Geledah Rumah Orang Tua Terduga Teroris, Polisi Dapati Buku Jihad

Rizki Nurmansyah
Geledah Rumah Orang Tua Terduga Teroris, Polisi Dapati Buku Jihad
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan perihal barang bukti hasil penggeledahan di salah satu rumah kontrakan yang didiami terduga teroris berinisial AA di Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/7). [Antara]

Orang tua kaget anaknya terlibat terorisme.

Suara.com - Densus 88 Anti Teror dan Ditreskrum Polda Jawa Barat menggeledah rumah orang tua terduga teroris RS pada, Jumat (14/7/2017) petang. RS merupakan satu dari lima terduga teroris bom panci di Bandung, 8 Juli lalu.

Dalam penggeledahan di Jalan Sadang/Sekeloa Girang, Desa Margahayu Tengah, Kabupaten Bandung tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti senjata tajam, telepon seluler hingga buku tentang ajaran jihad.

"Dari yang telah dilakukan penggeledahan, kami mengamankan sejumlah barang bukti seperti senjata tajam, HP (handphone), ada beberapa dokumen ajaran agama (jihad)," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Yusri Yunus, dikutip dari Antara.

Sementara itu, orang tua RS mengaku kaget dengan tertangkapnya anak kedua mereka. Sepengetahuan UM (50 tahun), ayah RS, anaknya tidak pernah bertindak aneh-aneh atau terlibat tindakan kejahatan.

"Sampai sekarang saya masih enggak percaya, soalnya selama ini dia enggak pernah aneh-aneh atau terlibat tindakan kejahatan, tapi tiba-tiba jam 3-an ada polisi ke rumah" ujar UM.

Menurut dia, kabar anaknya menjadi terduga teroris didapatkan setelah Densus 88 Mabes Polri dan Polda Jawa Barat menggeledah rumahnya.

"Saya tahu anak saya terlibat teroris pas polisi datang ke rumah. Polisi nanya ke saya, 'Betul ini anak bapak bernama RS', saya kaget karena itu (foto) anak saya," kata dia.

Ia menuturkan tidak ada yang aneh dengan perilaku sehari-hari anak kedua dari lima bersaudara tersebut.

"Kesehariannya normal, biasa-biasanya seperti pemuda pada umumnya," kata dia.

UM, terakhir bertemu dengan RS pada dua pekan setelah Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah/2017 Masehi.

"Terakhir ketemu dua minggu setelah lebaran kemarin. Selama ini dia tinggal sama uwa-nya (tante) di Subang," ujarnya.

Sebelumnya, kata UM, RS bekerja di salah satu pabrik alat-alat perlengkapan naik gunung di Kabupaten Bandung namun kontrak kerjanya hanya bertahan sekitar satu tahun kurang.

Sementara itu, proses penangkapan RS bermula dari tertangkapnya AW, pemilik bom panci yang secara tidak sengaja meledak di rumah kontrakkannya di Kampung Kubang Bereum, Sekejati, Buah Batu, Kota Bandung pada 8 Juli 2017.

Kepolisian lantas lakukan pengembangan dan menangkap RS di Subang. Sedangkan, tiga dari lima terduga teroris lainnya, yakni K, AAS, AR masing-masing ditangkap di Tasikmalaya, Cibiru, dan Babakan Ciparay.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS