Pansus Angket KPK Dituding Pengaruhi Jokowi untuk Lemahkan KPK

Adhitya Himawan, Nikolaus Tolen

Selasa, 19 September 2017 | 15:55 WIB
Pansus Angket KPK Dituding Pengaruhi Jokowi untuk Lemahkan KPK
Ray Rangkuti [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan rencana panitia khusus hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi bertemu Presiden Joko Widodo mempunyai tujuan terselubung. Dia mengatakan, Pansus ingin mempengaruhi Presiden yang dengan tegas menolak upaya pelemahan terhadap KPK.

"Langkah ini dilakukan karena memang, akhir-akhir ini, presiden berulangkali menyatakan tidak ingin memperlemah KPK. Bahkan beberapa isu rekomendasi pansus telah ditanggapi presiden dengan sikap sebaliknya. Maka langkah meminta konsultasi ini dapat dilihat sebagai upaya memengaruhi presiden agar setidaknya tidak memperlihatkan secara vulgar sikap menolak poin-poin rekomendasi pansus," kata Ray, saat dihubungi, Selasa (19/9/2017).

Tujuan lain dari rencana konsultasi tersebut adalah Pansus ingin melempar tanggungjawab kepada Presiden. Dalam artian, pansus DPR akan menempatkan presiden sebagai aktor yang paling bertanggungjawab atas rekomandasi pansus. Artinya, apakah rekomendasi itu akan dilaksanakan atau tidak, presidenlah sebagai penentu. Dengan begitu, beban tanggungjawabnya bukan lagi kepada pansus, tetapi kepada presiden.

"Tentu tindakan ini secara tidak langsung, pansus sedang menempatkan presiden dalam posisi serba gamang. Bagi presiden, jelas hal ini agak mengganggu," katanya.

Dia juga melihat keinginan tersebut juga didasari oleh posisi bingung dan tidak konsistennta pansus angket KPK. Dimana pada satu segi, Pansus mengajukan angket KPK karena merasa bahwa KPK bagian dari ranah kekuasaan pemerintah, sebagai pelaksana UU dan penegak hukum, tapi pada saat yang sama mereka juga memisahkan KPK sebagai bukan bagian dari presiden.

"Sejatinya, jika mereka memandang KPK bagian dari ranah eksekutif atau pelaksana tugas-tugas ekseskutif, maka jelas penanggungjawab institusi KPK adalah presiden sebagai kepala pemerintah. Artinya, pansus KPK sejatinya bukan melakukan konsultasi tapi memanggil presiden untuk dimintai keterangan dalam rapat-rapat pansus," kata Ray.

Ray mengatakan sikap bimbang dan tak konsisten Pansus KPK memang sudah terlihat dari awal. Hal itu dapat dilihat dari berbagai isu yang berkembang di pansus, tak ada isu yang secara spesifik berkaitan dengan kepemimpinan komisioner yang sekarang.

"Yang dipersoalkan adalah hal yang terkait dengan tahun-tahun sebelum mereka masuk ke KPK. Jadi tak jelas apakah angket ini untuk meminta pertanggungjawaban kepengurusan atau institusi. Jika melihat isu dan cara pansus menggali kasus, tindakan mereka sebenarnya lebih tepat dilihat sebagai angket institusi," katanya.

baca juga

Karenanya Ray mengatakan hal seperti itu bisa menimbulkan polemik jika dikaitkan dengan pemerintah sebagai institusi. Sebab, Presiden Jokowi akan bisa diangket karena kinerja presiden-presiden sebelumnya.

"Sebaiknya presiden menolak rencana konsultasi tersebut. Presiden harus memperlihatkan sikap konsistensi bahwa urusan angket adalah urusan legislatif. Oleh karena itu, dalam hal ini, tak perlu melibatkan presiden. Sekaligus mencegah upaya pelibatan nama presiden dalam proses yang dipandang masyarakat sebagai upaya pelemahan KPK," tutup Ray.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pansus Hak Angket KPK Mau Temui Jokowi, Ini Kata Menkumham

Pansus Hak Angket KPK Mau Temui Jokowi, Ini Kata Menkumham

News | Selasa, 19 September 2017 | 15:47 WIB

Rencana Pansus KPK Ketemu Presiden, DPR Terbelah

Rencana Pansus KPK Ketemu Presiden, DPR Terbelah

News | Selasa, 19 September 2017 | 12:06 WIB

Kantor YLBHI Dikepung, Jokowi Minta Massa Tak Main Hakim Sendiri

Kantor YLBHI Dikepung, Jokowi Minta Massa Tak Main Hakim Sendiri

News | Senin, 18 September 2017 | 20:58 WIB

Presiden Jokowi Ingin Film G30S PKI yang Kekinian

Presiden Jokowi Ingin Film G30S PKI yang Kekinian

News | Senin, 18 September 2017 | 20:10 WIB

Tahun 2018, Jokowi Targetkan Bangun 300 Jembatan Gantung

Tahun 2018, Jokowi Targetkan Bangun 300 Jembatan Gantung

Bisnis | Senin, 18 September 2017 | 19:58 WIB

Sidarto Sebut Tuduhan Prabowo pada Jokowi soal Rohingya Tak Tepat

Sidarto Sebut Tuduhan Prabowo pada Jokowi soal Rohingya Tak Tepat

News | Senin, 18 September 2017 | 17:12 WIB

Pansus Angket KPK Bakal Serahkan 5 Koper Data ke Presiden Jokowi

Pansus Angket KPK Bakal Serahkan 5 Koper Data ke Presiden Jokowi

News | Senin, 18 September 2017 | 15:16 WIB

Tiga Tahun Berkuasa, Jokowi Diklaim Juara Soal Pembangunan

Tiga Tahun Berkuasa, Jokowi Diklaim Juara Soal Pembangunan

Bisnis | Senin, 18 September 2017 | 13:27 WIB

Jokowi: Pemuda Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

Jokowi: Pemuda Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

Bisnis | Senin, 18 September 2017 | 12:51 WIB

Jokowi Ingatkan 15 Ribu Santri NU Bahaya Hoax di Media Sosial

Jokowi Ingatkan 15 Ribu Santri NU Bahaya Hoax di Media Sosial

News | Senin, 18 September 2017 | 12:46 WIB

Terkini

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 09:15 WIB

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:09 WIB

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:07 WIB

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:01 WIB

Dorong Ekonomi Digital,  ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

Dorong Ekonomi Digital, ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 08:59 WIB

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:56 WIB

Pria Muda Paling Banyak Terjerat Kredit Macet Pinjol

Pria Muda Paling Banyak Terjerat Kredit Macet Pinjol

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:53 WIB

×