Cerita Rumah untuk Warga Daerah yang Nunggu Pengobatan di Jakarta

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 05 September 2017 | 16:04 WIB
Cerita Rumah untuk Warga Daerah yang Nunggu Pengobatan di Jakarta
Rumah singgah milik Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Saat ini, rumah singgah milik Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang terletak di Jalan Percetakan Negara II, Gang DPS, nomor 7, RT 13, RW 6, Johar Baru, Jakarta Pusat, menampung belasan warga yang tengah sakit dan menunggu pengobatan di rumah sakit.

Rumah singgah yang berdiri tahun 2012 terdiri dari dua lantai. Rumah ini bisa menampung 18 pasien. Warga yang mondok di sana umumnya berasal Kepulauan Bangka Belitung.

Pengurus rumah singgah Dwi Sasongko (39) mengatakan saat ini yang tinggal di sini 11 orang, tiga di antaranya anak-anak. Ketiga anak yaitu Desi Cahramadani atau Ica (6) yang mengidap kanker Neuroblastoma, Syakira (6 bulan ) yang lahir tanpa bola mata (Anopthalmia) dan kelainan tujuh organ tubuh lainnya, serta Hendri Gunawan (12) yang mengidap gagal ginjal.

"Di sini ada sekitar 11 pasien, yang tiga anak-anak. Sisanya pasien yang dewasa yang dirawat di RS Dharmais satu pasien dan sisanya rawat jalan," ujar Dwi kepada Suara.com, hari ini.

Mereka umumnya sedang menunggu layanan pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Dwi menceritakan rumah singgah ini memiliki fasilitas, seperti tempat tidur, kipas angin, dan lemari.

"Kalau untuk biaya makan masing-masing. Tapi kita disini sediakan dapur untuk masak sendiri, kalau untuk biaya gasnya mereka antar pasien biasanya ngumpulin uangnya untuk patungan beli gas. Jadi di sini mereka tinggal aja," kata dia.

Dwi mengatakan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan memberikan bantuan seperti beras, indomie, dan telur setiap dua bulan sekali. Bantuan juga datang dari Pemerintah daerah Bangka Tengah dan Baznas setahun sekali.

"Kadang ada bantuan dari anggota DPRD (Bangka Tengah) kalau lagi kunjungan kesini. Kalau kesini beli beras, kasih uang," kata Dwi.

Biaya Berobat

Dwi mengatakan biaya pengobatan pasien tidak ditanggung oleh pengelola rumah singgai. Keluarga pasienlah yang membiayai semua urusan pengobatan.

"Mereka yang dirujuk berobat ke Jakarta, biasanya diberi tahu untuk tinggal di sini. Nantinya mereka menghubungi kami nanti kami siapkan. Kadang ada juga pasien yang minta kita jemput kalau tidak tahu lokasinya," tutur pria asal Bangka.

Rumah singgah diurus oleh tiga orang yaitu satu penjaga, satu supir ambulance, dan satu orang lagi pendamping pasien.

"Kalau saya nemenin pasien dari administrasi, cara berobat seperti apa, nanti kalau mereka sudah bisa, mereha berobat sendiri. Kalau minta tolong atau nggak ada pendamping bisa temenin, terus asalkan pasien aman," kata dia.

"Karena fasilitas disini terbatas, kadang namanya orang berobat, kita nggak tahu besok ada yang datang lagi kan kesini, hanya fasilitasnya kurang. Kadang kita bingung sendiri, ada yang tinggal, tapi kamarnya nggak ada, karena kalau kita minta ke Pemda itu nggak langsung turun bantuannya, harus dianggarkan dulu," Dwi menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Review Rumah Singgah: Kanker Mengubah Masa Depan, Lalu Apa Arti Harapan?

Review Rumah Singgah: Kanker Mengubah Masa Depan, Lalu Apa Arti Harapan?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 13:00 WIB

Ulasan Film Rumah Singgah: Cerita Mengharukan tentang Kasih dan Pengorbanan

Ulasan Film Rumah Singgah: Cerita Mengharukan tentang Kasih dan Pengorbanan

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Film "Rumah Singgah" Hadir di Bioskop: Ajak Penonton Rayakan Hidup, Temukan Harapan yang Hilang

Film "Rumah Singgah" Hadir di Bioskop: Ajak Penonton Rayakan Hidup, Temukan Harapan yang Hilang

Entertainment | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:23 WIB

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:40 WIB

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:46 WIB

Rumah Singgah Peninggalan Julia Perez Bernasib Tragis, Rusak Tak Ada Biaya untuk Renovasi

Rumah Singgah Peninggalan Julia Perez Bernasib Tragis, Rusak Tak Ada Biaya untuk Renovasi

Entertainment | Rabu, 22 April 2026 | 12:34 WIB

Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan

Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan

Health | Senin, 16 Februari 2026 | 12:31 WIB

BAFLIONSRUN 2025: Sport Tourism dengan Misi Mulia untuk Pejuang Kanker Anak

BAFLIONSRUN 2025: Sport Tourism dengan Misi Mulia untuk Pejuang Kanker Anak

Your Say | Minggu, 05 Oktober 2025 | 14:53 WIB

Ketika Rumah Singgah Jadi Ruang Aman Bagi Pasien Anak dan Keluarganya

Ketika Rumah Singgah Jadi Ruang Aman Bagi Pasien Anak dan Keluarganya

Health | Selasa, 08 Juli 2025 | 22:27 WIB

Kisah di Balik #Bear4Love: Bagaimana Mainan Menginspirasi Seniman untuk Bantu Anak-Anak yang Sakit

Kisah di Balik #Bear4Love: Bagaimana Mainan Menginspirasi Seniman untuk Bantu Anak-Anak yang Sakit

Lifestyle | Sabtu, 26 April 2025 | 14:01 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×