Bendera dan Buku Tentang ISIS ada di Rumah Pembunuh Polisi Sumut

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 25 Juni 2017 | 11:43 WIB
Bendera dan Buku Tentang ISIS ada di Rumah Pembunuh Polisi Sumut
Ilustrasi ISIS [shutterstock]

Suara.com - Tim Densus 88 Antiteror masih menyelidiki motif dua orang tak dikenal yang menyerang Markas Polda Sumut. Mereka membunuh anggota polisi Polda Sumut, Minggu (25/6/2017) dinihari.

"Motif masih didalami," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, Minggu pagi.

Densus sudah menggeledah rumah salah seorang pelaku dan ditemukan beberapa barang bukti yang terkait dengan organisasi teroris ISIS.

"Di rumah pelaku ditemukan ada bendera, buku dan VCD tentang ISIS," katanya.

Ia menjelaskan kronologi kejadian bahwa dua pelaku loncat pagar Mapolda Sumut pada Minggu sekitar pukul 03.00 dinihari.

"Kejadian pukul 03.00 pagi, ada dua orang lompat kemudian menyerang dua anggota yang sedang beristirahat di pos II," katanya.

Pelaku menikam leher, dada dan tangan anggota polisi Aiptu M. Sigalingging sehingga akhirnya meninggal dunia. Melihat rekannya bersimbah darah, Brigadir E. Ginting langsung berteriak meminta bantuan anggota Brimob.

Selanjutnya sejumlah anggota Brimob yang berpatroli, datang dan melakukan penembakan peringatan, namun tak dihiraukan pelaku. Bahkan pelaku sempat menyerang beberapa anggota Brimob tersebut. Akhirnya Brimob melumpuhkan para pelaku dengan menembak dua pelaku tersebut.

"Satu pelaku berinisial AR tewas. Sedangkan seorang pelaku lainnya berinisial SP kritis," katanya.

Pelaku yang berinisial AR diketahui berasal dari Medan, Sumatera Utara.

Peristiwa penyerangan terhadap markas polisi pada Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah ini mengingatkan pada peristiwa teror bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris Nur Rohman di Mapolres Surakarta, Jawa Tengah, pada "H-1" Lebaran 1437 Hijriah atau 5 Juli 2016. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hambali dari Cianjur Didakwa di Pengadilan Militer AS

Hambali dari Cianjur Didakwa di Pengadilan Militer AS

News | Minggu, 25 Juni 2017 | 05:21 WIB

Pakistan Diguncang 4 Aksi Serentak Bom Bunuh Diri dan Penembakan

Pakistan Diguncang 4 Aksi Serentak Bom Bunuh Diri dan Penembakan

News | Sabtu, 24 Juni 2017 | 01:00 WIB

AS Mengecam Penghancuran Masjid Mosul oleh ISIS

AS Mengecam Penghancuran Masjid Mosul oleh ISIS

News | Jum'at, 23 Juni 2017 | 06:47 WIB

Ini Daftar Tersangka Bom Kampung Melayu dan Keterlibatannya

Ini Daftar Tersangka Bom Kampung Melayu dan Keterlibatannya

News | Kamis, 22 Juni 2017 | 19:12 WIB

Teror Kampung Melayu, 36 Orang Tersangka, Kebanyakan Anggota JAD

Teror Kampung Melayu, 36 Orang Tersangka, Kebanyakan Anggota JAD

News | Kamis, 22 Juni 2017 | 15:17 WIB

ISIS Hancurkan Masjid Ikonik di Mosul

ISIS Hancurkan Masjid Ikonik di Mosul

News | Kamis, 22 Juni 2017 | 08:42 WIB

Pascateror Inggris Islamophobia Menguat, Muslim Terancam

Pascateror Inggris Islamophobia Menguat, Muslim Terancam

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 15:06 WIB

Koalisi AS Klaim Tewaskan Mufti Agung ISIS

Koalisi AS Klaim Tewaskan Mufti Agung ISIS

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 03:08 WIB

Sudah 36 Orang Ditangkap Terkait Bom Kampung Melayu

Sudah 36 Orang Ditangkap Terkait Bom Kampung Melayu

News | Selasa, 20 Juni 2017 | 12:51 WIB

Terkini

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB