Lima Tahun Ikut HTI, Ini Pengakuan Dosen UIN Surabaya

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Selasa, 30 Mei 2017 | 19:08 WIB
Lima Tahun Ikut HTI, Ini Pengakuan Dosen UIN Surabaya
Penulis Buku Membongkar Proyek ala HTI, Ainur Rofik Al Amin di D'Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Ainur Rofik Al Amin, Penulis Buku 'Membongkar Proyek Khilafah Ala Hizbut Tahrir Indonesia', mengklaim HTI adalah organisasi massa yang anti-Pancasila.

Pasalnya, kata dia, Pancasila tidak sesuai ajaran Islam. HTI hanya mengakui sistem kenegaraan yang benar adalah khilafah.

"HTI berusaha mengkritisi pemikiran yang tidak sesuai dengan Islam versi mereka, misalnya Pancasila dan Nasionalisme. Menurut mereka, nasionalisme itu buruk sekali, karena bertentangan dengan ide khilafah HTI," katanya di D'Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017).

Menurut lelaki yang pernah menjadi anggota HTI selama lima tahun tersebut, HTI juga sangat menentang demokrasi.

Dia bahkan mengatakan kehadiran HTI di negara demokrasi, hanya ingin mencari celah atau ruang kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah yang sah.

"Dia juga mati-matian mengkritisi demokrasi. Mereka mau menelanjangi kebobrokan rezim yang ada. Lalu dia tawarkan satu-satunya solusi adalah khilafah," kata Ainur.

Dosen Universitas Islam Negeri  Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur tersebut menuturkan, HTI selalu berupaya menjatuhkan pemerintah. Sebab, setelah pemerintah jatuh, mereka mengklaim bakal mendapat mandat dari masyarakat yang sudah diindoktrinasi.

Ainur menjelaskan, ada sejumlah langkah yang dilakukan HTI untuk menyebarluaskan pandangannya. Langkah pertama, dengan melakukan pembinaan atau pengkaderan. Dalam tahap ini, pendidikan sangat diutamakan, terutama tentang gagasan HTI.

"Kemudian, langkah selanjutnya sudah mulai berusaha mengajak kader yang dibina untuk berinteraksi dengan masyarakat. Di sini mulai diterapkan perang pemikiran, termasuk mengkritisi kebijakan pemerintah dan semagat Nasionalisme," kata Ainur.

baca juga

Setelah rezim pemerintah jatuh, barulah HTI masuk untuk mengambil alih kekuasaan dan menerapkan khilafah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkopolhukam dan MPR Tak Biarkan Ormas Anti Pancasila Hidup

Menkopolhukam dan MPR Tak Biarkan Ormas Anti Pancasila Hidup

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 15:57 WIB

HTI Bilang Harusnya Rizieq Diapresiasi, Kok Malah Dijadikan TSK

HTI Bilang Harusnya Rizieq Diapresiasi, Kok Malah Dijadikan TSK

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 12:19 WIB

Menhan Ryamizard: HTI Silakan Angkat Kaki dari Republik Ini!

Menhan Ryamizard: HTI Silakan Angkat Kaki dari Republik Ini!

News | Rabu, 24 Mei 2017 | 10:51 WIB

Eks Menteri yang Dukung HTI Didesak Mendagri Beri Klarifikasi

Eks Menteri yang Dukung HTI Didesak Mendagri Beri Klarifikasi

News | Selasa, 23 Mei 2017 | 13:43 WIB

Jika Dibubarkan, PBNU Siap Rangkul Mantan Anggota HTI

Jika Dibubarkan, PBNU Siap Rangkul Mantan Anggota HTI

News | Jum'at, 19 Mei 2017 | 17:09 WIB

Jika Tak Dibubarkan, PBNU Khawatir HTI Ancam Keutuhan NKRI

Jika Tak Dibubarkan, PBNU Khawatir HTI Ancam Keutuhan NKRI

News | Jum'at, 19 Mei 2017 | 16:34 WIB

Pemerintah Pertimbangkan Terbitkan Perppu Untuk Bubarkan HTI

Pemerintah Pertimbangkan Terbitkan Perppu Untuk Bubarkan HTI

News | Jum'at, 19 Mei 2017 | 15:11 WIB

TPDI Kritik Pembubaran HTI Tidaklah Cukup

TPDI Kritik Pembubaran HTI Tidaklah Cukup

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 20:05 WIB

Mantan Ketua MK Setuju HTI Dibubarkan Tanpa Pengadilan

Mantan Ketua MK Setuju HTI Dibubarkan Tanpa Pengadilan

News | Rabu, 17 Mei 2017 | 18:36 WIB

MUI Setuju HTI Dibubarkan

MUI Setuju HTI Dibubarkan

News | Rabu, 17 Mei 2017 | 17:25 WIB

Terkini

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:00 WIB

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×