Eggi Sudjana Sebut Pemerintahan Jokowi Diskriminatif, Mengapa?

Ririn Indriani, Nikolaus Tolen

Sabtu, 26 Agustus 2017 | 20:21 WIB
Eggi Sudjana Sebut Pemerintahan Jokowi Diskriminatif, Mengapa?
Pengacara Eggi Sudjana saat di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (26/8/2017). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Pengacara Eggi Sudjana menilai pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak menegakkan keadilan di Indonesia. Pasalnya, begitu banyak pendukung Jokowi yang menghina Prabowo Subianto, tapi tidak diproses.

Dia menyebut ada dua nama pendukung Jokowi yakni Mawardi dan Ulin Yusron.

"Karena dia sudah menghina Prabowo, tapi nggak diapa-apain. Ada pengguna sosial namanya Ulin Yusron. Dia penggiat sosial media yang hadir diundang Joko Widodo dua hari lalu di Istana. Tiga jam bicara," kata Eggi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Selatan, Sabtu (26/8/2017).

Ia juga mengaku menjadi salah satu korban dari Sindikat yang selalu menyebarkan berita bohong bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan di media sosial. Oleh karena itu, dia minta pihak kepolisian agar tidak berlaku diskriminatif terhadap orang-orang yang kontra dengan pemerintah.

"Si Ulin pernah bikin gambarnya Prabowo yang disamakan dengan Hitler, judulnya 'Si Fasis, Si Penculik, Si Pemerang'. Kenapa ini nggak diperiksa si Ulin ini. Ini kan ujaran kebencian yang nyata," tegas Eggi.

Ia menegaskan memang pendukung Prabowo bahkan pada Pilpres 2014, menjadi salah satu kuasa hukumnya saat bersengketa di Mahkamah Konstitusi.

"Saya kan pendukungnya Prabowo, saya nggak dukung Jokowi. Saya tersinggung. Jadi gini, kalau pembuat program itu pro pemerintah, tidak ditangkap, tapi kalau kepada kita baru dipersoalkan. Tolong jangan diskriminatif," tegas Eggi.

Tak hanya itu, ia juga membandingkan dengan kasus lain yang menjerat Politikus Nasdem Victor B Laiskodat. Menurutmya, kasus Victor hingga saat ini tidak tahu lagi perkembangannya. "Giliran saya yang namanya baru disangkutpautkan dengan Saracen langsung cepat mengusutnya," tutup Eggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Motif Sindikat Saracen Diduga Cari Keuntungan Ekonomi

Motif Sindikat Saracen Diduga Cari Keuntungan Ekonomi

News | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 16:22 WIB

Djarot: Polisi Juga Harus Tindak Tegas Pemesan Jasa Saracen

Djarot: Polisi Juga Harus Tindak Tegas Pemesan Jasa Saracen

News | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 15:57 WIB

Eggi Sudjana Tuding Polisi Lamban Usut Pendanaan Makar

Eggi Sudjana Tuding Polisi Lamban Usut Pendanaan Makar

News | Senin, 09 Januari 2017 | 18:37 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×