Pengacara Keluarga Debora: Apalah Kami, Kalau Bicara Hukum

Siswanto | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Senin, 11 September 2017 | 16:38 WIB
Pengacara Keluarga Debora: Apalah Kami,  Kalau Bicara Hukum
Orangtua Bayi Debora didampingi Komisioner Bidang Hak Sipil dan Patrisipasi Anak KPAI, Jasra Putra di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017). (Suara.com/Risna)
Pengacara orangtua Tiara Debora Simanjorang (4 bulan), Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi, mengatakan amat disayangkan jika pemerintah sampai mengabaikan persoalan Debora. Debora merupakan pasien Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, yang meninggal karena diduga tak mendapatkan penanganan optimal karena belum melunasi uang muka.

"Kami hanya menyesalkan sekali kalau pemerintah abai dan tidak mendengarkan suara kami. Suara kita adalah suara masyarakat Indonesia," kata pengacara Birgaldo Sinaga di kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).

Ketika ditanya mengenai apakah akan menempuh langkah hukum, kecil kemungkinan hal itu dilakukan.

"Kami tahu bermasalah hukum itu pelik, karena akan bulat. Tapi kalau itu kami akan lakukan, kami siap," kata Birgaldo. "Apalah kami ini. Kalau kami bicara hukum, bicara tetek bengek hukum yang begitu sulit ini dijangkau oleh orang miskin seperti kami ini bisa memenangkan pertarungan adu debat di ruang pengadilan."

Birgaldo merupakan orang pertama yang menyebarkan informasi tentang kasus Debora lewat akun Facebook.

Debora meninggal dunia di ruang IGD Rumah Sakit Mitra Keluarga pada Minggu, 3 September 2017. Debora diduga tidak mendapatkan penanganan secara maksimal karena dia belum melunasi uang muka.

"Saat ini kami hanya bisa bersuara nggak bisa 'berkelahi' di sana. Tapi kami akan pertimbangkan (tempuh jalur hukum) kalau pemerintah nggak merespon ini, kami akan terus bersuara. 'Meskipun leher kami dicekik modal besar perusahaan korporasi," kata Birgaldo.

Birgaldo mengatakan keluarga Debora tidak menuntut ganti rugi kepada RS Mitra Keluarga. Yang mereka tuntut hanyalah RS Mitra Keluarga mengakui kesalahan mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada Debora.

"Kalau ditanya apakah kami akan menuntut ganti rugi?. Kami sebenarnya tidak ingin sekali ya. Kami hanya ingin rumah sakit ini menyatakan kesalahannya lalu meminta maaf dan menyampaikan empatinya," kata Birgaldo.

Birgaldo mengatakan orangtua membawa Debora ke RS Mitra Keluarga karena mereka percaya rumah sakit ini akan membantu menangani sakit.

"Jadi ibu Debora ke sana untuk menaruh harapan. Tapi dia ternyata keliru. Disana dia lihat wajah datar, dingin, seperti malaikat pencabut nyawa. Karena harus membayar (uang muka) Rp11 juta dari Rp19,8 juta (fasilitas ruang PICU). Walaupun sudah memohon akan dibayar siang itu tidak diberikan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:23 WIB

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:19 WIB

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan  Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:00 WIB

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:40 WIB

Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi

Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:39 WIB

Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket

Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

Stasiun Tugu dan Lempuyangan Membeludak, Okupansi KA Daop 6 Melejit di Libur Kenaikan Yesus Kristus

Stasiun Tugu dan Lempuyangan Membeludak, Okupansi KA Daop 6 Melejit di Libur Kenaikan Yesus Kristus

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:23 WIB

Jejak Heri Black dalam Skandal Bea Cukai: KPK Incar Keterangan Sang Pengusaha Usai Geledah Rumahnya

Jejak Heri Black dalam Skandal Bea Cukai: KPK Incar Keterangan Sang Pengusaha Usai Geledah Rumahnya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:18 WIB

Gosip Panas! Isi Chat Mesra Emmanuel Macron ke Aktris Iran Berujung Ditampar Istri

Gosip Panas! Isi Chat Mesra Emmanuel Macron ke Aktris Iran Berujung Ditampar Istri

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:14 WIB