Presiden Resmikan Jembatan Gantung dan Rusunawa di Magelang

Fabiola Febrinastri

Selasa, 19 September 2017 | 11:00 WIB
Presiden Resmikan Jembatan Gantung dan Rusunawa di Magelang
Presiden Joko Widodo meresmikan 2 jembatan gantung di Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/9/2017). (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Selain membangun infrastruktur berskala masif, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga membangun infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti jembatan gantung, pengadaan air bersih, sanitasi, drainase, dan jalan lingkungan.

Salah satu tujuan pembangunan tersebut adalah untuk meningkatkan mobilitas warga desa dan produktivitas anak-anak sekolah, yang mana Kementerian PUPR membangun dua jembatan gantung, yaitu Jembatan Gantung Mangunsuko (120 meter), yang menghubungkan Desa Sumber dan Desa Mangunsuko, dan Jembatan Gantung Krinjing (90 meter), yang menghubungkan Dusun Krinjing dengan Dusun Paten, dan Dusun Jombong serta Dusun Gandelan. Kedua jembatan gantung tersebut terletak di Magelang, Jawa Tengah, dan sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.  

"Jembatan gantung ini sangat diperlukan dalam menghubungkan desa ke desa, atau kecamatan ke kecamatan. Sebenarnya kebutuhan jembatan gantung jumlahnya ribuan, baik di Jawa dan luar Jawa, sangat banyak sekali," kata Jokowi, yang didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, anggota Komisi V DPR RI, Soedjadi, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, di Desa Mangunsuko, Senin (18/9/2017).

Menurut Jokowi, pada 2017, pemerintah akan membangun sekitar 70 jembatan gantung.

"Tahun depan, kita menargetkan bisa membangun 300 unit jembatan. Permintaan yang masuk ke kita jumlahnya ribuan, dengan harapan bisa dilewati oleh kendaraan," katanya.

Menurut presiden, kehadiran jembatan gantung bisa memperlancar arus orang dan barang. "Biar cepat dan tidak terlalu jauh memutar. Sangat efisien sekali," katanya.  

Sementara itu, Basuki, mengatakan, Kementerian PUPR akan membangun ruang terbuka hijau (RTH) di bawah jembatan.

"Pemandangannya (latar belakang Gunung Merapi) bagus sekali dan masih bisa dikembangkan untuk tempat bermain anak-anak desa," katanya.

Kementerian PUPR sendiri telah merampungkan pembangunan 4 jembatan gantung, senilai Rp 10,3 miliar pada 2016, di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang, yakni Jembatan Galeh (90 meter) dan Jembatan Suropadan (120 meter), di Kabupaten Temanggung, yang juga telah diresmikan Presiden Jokowi. Dua jembatan lainnya adalah Krinjing dan Mangunsuko.

Basuki menyatakan, dengan adanya jembatan gantung tersebut, maka masyarakat tidak perlu lagi melakukan aksi 'Indiana Jones'. Hasil kebun dan pertanian juga bisa dipasarkan dengan lebih efisien dan mudah.

Rencananya tahun depan, Kementerian PUPR akan membangun 30 jembatan gantung di Banten, kemudian berlanjut ke lokasi lain di Jawa dan luar Jawa.

Sebelumnya Warga Harus Memutar 8 Km
Kepala Desa Sumber, Maryono, mengatakan, jembatan gantung Mangunsuko sangat penting untuk meningkatkan aksesibilitas warga di dua desa. Apalagi banyak warga desa yang memiliki lahan pertanian di Desa Sumber dan Desa Mangunsuko.

"Jembatan ini menyambungkan 5 dusun di desa Mangunsuko dan 12 dusun di Desa Sumber, sehingga akan mempermudah warga dalam aktivitas sehari-hari," katannya.

Menurutnya, sebelum jembatan tersebut terbangun, warga desa terpaksa berjalan kaki atau naik sepeda motor memutari desa ke arah selatan sejauh 8 kilometer.

"Tadinya ada jembatan gantung yang menghubungkan dua desa, namun terkena erupsi Merapi dan lenyap," katanya.

Maryono juga mengatakan, dengan adanya jembatan gantung Mangunsuko, anak-anak yang akan bersekolah setiap pagi tidak perlu berjalan jauh setiap hari. Kini mereka cukup melintasi jembatan tersebut, termasuk warga yang akan mengurus administrasi ke kantor kelurahan.

"Di Desa Sumber, ada padepokan kesenian gamelan yang setiap hari selalu ramai oleh aktivitas kesenian anak-anak. Jembatan ini sangat bermanfaat untuk menunjang akivitas anak-anak," katanya.

Selain itu, jembatan tersebut juga berguna untuk meningkatkan kegiatan ekonomi warga, seperti akivitas perdagangan, jual beli, termasuk untuk menggarap perasawahan.

Bahkan warga juga tidak perlu lagi repot untuk menghadiri acara keagamaan, seperti ke gereja atau ke masjid.

Anggota DPR Komisi V Fraksi PDI Perjuangan, Soedjadi, mengaku bersyukur dengan hadirnya jembatan tersebut. Ini merupakan bukti bahwa pembangunan infrastruktur sangat bermanfaat bagi warga desa.

"Ke depan warga harus bisa memanfaatkan dan merawat jembatan ini dengan baik," katanya.



Selain meresmikan jembatan gantung, Presiden Jokowi juga meresmikan tiga proyek rusun sewa (Rusunawa) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Magelang. Rusunawa pertama berada di Desa Tanggulrejo, Kecamatan Tempuran, sebanyak 50 unit tipe 24 m2,

Rusunawa kedua berada di Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, sebanyak 50 unit, tipe 36 m2, dan Rusunawa ketiga di Kelurahan Gulon, Kecamatan Salam, sebanyak 114 unit, tipe 24 m2.

(** Artikel ini merupakan kerja sama Kementerian PUPR dan Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kurangi Dampak Kekeringan, PUPR Siapkan Sumur Bor di Daerah Rawan

Kurangi Dampak Kekeringan, PUPR Siapkan Sumur Bor di Daerah Rawan

News | Senin, 18 September 2017 | 16:06 WIB

Jokowi: Pemuda Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

Jokowi: Pemuda Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

Bisnis | Senin, 18 September 2017 | 12:51 WIB

Terkini

Ulasan Novel Membunuh Alice: Ketika Mimpi Buruk Menjadi Kenyataan

Ulasan Novel Membunuh Alice: Ketika Mimpi Buruk Menjadi Kenyataan

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 06:25 WIB

Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, LEPAS Ekspansi Pasar Mobil Listrik Premium

Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, LEPAS Ekspansi Pasar Mobil Listrik Premium

Jawa Tengah | Kamis, 10 September 2026 | 06:10 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 06:00 WIB

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

×