Dobrak Tabu, 2.000 Ibu Gelar Aksi Menyusui di Ruang Publik

Reza Gunadha

Minggu, 06 Agustus 2017 | 07:43 WIB
Dobrak Tabu, 2.000 Ibu Gelar Aksi Menyusui di Ruang Publik
Kampanye Breastfeeding Pinays untuk mendobrak tabu kaum ibu menyusui di ruang publik. [dok/NOEL CELIS/AFP]

Suara.com - Sebanyak 2.000 ibu di Manila, Ibu Kota Filipina menyusui bayi mereka di muka publik, Sabtu (5/8/2017).

Aksi tersebut merupakan bagian kampanye melawan kematian bayi, dan mendobrak tabu menyusui di ruang publik yang masih marak di tengah masyarakat.

Diiringi musik pop, ribuan ibu itu menyusui bayi mereka di Stadion Carnous Manila. Bahkan, tak jarang di antara mereka menyusui dua bayi sekaligus.

Breastfeeding Pinays, panitia acara tersebut, menyatakan gerakan menyusui di ruang publik tersebut untuk mengampanyekan pemberian ASI sedikitnya selama 6 bulan pertama kehidupan sang bayi.

"Pemberian ASI selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting untuk menekan tingkat kematian bayi yang masih tinggi di Filipina. Kematian bayi di Filipina seringkali disebabkan sang ibu tak memberi ASI," tutur Ros Macachor, aktivis Breastfeeding Pinays kepada AFP seperti dilansir Straits Times.

Ia mengatakan, kebanyakan kaum ibu di Filipina hanya memberi ASI kepada bayi mereka selama 24 hari pertama sejak kelahiran.

Setelah itu, kata dia, kebanyakan kaum ibu memberikan susu formula yang marak dijual di pasaran karena jejaring konglomerasi.

World Health Organization (WHO) dalam kajiannya tahun 2013 menunjukkan, hanya 34 persen bayi yang berusia di bawah 6 bulan di Filipina diberi ASI eksklusif.

baca juga

Hal tersebut berbanding terbalik dengan persentase bayi di bawah usia 6 bulan yang mendapat asupan susu formula, yakni mencapai 36 persen.

Menurut WHO, fenomena itu disebabkan strategi pemasaran yang agresif dari pengusaha-pengusaha susu formula.

Strategi pemasaran yang cenderung agresif itu dilakukan para pengusaha karena Filipina menerapkan undang-undang yang dirancang agar kaum ibu mau memberikan ASI kepada bayi.

Sementara Unicef melansir, 28 orang per 1.000 warga Filipina meninggal dunia saat masih berusia di bawah lima tahun.

Jumlah itu cenderung menurun sejak tahun 1990, yakni 56 orang per 1.000 warga Filipina yang meninggal ketika berusia di bawah lima tahun.

Meski menurun, Filipina betekad menurunkan rasio kematian warga usia di bawah lima tahun tersebut menjadi 19 orang per 1.000 warga.

“Kampanye ini untuk mengajarkan kaum ibu di mana pun, dan kapan saja, mereka bisa dan tidak perlu malu-malu menyusui bayinya. Segala tabu menyusui di ruang publik harus didobrak,” terang Macachor.

Selama ini, sambungnya, banyak warga yang menganggap ibu menyusui bayi di ruang publik adalah kesalahan.

Bahkan tak jarang warga, lelaki maupun perempuan, mengintimidasi kaum ibu untuk masuk ke toilet ketika menyusui sang bayi.

“Intimidasi itu seharusnya tak perlu terjadi. Menyusui bayi di toilet sangat tidak sehat. Setiap ibu memunyai hak untuk menyusui anak-anak mereka kapan pun dan di mana pun,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Capaian Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia Baru 54 Persen

Capaian Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia Baru 54 Persen

Health | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 03:13 WIB

Beri ASI Eksklusif, Otak Anak Lebih Cerdas

Beri ASI Eksklusif, Otak Anak Lebih Cerdas

Health | Rabu, 02 Agustus 2017 | 08:51 WIB

Peningkatan Penularan HIV di Filipina Tertinggi di Asia Pasifik

Peningkatan Penularan HIV di Filipina Tertinggi di Asia Pasifik

Health | Rabu, 02 Agustus 2017 | 01:09 WIB

Berperan Penting, Begini Cara Philips Ringankan Ibu Pekerja

Berperan Penting, Begini Cara Philips Ringankan Ibu Pekerja

Lifestyle | Selasa, 01 Agustus 2017 | 06:39 WIB

Selain Suami, Istri Wali Kota Ozamiz Filipina Juga Ditembak Mati

Selain Suami, Istri Wali Kota Ozamiz Filipina Juga Ditembak Mati

News | Senin, 31 Juli 2017 | 13:01 WIB

Perang Narkotika, Militer Duterte Tembak Mati Wali Kota Ozamiz

Perang Narkotika, Militer Duterte Tembak Mati Wali Kota Ozamiz

News | Senin, 31 Juli 2017 | 09:24 WIB

Presiden Duterte: Oxford University? Itu Sekolah Orang Bodoh!

Presiden Duterte: Oxford University? Itu Sekolah Orang Bodoh!

News | Jum'at, 28 Juli 2017 | 14:08 WIB

AIMI Pastikan Ibu Menyusui Terlindungi

AIMI Pastikan Ibu Menyusui Terlindungi

Health | Kamis, 27 Juli 2017 | 23:59 WIB

Ke Filipina, Cicipi Embrio Flamingo, Daging Ular Sampai Kera

Ke Filipina, Cicipi Embrio Flamingo, Daging Ular Sampai Kera

Your Say | Kamis, 27 Juli 2017 | 14:00 WIB

Buru Komunis, Duterte Ancam Bom Sekolah Milik Suku Minoritas

Buru Komunis, Duterte Ancam Bom Sekolah Milik Suku Minoritas

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 11:48 WIB

Terkini

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:21 WIB

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:16 WIB

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:07 WIB

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:42 WIB

Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan

Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:38 WIB

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:36 WIB

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:26 WIB