakaman di kediaman masing-masing korban. Satu jenazah lagi sudah dilakukan pemeriksaan lengkap semalam, tinggal nunggu identifikasi lebih lanjut dari perolehan sidik jari dan hasil DNA semalam,". kata Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Komisaris Besar Edi Purnomo di RS Polri Kramatjati, Kamis (25/5/2017).

Kelima jenazah terdiri dari tiga anggota polisi dan dua orang warga sipil.

Edi mengatakan petugas forensik sedang berusaha mengidentifikasi salah satu jenazah warga sipil yang anggota tubuhnya terpotong-potong.

"Satu bagian lagi belum bisa dikatakan satu jenazah karena ada bagian bagian tubuh yang belum bisa disatukan menjadi satu. Jadi belum bisa ditentukan. Nanti akan dilakukan tes DNA apakah sama antara potongan satu dan lainnya," kata Edi.

"Selanjutnya kami masih menunggu keluarga korban yang masih ada di sini, untuk dicocokkan DNA," Edi menambahkan.

Petugas forensik sekarang tengah menunggu hasil dari tes DNA karena proses sidik jari sulit dilakukan.

"Kalau yang tercerai berai itu sulit, karena tangan dan kakinya terpisah. apakah itu satu bagian kami menunggu hasil DNA dulu," katanya.

Edi mengatakan proses pemeriksaan DNA paling cepat memakan waktu satu pekan. Namun, itu tergantung dari kondisi korban.

"Proses DNA paling cepat satu minggu karena korban bom itu lama karena tercerai berai jadi agak lama," kata dia.
 
Tiga anggota polisi yang meninggal dunia yaitu Bripda Imam Gilang Adinata asal Klaten, Bripda Ridho Setiawan asal Lampung, dan Bripda Taufan asal Bekasi.
 
Dua warga sipil yang meninggal diduga merupakan pelaku bom bunuh diri.

Ledakan juga melukai sedikitnya 10 orang yang terdiri lima anggota polisi dan lima warga sipil.

Korban luka bernama Bripda Feri (unit 1 peleton 4 Polda Metro Jaya) mengalami luka pada wajah, badan dan paha, Bripda Yogi (unit 1 peleton 4 Polda Metro Jaya) mengalami luka di sekujur tubuh, Agung (17) berprofesi sebagai supir swasta mengalami luka pada kaki, tangan dan badan. Korban lainnya seorang mahasiswi bernama Jihan (19) mengalami luka melepuh pada tangan kiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Pelajaran Berharga dari Sejarahnya

Kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Pelajaran Berharga dari Sejarahnya

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Jadi Standby Buyer, Danantara Siap Serok Saham di Kala Pasar Modal Rungkad

Jadi Standby Buyer, Danantara Siap Serok Saham di Kala Pasar Modal Rungkad

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Ramainya Bisnis Kuliner Jadi Peluang Perbankan Perluas Transaksi Digital

Ramainya Bisnis Kuliner Jadi Peluang Perbankan Perluas Transaksi Digital

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:22 WIB

Laut Itu Terlalu Luas, Ketika Anak-anak Firdaus Wajidi Menatap Titik Terakhir Sang Ayah Berkarya

Laut Itu Terlalu Luas, Ketika Anak-anak Firdaus Wajidi Menatap Titik Terakhir Sang Ayah Berkarya

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:22 WIB

PM2.5 Turun Usai Dry Ice Diuji, Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya Hari Ini

PM2.5 Turun Usai Dry Ice Diuji, Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya Hari Ini

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Dari Kode Kupon Menjadi Mitra Hemat: BARAKATALAN Menghubungkan Pembeli Online dengan Peluang Hemat

Dari Kode Kupon Menjadi Mitra Hemat: BARAKATALAN Menghubungkan Pembeli Online dengan Peluang Hemat

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:19 WIB

Dana Darurat untuk Karhutla Kalimantan hingga Banjir Aceh-Sumatera Diduga Jadi Bancakan Oknum BNPB

Dana Darurat untuk Karhutla Kalimantan hingga Banjir Aceh-Sumatera Diduga Jadi Bancakan Oknum BNPB

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Rilis 9 November! NCT Dream Siap Comeback Lewat Album Dream After Dream

Rilis 9 November! NCT Dream Siap Comeback Lewat Album Dream After Dream

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Royal Enfield Meluncurkan Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun

Royal Enfield Meluncurkan Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Bikin Rugi Negara, Pemerintah Didesak Pembangunan 3 PLTU di Sumatra

Bikin Rugi Negara, Pemerintah Didesak Pembangunan 3 PLTU di Sumatra

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×