Array

Raker Komisi III Disebut Rangkaian untuk Jelek-jelekkan KPK

Rabu, 13 September 2017 | 11:16 WIB
Raker Komisi III Disebut Rangkaian untuk Jelek-jelekkan KPK
Rapat kerja KPK dan Komisi III [suara.com/Bagus Santosa]
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus menilai rapat kerja antara Komisi III DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi Senin (11/9/2017) kemarin hanyalah upaya untuk memojokkan posisi KPK. Indikasinya, kata dia, ketika Komisi III menjadikan informasi kekurangan KPK sebagai pembahasan utama dalam rapat.

"Sejak awal saat rencana penggunaan hak angket digulirkan kemudian berlanjut dengan pansus angket DPR hingga sekarang menjadi pembahasan utama Komisi III bersama Kejagung dan KPK, kelihatan bahwa misi DPR untuk memojokkan KPK menjadi sangat kental. Saya kira masih merupakan rangkaian lanjutan dari misi DPR yang ingin memojokkan KPK," kata Lucius, Rabu (13/9/2017).

Meski terus menerus diserang oleh DPR, menurut Lucius, KPK tetap memiliki sikap dan mampu memberikan argumentasi. Misalnya, KPK dapat menepis semua tudingan Bambang Soesatyo dan anggota Komisi III lainnya.

"Sayangnya, semua upaya yang diperjuangkan dengan penuh semangat oleh DPR itu, alih-alih menelanjangi kelemahan KPK sebagaimana mereka selalu gembar-gemborkan, yang terjadi justru sebaliknya. Kelemahan DPR dengan pansusnya itu yang kian terkuak memang sejak awal punya misi untuk menyingkirkan KPK," katanya.

Lucius mengatakan berbagai tudingan DPR terkait dengan penanganan barang sitaan, proses pengaduan masyarakat, penyelidikan hingga proses penyidikan bisa dijawab dengan baik oleh KPK.

"Lalu pertanyaan selanjutnya kesalahan sebesar apa yang kemudian membenarkan usulan atau rekomendasi DPR yang ingin membekukan bahkan sampai membubarkan KPK? Kan jelas jawabannya, tidak ada. Tudingan yang selama ini disebut-sebut anggota Pansus bisa dikonfirmasi oleh KPK tanpa tersisa sesuatu yang serius," kata dia.

Lucius menilai sangat jelas upaya pansus KPK ingin membekukan, bahkan membubarkan KPK. Menurut Lucius keinginan tersebut tanpa didasari penyelidikan yang mendalam oleh pansus.

"Bisa dikatakan bahwa rekomendasi itu sudah ada bahkan sejak pansus belum bekerja. Dengan kata lain misi membubarkan KPK itu sudah jadi misi bersama DPR. Yang kemudian dikerjakan adalah mencari alasan serta dukungan untuk mengejar misi tersebut," kata Lucius.

Untuk mewujudkan misi tersebut, kata Lucius, kesalahan KPK dicari-cari terus. Siapapun yang dianggap bisa menjelekkan KPK, seperti terpidana atau saksi-saksi yang pernah berhubungan dengan KPK, diangkat.

"Mereka-mereka ini diharapkan bisa memperkuat misi DPR untuk menyingkirkan KPK dengan membuat narasi-narasi jelek tentang KPK," kata Lucius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI