Diabetes Makin Parah, Dedi Tanoe Lapor Beras Maknyuss ke Polisi

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 04 Agustus 2017 | 20:41 WIB
Diabetes Makin Parah, Dedi Tanoe Lapor Beras Maknyuss ke Polisi
Dedi Tanoekusumah (62) merasa ditipu kandungan gizi yang tercantum pada label beras merek Maknyus dan Ayam Jago [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Dedi Tanoekusumah (62) merasa ditipu kandungan gizi yang tercantum pada label beras merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago yang diproduksi PT. Indo Beras Unggul. Hari ini, Dedi didampingi tim pengacara membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

"Tujuan kami datang ke Polda Metro Jaya mewakili klien saya bapak Dedi melaporkan beras merek Ayam Jago merah, Ayam Jago kuning dan Maknyuss. Yang mana beras merek tersebut di konsumsi klien kami. Yang mana berita-berita sempat lihat dan dikuatkan ahli gizi ada kesalahan atau dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh beras merk tersebut," kata pengacara Dedi, Vicky Alexander Arifin.

Vicky mengatakan kliennya selama ini membeli beras Maknyuss dan Cap Ayam Jago karena di kemasan tertulis beras baik untuk kesehatan, apalagi Dedi sedang diet gula karena mengidap diabetes

"Beliau membeli beras tersebut karena kita tahunya melihat dari kemasan bagus kandungannya. Tapi ternyata informasi diberita ada kesalahan pencantuman label tidak benar. Maka dengan ini datang ke sini melaporkan hal tersebut," kata Vicky.

Dia menduga ada kesalahan komposisi dalam label kemasan beras.

"Ini kan beras harus dimasak lagi. Artinya itu bukan AKG (Angka Kecukupan Gizi) yang harus dicantumkan dalam beras itu, tetapi adalah komposisi dari isinya tersebut," kata dia.

Ke Polda Metro Jaya, mereka membawa barang bukti berupa hasil pemeriksaan darah setelah mengonsumsi beras dan kemasan dua beras tersebut. Dari hasil pemeriksaan dokter, gula darah Dedi makin bertambah.

"Bisa kita sampaikan klien kami konsumsi beras tersebut dimana di sini ada hasil tes lab yang menunjukkan kesehatan klien kami makin memburuk. Di sini ada HB1C. Itu Itu rata-rata 3 bulan kadar gula dalam darah jadi naik," katanya.

Dedi mengatakan semua berharap setelah mengonsumi beras tersebut bepengaruh positif pada kesehatan.

"Tentu saya adalah orang disiplin terutama masalah makan. Saya lihat beras yang saya konsumsi dilihat dari label. Jadi saya pilih itu karena itu. Saya pagi misal minum teh manis sekarang tidak lagi dengan gula, teh saja. Saya sangat menjaga sekali, saya orang yang sangat disiplin," kata Dedi.

Selama ini, Dedi rutin mengecek kesehatan di rumah sakit. Dokter selalu menyarankan agar dia memilih beras yang kandungan karbohidratnya rendah

"Makanya saya pilih yang labelnya karbohidrat rendah dan proteinnya tinggi. Tapi ternyata apalagi paling kaget tadi pagi di Tv One ada ahli gizi menjelaskan bahwa bukan itu (kandungan) isinya," katanya

Dia mengaku sudah hampir tiga tahun lebih telah mengonsumsi nasi yang berasal dari beras Maknyuss dan Cap Ayam Jago.

"Tapi pas saya periksa dari September 2016 hingga Maret 2017 gula saya naik," kata dia.

Dedi berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga buat masyarakat.

"Kenapa saya kemari saya khawatir lebih banyak lagi korban korban seperti saya ini. Saya setelah konsumsi beras ini sering lemas, haus dan gula naik," kata Dedi.

Laporan telah diterima polisi dengan nomor LP/3664/VII/2017/PMJ/Dit.reskrimsus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:34 WIB

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 08:32 WIB

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:30 WIB

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 08:25 WIB

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 08:23 WIB

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:15 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 08:13 WIB

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:08 WIB

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Bali | Sabtu, 19 September 2026 | 08:05 WIB

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:00 WIB

×