Ini Alasan Percetakan KTP Elektronik di Rejang Lebong Dihentikan

Dythia Novianty | Suara.com

Jum'at, 14 Juli 2017 | 01:16 WIB
Ini Alasan Percetakan KTP Elektronik di Rejang Lebong Dihentikan
Ilustrasi e-KTP. [Antara]

Suara.com - Pejabat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyatakan, pencetakan KTP elektronik di daerah itu telah dihentikan.

Menurut keterangan Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Rejang Lebong, Mei Susanti Harahap di Rejang Lebong, penghentian pencetakan E-KTP tersebut karena petugas operatornya yang berstatus pegawai honorer tidak lulus dalam seleksi ulang tenaga kerja sukarela (TKS) yang diumumkan 8 Juli lalu.

"Saat ini proses pencetakan E-KTP sudah kita hentikan karena tidak ada operator yang menangani masalah pencetakannya. Selama ini operator yang menanganinya adalah petugas honorer, namun saat pengumuman seleksi TKS kemarin tidak lulus," katanya.

Tidak lulusnya operator pencetakan KTPE di Disdukcapil Rejang Lebong dalam seleksi ulang TKS di daerah itu sangat disayangkan. Seharusnya mendapat dispensasi khusus karena sudah mendapat pelatihan dan memiliki sertifikat dari Kementerian Dalam Negeri.

"Operator E-KTP yang ada di sini ada dua orang, bahkan salah satunya sudah mendapat sertifikat dari Kemendagri, namun saat pengumuman kemarin keduanya tidak lulus. Operator KTPE ini sebelumnya diambil dari tenaga honorer karena dari PNS tidak ada SDM-nya," ujar Mei Susanti.

Dengan dirumahkannya petugas operator ini maka pencetakan E-KTP ini untuk sementara dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Pihaknya akan melakukan pelatihan terlebih dahulu terhadap TKS yang baru lulus dan ditempatkan ke Disdukcapil setempat.

Sementara itu, data pencetakan E-KTP warga daerah itu yang sudah dinyatakan oleh pemerintah pusat siap dicetak oleh Disdukcapil Rejang Lebong sebanyak 5.844 berkas. Sedangkan hingga kemarin pihaknya baru bisa mencetak 47 kepingi E-KTP.

Untuk daftar tunggu pencetakan E-KTP di Disdukcapil Rejang Lebong saat ini mencapai 16 ribu berkas termasuk yang sudah siap cetak sebanyak 5.844 berkas.

"Jika operator pencetakan E-KTP ada pihaknya menargetkan pencetakan 5.844 keping E-KTP ini selama 40 hari sudah selesai," kata dia. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Andi Narogong Jadi Saksi Sidang E-KTP

Andi Narogong Jadi Saksi Sidang E-KTP

Foto | Senin, 29 Mei 2017 | 15:50 WIB

KPK Periksa 10 Saksi Terkait Kasus e-KTP

KPK Periksa 10 Saksi Terkait Kasus e-KTP

News | Rabu, 12 April 2017 | 11:34 WIB

Dicegah ke LN, Setya Novanto Tiba-tiba Menghilang di DPR

Dicegah ke LN, Setya Novanto Tiba-tiba Menghilang di DPR

News | Selasa, 11 April 2017 | 13:30 WIB

Terkini

Lepas dari Orde Baru, Indonesia Belum Berani Masuk Rumah Demokrasi

Lepas dari Orde Baru, Indonesia Belum Berani Masuk Rumah Demokrasi

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:51 WIB

Jadwal dan Lokasi Geopark Run Series 2026-2027: Dari Ijen hingga Belitong

Jadwal dan Lokasi Geopark Run Series 2026-2027: Dari Ijen hingga Belitong

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:00 WIB

Dittipideksus Bareskrim Bongkar Sindikat Penyelundupan Bawang Ilegal Asal Malaysia

Dittipideksus Bareskrim Bongkar Sindikat Penyelundupan Bawang Ilegal Asal Malaysia

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:59 WIB

MAKI Ungkap Alasan Korupsi Tambang Bauksit Aseng Mulus Bertahun-tahun: Ada Beking Pejabat!

MAKI Ungkap Alasan Korupsi Tambang Bauksit Aseng Mulus Bertahun-tahun: Ada Beking Pejabat!

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:38 WIB

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:51 WIB

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:47 WIB

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:08 WIB

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:01 WIB

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:52 WIB