"Semenjak berkas masuk pengadilan. Saya sudah merasakan teror yang luar biasa, telepon, SMS, puluhan orang semuanya mengancam saya, agar saya ini tidak ikut campur urusan pilkada, dan pelaporan-pelaporan kasus pidana," kata Nove.
"Ini yang saya khawatirkan yang berbentuk barang. Kalau telepon, WA, saya nggak pernah ladenin. Kalau sudah bentuk barang, alamat saya kan berarti sudah diketahui secara jelas," kata Novel.
Novel berencana untuk melaporkan kasus ini ke polisi agar ditelusuri siapa orang yang memesan barang tersebut.