Jokowi Diminta Klarifikasi soal 5.000 Senjata Selundupan

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 23 September 2017 | 12:51 WIB
Jokowi Diminta Klarifikasi soal 5.000 Senjata Selundupan
Presiden Joko Widodo menerima Direktur Jenderal World Intellectual Property Organization (WIPO) Francis Gurry di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/9).

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani meminta Presiden Joko Widodo untuk mengklarifikasi isu adanya sebuah institusi negara yang menyelundupkan 5.000 buah senjata. Untuk memuluskan aksi tersebut, nama Jokowi dicatut oleh institusi tersebut.

"Tiap-tiap presiden yang mengklarifikasikan, karena presiden itu kan penanggung jawab tertinggi," kata Asrul di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/9/2017).

Namun, kemudian Politikus Partai Persatuan Pembanguan tersebut mengatakan penyampaian klarifikasi tersebut bisa dilakukan oleh pihak lain selain presiden. Asalkan orang tersebut sudah ditunjuk oleh presiden untuk mengklarifikasikannya kepada publik.

"Terserah presiden, apakah presiden bilang? Ya yang mengklarifikasi biar Pak Wapres atau Pak Menkopolhukam itu kan keputusan presiden," katanya.

Sekjen PPP mengatakan sebelum itu dilakukan oleh Presiden, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo harus melaporkannya terlebih dahulu kepada Presiden terkait isu tersebut. Hal itu bertujuan agar tidak ada persepsi negatif di masyarakat soal hubungan antar lembaga pemerintah.

"Saya kira begini lah, karena itu sudah disampaikan ke publik, maka kemudian panglima tentu menyampaikan ke atasan, atasan beliau kan presiden, sampaikan kepada presiden dan kemudian direkam oleh presiden.  Daripada kemudian itu menjadi seolah-olah antar sektoral di pemerintahan itu tidak kompak gitu loh," kata Asrul.

Sebelumnya Gatot Nurmantyo menyampaikan soal 5.000 senjata tersebut dalam acara internal silaturahmi TNI dengan Purnawirawan TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017). Dalam acara tersebut hadir Menkopolhukam Wiranto dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Beri Selamat Indonesia Juara ASEAN Para Games 2017

Jokowi Beri Selamat Indonesia Juara ASEAN Para Games 2017

News | Sabtu, 23 September 2017 | 07:09 WIB

Gagal Menang di Tujuh Pertandingan, PS TNI Lepas Ivan Kolev

Gagal Menang di Tujuh Pertandingan, PS TNI Lepas Ivan Kolev

Bola | Kamis, 21 September 2017 | 21:21 WIB

Hadiri ARF HDUCIM, Unhan Menuju World Class Defense University

Hadiri ARF HDUCIM, Unhan Menuju World Class Defense University

News | Kamis, 21 September 2017 | 20:44 WIB

Ratusan Warga Nonton Film G30S/PKI di Kodim

Ratusan Warga Nonton Film G30S/PKI di Kodim

News | Kamis, 21 September 2017 | 04:44 WIB

Jokowi: Sekarang Cukup Buka Ponsel Aplikasi...Tik Tik Tik..Bayar

Jokowi: Sekarang Cukup Buka Ponsel Aplikasi...Tik Tik Tik..Bayar

Bisnis | Rabu, 20 September 2017 | 19:26 WIB

Pada Guru PAUD, Jokowi Sampaikan Cita-cita Indonesia Emas 2045

Pada Guru PAUD, Jokowi Sampaikan Cita-cita Indonesia Emas 2045

News | Rabu, 20 September 2017 | 19:18 WIB

Presiden Jokowi: Pengusaha Harus Jeli Melihat Tren

Presiden Jokowi: Pengusaha Harus Jeli Melihat Tren

Bisnis | Rabu, 20 September 2017 | 19:04 WIB

Jokowi Minta BUMN Dorong Ekonomi Digital

Jokowi Minta BUMN Dorong Ekonomi Digital

Bisnis | Rabu, 20 September 2017 | 18:23 WIB

Mendagri: Jokowi Ingin Meluruskan Tapak Sejarah Perjuangan Bangsa

Mendagri: Jokowi Ingin Meluruskan Tapak Sejarah Perjuangan Bangsa

News | Rabu, 20 September 2017 | 17:51 WIB

Terkini

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

News | Senin, 06 April 2026 | 23:45 WIB

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

News | Senin, 06 April 2026 | 22:56 WIB

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

News | Senin, 06 April 2026 | 22:47 WIB

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

News | Senin, 06 April 2026 | 22:17 WIB

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

News | Senin, 06 April 2026 | 21:58 WIB

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

News | Senin, 06 April 2026 | 21:02 WIB

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

News | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

News | Senin, 06 April 2026 | 20:48 WIB

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

News | Senin, 06 April 2026 | 20:25 WIB

Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!

Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!

News | Senin, 06 April 2026 | 20:22 WIB