Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 16 Januari 2026 | 21:25 WIB
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah diskusi bersama 1.200 akademisi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026). [Foto: Biro Pers Istana]
baca 10 detik
  • Azis Subekti menggarisbawahi kepemimpinan Presiden Prabowo sebagai fase sejarah penguatan peran hakiki negara.
  • Negara mengintervensi ketidakadilan struktural melalui pemutihan utang petani dan penertiban sumber daya alam.
  • Upaya pemberantasan korupsi kini berfokus pada pemulihan aset untuk kepentingan pendidikan publik dan layanan haji.

Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, memberikan catatan mendalam mengenai lanskap politik Indonesia kontemporer.

Ia menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto saat ini bukan sekadar peristiwa elektoral biasa, melainkan sebuah fase sejarah di mana negara mulai kembali menjalankan peran hakikinya.

Azis menyoroti perubahan fundamental dalam arah kebijakan negara. Menurutnya, Indonesia kini bergerak keluar dari bayang-bayang negara yang terlalu lama ragu menggunakan kewenangannya.

"Negara tidak lagi sepenuhnya menarik diri sebagai pengatur prosedural, tetapi mulai kembali turun tangan dalam perkara-perkara dasar yang selama ini menentukan nasib rakyat kecil," ujar Azis Subekti kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

Ia mencontohkan kebijakan pemutihan utang bagi petani dan nelayan sebagai langkah korektif terhadap ketidakadilan struktural.

Menurutnya, utang selama ini menjadi mekanisme "pembekuan" bagi rakyat kecil. Dengan menghapus piutang macet, negara tidak hanya memulihkan arus kas, tetapi juga kapasitas hidup warga.

"Negara sedang mengintervensi titik di mana ketimpangan direproduksi dari generasi ke generasi—sebuah langkah yang menandai kehadiran negara yang tidak netral terhadap ketidakadilan struktural," tulisnya.

Di sektor lingkungan dan sumber daya alam, Azis menyoroti penertiban kawasan hutan dan pertambangan ilegal sebagai upaya memulihkan kedaulatan ruang.

Langkah negara mengambil kembali jutaan hektare kawasan hutan—seperti di Tesso Nilo—menandakan bahwa kepentingan ekonomi tidak lagi secara otomatis menang di atas hukum.

baca juga

Demikian pula di sektor tambang, penutupan ribuan titik tambang ilegal dan penyitaan ratusan ton timah menunjukkan perubahan rasionalitas kekuasaan.

"Pelanggaran tidak lagi murah. Kekayaan alam dipulihkan sebagai milik publik, bukan hasil perburuan bebas," tegasnya.

Azis juga memberikan apresiasi terhadap pola pemberantasan korupsi yang disertai pemulihan aset. Ia menilai negara kini menggeser makna keadilan dengan mengalihkan dana sitaan korupsi dalam jumlah triliunan rupiah untuk kepentingan pendidikan dan perbaikan sekolah.

"Dalam perspektif akademik, ini mendekati praktik keadilan restoratif pada skala negara—langka, tetapi menentukan legitimasi jangka panjang," jelasnya.

Sisi lain yang disoroti adalah kepemilikan perkampungan haji di Makkah. Azis menyebutnya sebagai bentuk "nasionalisme administratif".

Dengan berubahnya status dari penyewa menjadi pemilik, negara dinilai berhasil mengubah relasi kuasa demi martabat layanan warganya di luar negeri.

Lebih lanjut, Azis menyimpulkan bahwa Indonesia sedang mengalami fase rekonsolidasi negara. Meski ia mengingatkan bahwa kekuasaan yang menguat harus tetap diawasi, ia menegaskan bahwa absennya negara jauh lebih merusak bagi keadilan sosial.

"Esai ini bukan pembenaran kekuasaan, melainkan pembacaan arah. Sejarah tidak menilai niat, tetapi konsistensi. Setiap kali negara mulai mengingat dirinya, sejarah selalu bergerak—pelan, sering tak sempurna, tetapi nyata dalam kehidupan rakyat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menuju Zero Kusta, WHO Ajak Indonesia Perkuat Kolaborasi

Menuju Zero Kusta, WHO Ajak Indonesia Perkuat Kolaborasi

Foto | Jum'at, 16 Januari 2026 | 20:15 WIB

Jejak Politisi dan Oligarki di Balik Banjir Sumatra, JATAM Bongkar Nama-nama Besar

Jejak Politisi dan Oligarki di Balik Banjir Sumatra, JATAM Bongkar Nama-nama Besar

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 17:35 WIB

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:16 WIB

Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru

Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:07 WIB

Direstui Prabowo, Purbaya Ancam Setop Kirim Anggaran Jika Kementerian Lelet Belanja

Direstui Prabowo, Purbaya Ancam Setop Kirim Anggaran Jika Kementerian Lelet Belanja

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:07 WIB

RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital

RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:40 WIB

Terungkap! Ini yang Dikoreksi Prabowo dari Desain hingga Fungsi IKN

Terungkap! Ini yang Dikoreksi Prabowo dari Desain hingga Fungsi IKN

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:06 WIB

Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya

Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 20:26 WIB

Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!

Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 19:41 WIB

Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo

Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:51 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×