"Praktik Pemberian Amplop dan Sembako Dorong Kesenjangan Sosial"

Chaerunnisa

Selasa, 01 Agustus 2017 | 07:00 WIB
"Praktik Pemberian Amplop dan Sembako Dorong Kesenjangan Sosial"
Zulkifli Hasan [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan,  bangsa Indonesia seharusnya menegakkan demokrasi Pancasila yang sejalan persatuan Indonesia dan keadilan sosial sehingga Indonesia menjadi negara maju.

"Persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah, pudar nilai-nilai luhur Pancasila, dan menguatnya kesenjangan sosial. Dua persoalan yang saling terkait ini menjadi persoalan utama bangsa Indonesia, dan mendesak untuk segera diatasi," kata Zulkifli Hasan, pada acara "Silaturrahmi Nasional Junior Chamber International (JCI) Indonesia", di Jakarta, Senin.

Menurut Zulkifli, saat ini terjadi pergeseran nilai-nilai luhur Pancasila. Sehingga, orang yang memiliki kekuatan finansial dihargai, tanpa mempedulikan dari mana memperoleh kekayaannya. Kekuatan materi, kata dia, saat ini menjadi segalanya, sehingga mendorong orang mencari materi dengan segara cara.

"Ini yang membuat nilai luhur Pancasila menjadi luntur, dan tumbuh kesenjangan sosial, sehingga orang kaya makin kaya dan orang miskin menjadi makin miskin," ungkapnya.

Zulkifli juga menyinggang pudar nilai-nilai Pancasila ini juga memasuki wilayah politik, yakni pada saat penyelenggaraan pilkada banyak calon kepala daerah yang melakukan praktik politik uang dengan memberikan amplop atau sembako kepada para pemilih.

Apalagi, kata dia, jika sumber dana itu dari sponsor, sehingga setelah terpilih menjadi kepala daerah memberikan izin pengelolaan sumber daya alam atau proyek infrastruktur kepada sponsor.

"Praktik seperti ini (pemberian amplop dan sembako) juga mendorong kesenjangan sosial," kata dia lagi.

Zulkifli yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) mengingatkan, pudar nilai-nilai luhur Pancasila dan kesenjangan sosial ini harus segera diatasi, karena dapat mengancam persatuan Indonesia.

Zulkifli menegaskan, untuk menegakkan demokrasi Pancasila, maka seluruh elemen bangsa Indonesia, terutama para pemimpinnya agar komitmen untuk menegakkan dan mengimplementasikan empat konsensus dasar Indonesia, meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan bhinneka tunggal ika.

"Artinya, para pemimpin baik di tingkat nasional dan daerah, perilakunya harus seuai dengan empat konsensus dasar Indonesia," katanya pula.

Zulkifli juga mengingatkan, para pendiri bangsa memberikan amanah yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945, bahwa tujuan negara Indonesia adalah mencerdaskan seluruh bangsa Indonesia dan menjadikan bangsa Indonesia sejahtera. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua MPR: Orang Miskin Tak Berdaya, Picu Radikalisme

Ketua MPR: Orang Miskin Tak Berdaya, Picu Radikalisme

News | Sabtu, 29 Juli 2017 | 06:50 WIB

Ketua MPR: Masjid Al Aqsa Ditutup, Israel Melanggar HAM

Ketua MPR: Masjid Al Aqsa Ditutup, Israel Melanggar HAM

News | Senin, 24 Juli 2017 | 10:15 WIB

Ketua MPR Setuju dengan Pencabutan Izin HTI Lewat Perppu

Ketua MPR Setuju dengan Pencabutan Izin HTI Lewat Perppu

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 13:02 WIB

Zulkifli Hasan Tegaskan PAN Tetap di Koalisi Pemerintahan

Zulkifli Hasan Tegaskan PAN Tetap di Koalisi Pemerintahan

News | Selasa, 18 Juli 2017 | 22:33 WIB

Ketua MPR: Pancasila Perekat Bangsa

Ketua MPR: Pancasila Perekat Bangsa

News | Kamis, 13 Juli 2017 | 07:19 WIB

Terkini

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:07 WIB

Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo

Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:50 WIB

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB