Array

Jika Tak Dibubarkan, PBNU Khawatir HTI Ancam Keutuhan NKRI

Jum'at, 19 Mei 2017 | 16:34 WIB
Jika Tak Dibubarkan, PBNU Khawatir HTI Ancam Keutuhan NKRI
Ketua PBNU Said Aqil Siradj [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

‎Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menegaskan, sebagian besar umat muslim di tanah air khususnya kaum Nahdliyin dan Muhammadiyah mendukung rencana pemerintah yang ingin membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sebab gerakan HTI dinilai ingin mengubah Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara menjadi Khilafah atau negara Islam yang mengancam keutuhan NKRI.

‎"Setiap gerakan yang mengarah bertentangan dengan prinsip Pancasila harus disikapi dengan tegas, jangan dibiarkan. Iya kalau masih kecil, kalau sudah membesar, kalau jutaan anggotanya apa nggak merorong itu. Minimal dapat mengurangi rasa nasionalisme kita, mengurangi rasa kecintaan dan komitmen kita terhadap Pancasila, UUD 45 dan bhineka tunggal ika," kata Said Aqil saat ditemui di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2017).

‎Padahal, kata dia, bangsa Indonesia saat ini tengah membutuhkan rasa persatuan dan kesatuan yang lebih kokoh ditengah konflik horizontal paska perbedaan pilihan politik pada Pilkada Serentak beberapa waktu lalu. Said menjelaskan, republik ini lahir dari perjuangan dari berbagai suku, agama dan kelompok.

‎Para tokoh-tokoh Islam dari Muhammadiyah, NU, Sarekat Islam seperti H. Agus Salim, KH Wahid Hasim, Kahar Muzakir bersama Soekaro dan Hatta dalam persiapan kemerdekaan Indonesia bersepakat ideologi negara Pancasila. Bangsa yang bhineka tunggal ika bukan negara Islam yang Khilafah.

"Kita sudah sepakat, umat Islam terutama ya, Islam kita ya Islam ramah, Islam yang berbudaya dan Islam yang berakhlak di Indonesia ini. Kita juga sepakat negara ini negara nation, kebangsaan, yang waktu itu kyai NU menyebut negara darussalam, negara yang damai. Artinya bukan negara agama, bukan negara suku," terang dia.

Maka dari itu, lanjut dia, tidak boleh ada kelompok atau golongan manapun yang ingin mengubah ‎dasar negara selain Pancasila. Sebab para pahlawan telah mengorbankan jiwa raga untuk kemerdekaan bangsa.

"Semua umat Islam para leluhur kita berkorban nyawa, darah, harta keringat, dan pikiran. Kemerdekaan bangsa ini bukan hadiah. Sekarang kita tinggal mengisi, membangun ekonomi, budaya, kesehatan, pendidikan tinggal itu saja. Dua amanah tadi, yakni agama dan nation sudah terkandung ke dalam pancasila," tandas dia.

Baca Juga: Pemerintah Pertimbangkan Terbitkan Perppu Untuk Bubarkan HTI

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI