Gatot Kuak 5 Ribu Pucuk Senjata Ilegal, DPR: Siapa yang Memesan?

Madinah, Bagus Santosa

Minggu, 24 September 2017 | 14:14 WIB
Gatot Kuak 5 Ribu Pucuk Senjata Ilegal, DPR: Siapa yang Memesan?
Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin, Jaksa Agung HM Prasetyo, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menkeu Sri Mulyani, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang usai Rapat Koordinasi Program Penertiban Impor Beresiko Tinggi di Kantor Ditjen Bea Cukai, Jakarta, Rabu (12/7).

Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menyebut pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo soal adanya import ilegal 5 ribu pucuk senjata api yang dilakukan kelompok tertentu dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo berpotensi membingungkan dan dikhawatirkan menimbulkan keresahan pada masyarakat. ‎

"Kalau pengadaan senjata untuk TNI atau Polri itu legal dan jelas tercatat dalam anggaran Negara. Nah, ini 5 ribu pucuk senjata api ilegal, siapa yang memesan? Untuk siapa? Dan untuk apa?" kata Hasanuddin dalam pernyataannya, Jakarta, (24/9/2017).‎‎

Apalagi, lima ribu pucuk senjata sama dengan kekuatan 5 batalion tempur.

"Ucapan Panglima soal masuknya ribuan senjata legal dapat menciptakan rasa tidak aman di masyarakat, mengingat peruntukan senjata itu tidak jelas," kata dia.‎

Politikus PDI Perjuangan ini beranggapan bahwa ada kemungkinan pernyataan Gatot adalah benar. Harusnya, kata Hasanuddin, informasi ini dikoordinasikan ‎dengan aparat kemanan dan institusi lainnya yang terkait dengan masalah keamanan negara dan bukan diungkap ke publik.‎

"Menurut prosedur yang saya tahu, kalau memang benar bahwa ada indikasi akan masuk 5 ribu pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Jokowi, sebaiknya dikordinasikan dulu dan di cross check dengan aparat lain, seperti, Menhan, Kapolri, Kepala BIN, dan Menkopolhukam," kata dia.

"Kalau perlu dilaporkan langsung kepada Presiden untuk diambil tindakan pencegahan atau kalau perlu diambil tindakan hukum," tambah dia.

Hasanuddin kemudian menyarankan supaya informasi seperti ini lebih berhati-hati lagi disampaikan ke publik karena menyangkut masalah keamanan dan keselamatan negara.‎
‎
"Mewartakan kepada media sebelum ada kepastian dan tindakan hanya membuat ketakutan rakyat. Kalau benar ada ancaman ya diselesaikan!" ujarnya.
‎
Sebagaimana diketahui, Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan ada institusi yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Indonesia. Hal itu dia ungkapkan ‎dalam acara 'Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Namun, Panglima TNI tidak memberikan info secara rinci mengenai institusi yang dimaksud dan jenis senjata yang akan didatangkan.

baca juga


‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lieus Menilai Pernyataan Gatot Soal 5000 Senjata Sangat Serius

Lieus Menilai Pernyataan Gatot Soal 5000 Senjata Sangat Serius

News | Minggu, 24 September 2017 | 12:46 WIB

Demokrat: Panglima TNI Langgar UU Saat Ancam Menyerbu Polisi

Demokrat: Panglima TNI Langgar UU Saat Ancam Menyerbu Polisi

News | Minggu, 24 September 2017 | 12:07 WIB

Gatot: Ancaman Makin Jelas, Indonesia Butuh Alutsista Terbaik

Gatot: Ancaman Makin Jelas, Indonesia Butuh Alutsista Terbaik

News | Selasa, 19 September 2017 | 22:00 WIB

Wantimpres: Prioritaskan Pembangunan Ketimbang Ribut Soal PKI

Wantimpres: Prioritaskan Pembangunan Ketimbang Ribut Soal PKI

News | Selasa, 19 September 2017 | 02:02 WIB

Panglima TNI Waspadai Benih Perpecahan Umat

Panglima TNI Waspadai Benih Perpecahan Umat

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 07:08 WIB

Panglima TNI Puji Keberanian Megawati Saat AS Embargo Indonesia

Panglima TNI Puji Keberanian Megawati Saat AS Embargo Indonesia

News | Sabtu, 22 Juli 2017 | 07:03 WIB

Terkini

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

News | Senin, 02 November 2026 | 18:32 WIB

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:25 WIB

×