- Indeks Harga Saham Gabungan pada Senin tanggal 3 Agustus 2026 sesi pertama ditutup terkoreksi tipis ke level 6.234,29.
- Sektor barang konsumen primer dan sektor bahan baku memimpin penguatan pasar modal dengan dukungan sejumlah saham unggulan.
- Saham perbankan besar dan teknologi menjadi penekan utama laju indeks meskipun aktivitas transaksi pasar tercatat cukup marak.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I awal pekan, Senin (3/8/2026), dengan bergerak mendatar dan terkoreksi tipis sebesar 1,83 poin atau 0,03 persen ke level 6,234,29.
Meski sempat dibuka menguat pada posisi 6,272,62 dan menyentuh level tertinggi harian di 6,273,33, tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar menahan laju indeks hingga sempat menyentuh titik terendah di posisi 6,213,35.
Kondisi berbeda terlihat pada indeks saham unggulan LQ45 yang justru berhasil bertahan di zona hijau dengan menguat 1,99 poin atau 0,32 persen ke posisi 623,23.
Berdasarkan aktivitas transaksi, likuiditas pasar modal pada paruh pertama perdagangan terhitung relatif marak, di mana nilai transaksi mencapai Rp7,69 triliun. Angka tersebut didominasi oleh transaksi di pasar reguler sebesar Rp7,51 triliun dan pasar negosiasi sebesar Rp175,43 miliar.
Secara volume, sebanyak 23,10 miliar saham diperdagangkan pada sesi I. Di ranah makroekonomi, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau berada di level Rp17.994 per dolar AS, sedangkan harga minyak mentah acuan Brent bertengger di kisaran US$83,40 per barel.
Sektor Konsumen dan Bahan Baku Pimpin Penguatan
Sektor Barang Konsumen Primer (IDXCYC) menjadi bintang lapangan pada perdagangan sesi I dengan membukukan lonjakan tertinggi hingga 1,93 persen menuju posisi 953,83.
Melesatnya sektor ini terutama didorong oleh penguatan tajam saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang melonjak 15,11 persen ke harga Rp1.790 per lembar.
Penguatan sektor konsumen juga ditopang oleh saham PT MNC Land Tbk (KPIG) yang melesat 4,82 persen ke posisi Rp87, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) yang naik 4,62 persen ke posisi Rp680, PT Sari Boga Indonesia Tbk (BOGA) menguat 3,28 persen ke level Rp1,730, serta PT Future Asset Sekuritas Tbk (FUTR) yang mendaki 12,86 persen ke harga Rp316 per lembar.
Sektor Bahan Baku (IDXBASIC) turut menyumbang poin positif bagi indeks setelah terangkat 0,57 persen ke level 1.673,57. Penguatan sektor ini dipelopori oleh saham tambang tembaga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menguat 3,66 persen ke posisi Rp4,250.
Emiten kertas PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) melesat 8,85 persen ke Rp7.075, disusul emiten nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang naik 5,59 persen ke Rp945, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menguat 1,49 persen ke Rp8.525, serta PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) terangkat 2,14 persen ke level Rp4.770 per lembar.
Sektor Barang Konsumen Non-Primer (IDXNCYC) juga parkir di zona hijau dengan kenaikan 0,65 persen ke level 694,20. Saham-saham yang menjadi motor penggerak sektor ini antara lain PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang naik 3,23 persen ke Rp7.200, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menguat 2,51 persen ke Rp7.150, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 2,79 persen ke Rp2.210, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) terangkat 4,49 persen ke Rp1.395, serta PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang terkerek 2,63 persen ke posisi Rp19.500 per lembar.
Penggerak Indeks dan Tekanan Saham Big Caps
Berdasarkan bobot penopang IHSG (top leading movers), saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berada di urutan teratas setelah menguat 2,66 persen ke level Rp2.700 per lembar.
Penguatan ini diikuti oleh AMMN (+3,66%), MAPI (+15,11%), INDF (+2,51%), serta saham pertambangan batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menguat 2,42 persen ke posisi Rp169 per lembar.