Novel Kecewa pada Kepolisian, KPK Mengaku Tidak Tahu

Syaiful Rachman, Nikolaus Tolen

Selasa, 15 Agustus 2017 | 09:55 WIB
Novel Kecewa pada Kepolisian, KPK Mengaku Tidak Tahu
Kondisi terakhir Novel Baswedan. (twitter)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi  mengaku belum mengetahui kekecewaan yang dirasakan salah seorang penyidiknya, Novel Baswedan, terhadap tim kepolisian yang menangani kasus yang menimpanya. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya belum memperoleh informasi rinci mengenai kekecewaan Novel. Tim KPK yang turut mendampingi Novel, kata Febri, hanya menyampaikan mengenai jalannya proses pemeriksaan.

"Saya belum dapat informasi secara rinci, karena tim advokasi mungkin mendampingi juga di sana, yang kami dapatkan bahwa proses pemeriksaannya seperti apa," kata Febri di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017) malam.


Novel diketahui mengungkapkan kekecewaannya melalui tim advokasi yang mendampinginya diperiksa tim kepolisian di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

Dikatakan Febri, selama proses pemeriksaan yang berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 waktu setempat, Novel dicecar penyidik kepolisian dengan 20 pertanyaan. Pemeriksaan tersebut seputar peristiwa penyerangan dengan siraman air keras yang dialami Novel pada Selasa (11/4/2017) lalu.

"Jadi 20 pertanyaan yang ditanyakan, jadi berkisar yang terkait dengan peristiwa pada tanggal 11 April dan kronologis sebelum dan setelah itu. Tentu yang diketahui oleh Novel Baswedan," katanya.

Febri berharap pemeriksaan ini akan membuat kepolisian menemukan titik terang terkait kasus teror yang dialami Novel. Dengan demikian, kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku maupun otak teror ini.

"Bagi KPK, kami secara institusional nanti berharap pelakunya segera ditemukan setelah ini," katanya.

Sebelumnya, Novel melalui tim advokasinya mengungkapkan kekecewaan atas proses penyidikan yang dilakukan tim kepolisian terkait kasus teror terhadapnya.  Alghiffari Aqsa, salah seorang tim advokasi yang turut mendampingi Novel mengungkapkan, kekecewaan kliennya lantaran pihak kepolisian mempublikasi saksi-saksi yang dinilai penting terkait kasus teror tersebut. Padahal, sebagai penyidik, kepolisian seharusnya melindungi dan menjaga para saksi kunci.

"Novel menyatakan kecewa karena saksi-saksi kunci dipublikasi oleh polisi. Seharusnya polisi melindungi dan menjaga para saksi kunci, supaya memberi keterangan dengan baik dan secara aman," kata Alghiffari melalui keterangan persnya, Senin (14/8/2017).

Alghiffari bersama tim advokasi lainnya seperti Haris Azhar dan Yati Andriyani turut mendampingi Novel saat diperiksa tim kepolisian di Singapura. Dikatakan, Novel juga kecewa terhadap penyidik kepolisian lantaran terburu-buru membuat kesimpulan sendiri dan mempublikasikan kesimpulan tersebut. Hal ini mengesankan kepolisian sedang menutupi pihak-pihak tertentu.

“Hal ini terkait orang yang memata-matai saya di depan rumahnya, yang polisi sebut sebagai mata elang. Padahal banyak orang menceritakan tidak demikian dan diantara orang tersebut ada yang berupaya masuk ke rumah saya dengan berpura-pura ingin membeli gamis laki-laki,” sambungnya menirukan ucapan Novel.

Tak hanya itu, Novel juga kecewa karena tim penyidik kepolisian tidak menemukan sidik jari pada cangkir yang digunakan pelaku untuk menyiramnya dengan air keras. Padahal itu bukti penting. Novel juga melihat penyidik sebelumnya menjaga jarak dengan keluarganya dan tidak memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada pihak keluarga.

"Saya pernah diberitahu oleh anggota Densus 88 yang melakukan investigasi dan menemukan indikasi pelaku. Foto orang yang diduga pelaku tersebut dikirimkan kepada saya. Setelah menerima saya kirimkan foto tersebut ke adik saya untuk diperlihatkan kepada orang di sekitar kejadian, apakah mereka mengenali foto tersebut. Hasilnya banyak orang yang mengenali foto tersebut dan mereka meyakini orang tersebut sebagai pelaku (pengintai atau eksekutor). Foto tersebut kemudian saya berikan kepada Kapolda dan Rudy (Dirkrimum Polda Metro Jaya). Kejadian sekitar tanggal 19 April 2017," sambungnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rekaman Video Buktikan Miryam Diancam Anggota DPR, Bukan KPK

Rekaman Video Buktikan Miryam Diancam Anggota DPR, Bukan KPK

News | Selasa, 15 Agustus 2017 | 08:00 WIB

Video Pemeriksaan Ditayangkan, Ini Anggota DPR yang Tekan Miryam

Video Pemeriksaan Ditayangkan, Ini Anggota DPR yang Tekan Miryam

News | Senin, 14 Agustus 2017 | 23:40 WIB

KPK Putar Video Pemeriksaan, MIryam: Itu Tak Adil!

KPK Putar Video Pemeriksaan, MIryam: Itu Tak Adil!

News | Senin, 14 Agustus 2017 | 23:02 WIB

Andi Didakwa Perkaya Orang Lain dan Korporasi, Tak Ada Novanto

Andi Didakwa Perkaya Orang Lain dan Korporasi, Tak Ada Novanto

News | Senin, 14 Agustus 2017 | 21:07 WIB

Terkini

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:36 WIB

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:31 WIB

RUU Ketenagakerjaan Jangan Fokus di Perlindungan, Tapi Penciptaan Lapangan Kerja

RUU Ketenagakerjaan Jangan Fokus di Perlindungan, Tapi Penciptaan Lapangan Kerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:28 WIB

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 17:25 WIB

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 17:20 WIB

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 17:05 WIB

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:55 WIB

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:48 WIB

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 16:40 WIB

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

×