Capaian Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia Baru 54 Persen

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 04 Agustus 2017 | 03:13 WIB
Capaian Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia Baru 54 Persen
Ilustrasi ibu menyusui bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Menyusui merupakan bagian dari pemenuhan hak anak dan kewajiban seorang ibu untuk memberikan nutrisi terbaik. Berbagai penelitian pun telah menemukan manfaat menyusui bagi ibu dan ASI eksklusif bagi bayi.

Namun sayangnya hasil pemantauan status gizi 2016 menyebut bahwa pencapaian ASI eksklusif di Indonesia baru sekitar 54 persen. Itu berarti masih ada 46 persen bayi lainnya yang tidak mendapat ASI eksklusif dengan berbagai alasan.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan salah satu penyebab masih rendahnya capaian ASI eksklusif di Indonesia dipicu oleh pemahaman tenaga kesehatan yang kurang tentang pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Ada sekitar 48.2 persen ibu di Indonesia yang tidak melakukan IMD sesaat setelah persalinan.

"Tantangan kita adalah belum semua tenaga kesehatan memahami betul tentang program IMD ini dengan berbagai alasan mulai dari pendidikan yang tidak diupdate sampai pengaruh produk susu formula yang menyasar tenaga kesehatan," ujar Anung pada temu media peringatan Pekan ASI Sedunia di Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Selain itu, minimnya dukungan perusahaan terhadap pekerja yang menyusui juga menjadi alasan mengapa cakupan ASI di Indonesia masih belum memuaskan. Data yang dihimpun dari 19 provinsi dengan 338 perusahaan menunjukkan baru 64.8 persen diantaranya yang menyediakan ruang menyusui bagi karyawan.

"Kami juga mendapat data 80 persen ibu atau wanita saat ini dalam kondisi bekerja sekalipun harus memberi ASI eksklusif. Sayangnya tak semua perusahaan memberikan fasilitas ruang menyusui," tambah Anung.

Untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif, Anung mengatakan bahwa pihaknya menginisiasi kembali mengenai pemahaman pemberian ASI eksklusif di lingkungan tenaga kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bayi Sulit BAB, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Solusinya?

Bayi Sulit BAB, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Solusinya?

Health | Kamis, 27 April 2017 | 15:40 WIB

Orangtua Pendek, Bisakah Anaknya Tinggi?

Orangtua Pendek, Bisakah Anaknya Tinggi?

Health | Rabu, 26 April 2017 | 19:13 WIB

Berlebihan Beri ASI Juga Tak Baik Buat Bayi

Berlebihan Beri ASI Juga Tak Baik Buat Bayi

Health | Jum'at, 24 Maret 2017 | 11:37 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB