Lagi, Militer Myanmar Temukan Kuburan Massal Pengikut Hindu

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Selasa, 26 September 2017 | 14:11 WIB
Lagi, Militer Myanmar Temukan Kuburan Massal Pengikut Hindu
Ilustrasi kuburan massal. (Shutterstock)

Suara.com - Pasukan Myanmar menemukan 17 jenazah lagi warga desa pengikut Hindu pada, Senin (25/9/2017), menambah jumlah jenazah yang telah ditemukan menjadi 45.

Mereka diduga tewas oleh serangan gerilyawan bulan lalu, pada awal gelombang kekerasan yang telah mengakibatkan 436.000 warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Sejumlah jenazah yang telah ditemukan sejak akhir pekan lalu, terkubur di pinggiran sebuah desa, di negara bagian Rakhine, Myanmar barat, tempat awal pertempuran terjadi pada 25 Agustus, ketika gerilyawan Rohingya melancarkan serangan terhadap sekitar 30 pos polisi dan sebuah markas tentara.

PBB menggambarkan aksi pasukan pemerintah Myanmar sebagai upaya pembersihan suku di negara bagian Rakhine ketika menanggapi serangan para gerilyawan tersebut.

Pemerintah Myanmar menolak tuduhan pembersihan suku itu, dengan mengatakan bahwa mereka tengah memerangi teroris.

"Tidak ada pembersihan suku. Tidak ada pemusnahan," kata Duta Besar Myanmar untuk PBB, Hau Do Suan, kepada Majelis Umum PBB di New York, pada Senin lalu.

"Para pemimpin Myanmar yang telah lama memperjuangkan kebebasan dan hak asasi manusia tidak akan mendukung kebijakan semacam itu," tambahnya.

"Kami akan melakukan segala upaya untuk mencegah terjadinya pembersihan suku dan pemusnahan," kata diplomat tersebut.

"Ini adalah tanggung jawab setiap pemerintah untuk memerangi terorisme dan melindungi warga yang tidak bersalah. Kami mengutuk semua pelanggaran hak asasi manusia dan tindakan kekerasan," ujarnya.

Baca Juga: Sevel Tutup, Karyawan Belum Dapat THR dan Pesangon

Myanmar mengatakan sebelum kuburan massal tersebut ditemukan, bahwa dari 400 orang yang telah tewas kebanyakan dari mereka adalah pemberontak.

Sejumlah warga minoritas tampaknya terperangkap di tengah kemelut. Beberapa telah melarikan diri ke Bangladesh, mengeluhkan kekerasan terhadap mereka oleh tentara atau warga pengikut Buddha.

Warga minoritas lainnya mengeluh karena mendapat serangan dari pihak pemberontak atas kecurigaan terhadap mereka yang dianggap telah menjadi mata-mata pemerintah.

Proses pencarian dilakukan pada akhir pekan lalu setelah seorang pengungsi yang pergi melarikan diri ke Bangladesh menghubungi seorang pemimpin masyarakat Hindu di Myanmar.

Ia mengatakan bahwa gerilyawan Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) telah mengusir sekitar 100 orang keluar dari desa mereka pada 25 Agustus dan membunuhnya, kata pemerintah. Sebanyak 28 jenazah ditemukan pada Minggu.

"Sore ini, sebuah tempat mencurigakan ditemukan, sekitar 400 meter sebelah timur laut kuburan massal yang ditemukan kemarin," kata militer dalam pernyataan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI