Anton Akui Pernah Disuruh Markus Nari Antar BAP Miryam ke Elza

Adhitya Himawan, Dian Rosmala

Senin, 21 Agustus 2017 | 15:34 WIB
Anton Akui Pernah Disuruh Markus Nari Antar BAP Miryam ke Elza
Mantan anggota DPR Miryam S. Haryani bersiap menjalani sidang perdana kasus dugaan pemberian keterangan palsu di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (13/7). [Suara.com/Oke Atmaja]

Pengacara muda, Anton Taufik mengaku pernah diminta oleh politikus Partai Golkar, Markus Nari untuk mengantarkan salinan berita acara pemeriksaan tersangka kasus pemberian keterangan palsu dalam kasus korupsi e-KTP, Miryam Haryani kepada pengacara Elza Syarief.

Hal tersebut disampaikan oleh Anton dalam persidangan kasus pemberian keterangan palsu dengan terdakwa Miryam di pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (21/8/ 2017).

"Pak Markus meminta saya untuk mencari BAP Miryam dan BAP Pak Markus," kata Anton.

Tanggal 12 Maret 2017, lanjut Anton, ia mencari salinan BAP tersebut ke Pengadilan Tipikor. Ia mendapatkan salinan BAP dari seorang panitera yang ia beri uang Rp2 juta.

Keesokan harinya, ia menghubungi Markus untuk mengabari jika salinan BAP milik Miryam telah ia dapatkan. 15 Maret 2017, Anton dan Markus bertemu di pusat perbelanjaan di Senayan.

"Saya kasih lihat BAP-nya. Dia lihat dan baca BAP itu. Nggak lama kemudian, dia menyuruh saya untuk antarkan BAP itu ke Bu Elza dan jangan sebut-sebut nama dia," ujar Anton.

Jumat 17 Maret 2017 pagi, Markus kembali menghubungi Anton dan memita Anton datang kerumahnya. Markus meminta Anton segera antar salinan BAP tersebut kepada Elza. Sore di hari yang sama, Anton lantas mengantar salinan BAP kepada Elza di kantornya, di Menteng, Jakarta Pusat.

Tiba di kantor Elza, Anton mengaku mendapati Elza dan Miryam dan juga seorang lainnya sedang ngobrol di ruangan Elza. Ia menunggu sampai Elza selesai bicara dengan Miryam. Setelah itu, Elza kemudian keluar dan mengambil BAP daritangannya.

baca juga

"Saya serahkan langsung ke Bu Elza. Dia langsung membacanya di depan saya, bersama buk Yani (Miryam)," ucap Anton.

Selain itu, Anton juga mengaku diberi imbalan oleh Markus dalam bentuk uang dua kali berturut-turut. Kata dia, pemberian pertama dilakukan sebelum ia menyerahkan BAP pada Elza, dan yang kedua setelah BAP diserahkan.

"Yang pertama dapat 10 ribu dolar Amerika Serikat, dan yang kedua 10 ribu dolar AS," ujar Anton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Elza Akui Miryam Bertemu Novanto, Akbar Faisal Marah

Elza Akui Miryam Bertemu Novanto, Akbar Faisal Marah

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 13:47 WIB

Elza Klaim Miryam Kecewa ke KPK karena BAP Bocor ke Publik

Elza Klaim Miryam Kecewa ke KPK karena BAP Bocor ke Publik

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 12:55 WIB

Kasus Korupsi e-KTP, KPK Bantah Pernyataan Miryam

Kasus Korupsi e-KTP, KPK Bantah Pernyataan Miryam

News | Sabtu, 19 Agustus 2017 | 00:25 WIB

Elza Syarief ke Istri Muda Al Habsyi: Istri Nggak Jelas!

Elza Syarief ke Istri Muda Al Habsyi: Istri Nggak Jelas!

Entertainment | Rabu, 16 Agustus 2017 | 20:12 WIB

Dukung Direktur KPK Diperiksa, Saut: Saya Saja Hampir Dipecat

Dukung Direktur KPK Diperiksa, Saut: Saya Saja Hampir Dipecat

News | Rabu, 16 Agustus 2017 | 18:23 WIB

Mantan Penasihat: Pengawas Internal Harus Periksa Direktur KPK

Mantan Penasihat: Pengawas Internal Harus Periksa Direktur KPK

News | Rabu, 16 Agustus 2017 | 16:42 WIB

Anggota DPR Curiga Video Miryam Editan, Ini Tanggapan KPK

Anggota DPR Curiga Video Miryam Editan, Ini Tanggapan KPK

News | Rabu, 16 Agustus 2017 | 16:26 WIB

Masinton Tak Puas Minta Rekaman Utuh Dibuka, Begini Reaksi KPK

Masinton Tak Puas Minta Rekaman Utuh Dibuka, Begini Reaksi KPK

News | Rabu, 16 Agustus 2017 | 15:09 WIB

'Nyanyian' Miryam Pejabat KPK Temui Komisi III, Begini Respon KPK

'Nyanyian' Miryam Pejabat KPK Temui Komisi III, Begini Respon KPK

News | Selasa, 15 Agustus 2017 | 21:11 WIB

Masinton Anggap Novel Berhalusinasi Saat Sebut Miryam Ditekan

Masinton Anggap Novel Berhalusinasi Saat Sebut Miryam Ditekan

News | Selasa, 15 Agustus 2017 | 16:25 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×