Komunis dan Muslim Filipina Kecam Darurat Militer Duterte

Reza Gunadha

Jum'at, 26 Mei 2017 | 12:28 WIB
Komunis dan Muslim Filipina Kecam Darurat Militer Duterte
Aksi Aliansi Patriotik Baru Filipina memprotes kebijakan darurat militer di Mindanao. [Carlo Manalansan/Telesur]

Suara.com - Kaum komunis Filipina dan Muslim Moro mengecam kebijakan darurat militer di selatan negeri tersebut, Pulau Mindanao, yang diterapkan Presiden Rodrigo Duterte sejak Rabu (24/5/2017).

Menurut mereka, penerapan darurat militer tersebut hanya dalih agar seluruh kekuasaan pemerintahan dan militer bisa dikontrol secara langsung oleh sang presiden.

Partai Komunis Filipina (PKF), Suara Bangsamoro, dan Moro Islamic Liberation Front (MILF), menilai melalui darurat militer, Filipina kekinian berada di ambang kediktatoran seperti era Ferdinand Marcos.

Ketua Suara Bangsamoro Jerome Succor Aba mengatakan, kebijakan tersebut bukan solusi bagi 22 juta orang penduduk Pulau Mindanao, termasuk Kota Marawi yang dikuasai gerombolan teroris Abu Sayyaf.

“Darurat militer adalah kristalisasi kegagalan Duterte untuk menyejahterakan rakyat Moro, seperti janjinya saat kampanye. Gerombolan Abu Sayyaf hanyalah kelompok kecil dan tak memunyai visi membela rakyat tertindas. Kalau mau menghancurkan mereka, tak perlu darurat militer,” tegas Ketua Suara Bangsamoro Jerome Succor Aba, seperti dilansir Manila Today, Kamis (25/5/2017).

Ia mengatakan, Duterte tidak mengetahui akar persoalan yang dihadapi oleh mayoritas bangsa Moro di selatan Filipina.

Duterte, kata dia, gagal mengatasi masalah dasar orang-orang Moro seperti kemiskinan, monopoli kepemilikan lahan oleh kaum elite Moro maupun non-Moro, dan penguasaan lahan perkebunan serta operasi penambangan skala besar oleh perusahaan asing serta mitra lokal mereka.

“Duterte juga mengabaikan layanan sosial dasar, kurangnya kesempatan kerja, dan persoalan rakyat miskin lainnya. Tidak ada satu pun yang diselesaikan Duterte,” terangnya.

Sementara PKF dalam pernyataan resminya menilai darurat militer menjadi pintu masuk bagi Duterte untuk memperkuat barisan militer guna menekan perlawanan rakyat.

baca juga

"Dengan darurat militer, Duterte telah semakin berani mengintensifkan kampanye pembunuhan, penculikan, penyiksaan, penembakan tanpa pandang bulu, pendudukan militer, evakuasi paksa, pemboman udara, dan berbagai pelanggaran militer," demikian pernyataan resmi PKF.

Pendiri PKF Jose Maria Sison bahkan memperingatkan Duterte untuk tidak meneruskan kebijakan darurat militer.

”Jika Duterte meyakini darurat militer adalah solusi untuk semua persoalan rakyat Filipina, maka dia tengah bermain dengan api,” tegas Sison seperti dilansir TelesurTV.net.

PKF sejak era tahun 60-an menjadi kekuatan oposan terbesar dan terkuat bagi rezim-rezim totaliter Filipina.

PKF memunyai sayap militer sendiri yakni Tentara Rakyat Baru (NPA). Gerilyawan NPA di desa-desa pelosok menjadi sosok pelindung para petani yang kerap mendapat intimidasi serta kekerasan pihak militer Filipina maupun tuan tanah.

Kaum komunis juga memunyai aliansi bersama kelompok-kelompok nasionalis, agama, dan beragam gerakan demokratis—semacam pemerintahan bayangan—bernama Front Demokrasi Nasional (NDF).

Duterte sendiri bisa menjadi presiden dari sebelumnya sebagai Gubernur Davao, karena dekat dan mengakomodasi keinginan PKF, terutama perihal reformasi agraria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Megawati Heran Masyarakat Sembarangan Tuduh Jokowi PKI

Megawati Heran Masyarakat Sembarangan Tuduh Jokowi PKI

News | Rabu, 24 Mei 2017 | 18:54 WIB

Sadis, Kepala Polisi Filipina Disembelih Teroris

Sadis, Kepala Polisi Filipina Disembelih Teroris

News | Rabu, 24 Mei 2017 | 16:42 WIB

Filipina Diteror ISIS ?

Filipina Diteror ISIS ?

Video | Rabu, 24 Mei 2017 | 14:37 WIB

Abu Sayyaf Duduki Kota, Duterte Umumkan Darurat Militer

Abu Sayyaf Duduki Kota, Duterte Umumkan Darurat Militer

News | Rabu, 24 Mei 2017 | 14:14 WIB

Transkrip Bocor, Trump dan Duterte Sebut Kim Jong Un 'Orang Gila'

Transkrip Bocor, Trump dan Duterte Sebut Kim Jong Un 'Orang Gila'

News | Rabu, 24 Mei 2017 | 09:44 WIB

Presiden Filipina Nyatakan Darurat Militer di Mindanao

Presiden Filipina Nyatakan Darurat Militer di Mindanao

News | Rabu, 24 Mei 2017 | 01:46 WIB

Kota Marawi Mencekam, Tentara Filipina Baku Tembak dengan ISIS

Kota Marawi Mencekam, Tentara Filipina Baku Tembak dengan ISIS

News | Selasa, 23 Mei 2017 | 23:00 WIB

Antiklimaks, Taklukkan Filipina, Timnas U-16 Kalah dari Tim Lokal

Antiklimaks, Taklukkan Filipina, Timnas U-16 Kalah dari Tim Lokal

Bola | Senin, 22 Mei 2017 | 15:35 WIB

Lawan Tim Ini Jadi Uji Coba Internasional Pertama Timnas U-16

Lawan Tim Ini Jadi Uji Coba Internasional Pertama Timnas U-16

Bola | Sabtu, 20 Mei 2017 | 23:45 WIB

Bulan Puasa, Nikita Mirzani Pilih Temui Pacar di Italia

Bulan Puasa, Nikita Mirzani Pilih Temui Pacar di Italia

Entertainment | Selasa, 16 Mei 2017 | 11:40 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×