Nasib Linda, Gadis 16 Tahun yang Ditangkap Karena Gabung ISIS

Suwarjono | Suara.com

Minggu, 23 Juli 2017 | 21:16 WIB
Nasib Linda, Gadis 16 Tahun yang Ditangkap Karena Gabung ISIS
Linda W, gadis berusia 16 tahun asal Jerman, yang bergabung dengan ISIS. Foto ini dibuat ketika Linda tertangkap oleh tentara Irak. [Twitter]

Suara.com - Empat wanita Jerman, termasuk seorang gadis berusia 16 tahun, yang bergabung dengan kelompok IS beberapa tahun belakangan ini, ditahan di sebuah penjara Irak dan mendapat bantuan konsuler, majalah "Der Spiegel" melaporkan pada Sabtu.

Lorenz Haase, jaksa penuntut umum senior di kota Dresden, Jerman, mengatakan bahwa dia dapat memastikan remaja tersebut, bernama Linda W, telah "berada di Irak" tapi ia tak dapat mengatakan apapun mengenai keadaan yang sebenarnya.

Dia mengatakan bahwa gadis itu, yang menurut "Der Spiegel" berasal dari kota Pulsnitz, dekat Dresden, telah mendapat dukungan konsuler dari kedutaan besar Jerman.

"Der Spiegel" mengatakan bahwa para diplomat telah mengunjungi keempat wanita tersebut pada sebuah penjara di bandar udara Baghdad pada Kamis lalu, seperti ditulis Antara.

Mereka dapat dijatuhi hukuman mati di Irak karena telah tergabung dalam kelompok militan tersebut, tambah majalah tersebut.

Kementerian Luar Negeri Jerman menolak menanggapi laporan tersebut.

Kejaksaan Jerman mengatakan pada Selasa, bahwa mereka telah memeriksa laporan terkait penyelidikan terhadap seorang gadis berusia 16 tahun, atas keterlibatannya mendukung kelompok IS. Ia termasuk di antara lima wanita yang ditangkap di kota Mosul, Irak, di mana pasukan Irak telah mengumumkan kemenangan atas kelompok militan itu pada awal bulan ini.

Pihak berwenang Jerman telah menyelidiki seorang gadis remaja yang hilang dari Pulsnitz musim panas lalu, atas tuduhan memiliki hubungan dengan kelompok militan.

Pada Selasa, Haase mengatakan bahwa gadis itu telah melakukan perjalanan ke Turki setahun yang lalu, dengan tujuan akhir mencapai Irak atau Suriah, dan petugas keamanan kemudian kehilangan jejaknya, namun ada bukti baru sejak ia muncul dalam kasus ini.

"Der Spiegel" mengatakan bahwa salah satu warga Jerman yang ditangkap memiliki garis keturunan Maroko dan yang lainnya berasal dari Chechnya namun memiliki paspor Jerman.

Badan intelijen dalam negeri Jerman, BfV memperkirakan bahwa 930 warga telah meninggalkan Jerman dalam beberapa tahun belakangan, untuk bergabung dengan kelompok IS di Irak dan Suriah. Sekitar 20 persen di antaranya adalah wanita.

Sekitar lima persen dari jumlah keseluruhan merupakan anak di bawah umur, yang setengahnya adalah perempuan, menurut badan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga WNI Dideportasi Turki, Dicurigai Mau Gabung ISIS

Tiga WNI Dideportasi Turki, Dicurigai Mau Gabung ISIS

News | Minggu, 23 April 2017 | 08:22 WIB

Kemensos Terima 12 WNI Terduga ISIS yang Dideportasi Turki

Kemensos Terima 12 WNI Terduga ISIS yang Dideportasi Turki

News | Sabtu, 25 Maret 2017 | 05:57 WIB

Hamil 7 Bulan, TKI di Hongkong Diduga Bergabung dengan ISIS

Hamil 7 Bulan, TKI di Hongkong Diduga Bergabung dengan ISIS

News | Rabu, 25 Maret 2015 | 11:05 WIB

WNI Gabung ISIS, Gus Mus: Mereka Sering Berbuat Kekerasan

WNI Gabung ISIS, Gus Mus: Mereka Sering Berbuat Kekerasan

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 09:15 WIB

Sebanyak 103 WNI Sudah Bergabung dengan Kelompok ISIS

Sebanyak 103 WNI Sudah Bergabung dengan Kelompok ISIS

News | Minggu, 28 Desember 2014 | 09:25 WIB

Kisah "Rocker" Perempuan yang Senang Bergabung dengan ISIS

Kisah "Rocker" Perempuan yang Senang Bergabung dengan ISIS

News | Minggu, 21 Desember 2014 | 06:00 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB