"Dipalak" Rp10 Miliar, Dedi Mulyadi Sudah Lapor ke Sekjen Golkar

Syaiful Rachman, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 29 September 2017 | 09:07 WIB
"Dipalak" Rp10 Miliar, Dedi Mulyadi Sudah Lapor ke Sekjen Golkar
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa  Barat Dedi Mulyadi mengatakan dirinya telah melaporkan kepada  Sekretaris DPP Partai Golkar, Idrus Marham, terkait  permasalahan adanya permintaan mahar Rp10 miliar dari seorang oknum agar Partai Golkar mengeluarkan rekomendasi dirinya untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat.

"Terus kemudian ada isu yang beredar begitu kuat. Ya, kita mulai bertanya pada diri saya sendiri. Sehingga perlu kita sampaikan saja. Kita pernah sampaikan ke sekjen. Tanggapannya cuma, ‘apa benar’ ya udah. Kemudian sekretaris saya juga pernah ketemu Sekjen (Idrus) menyampaikan hal itu," ujar Dedi di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta, Kamis (28/9/2017) malam.


Menurutnya, oknum yang meminta mahar kepada dirinya merupakan orang yang sama yang pernah menghubungi dirinya. Oknum tersebut, kata Dedi, sempat mengancam. Jika permintaannya tidak dipenuhi, rekomendasi pencalonan gubernur Jawa Barat tidak akan keluar.

"Orang yang nelepon itu dari orang yang sama. Sementara ini saya sampaikan orang yang sama dulu yah. Sering itu menanyakan berulang-ulang. 'Pokoknya ini harus dipenuhi’. Dulu waktu terakhir, ‘ini yang terakhir saya telepon, maka kalau tidak terpenuhi maka rekomendasinya tidak akan keluar'," cerita Dedi.

Lebih lanjut, Bupati Purwakarta itu mengaku mengenal baik oknum tersebut. Menurutnya, oknum yang dimaksud bukanlah pengurus Partai Golkar. Akan tetapi memiki kedekatan dengan DPP Partai Golkar.

"Saya kenal baik sama dia. Ya kenal baik itu karena dikenalkan juga. Waktu itu ada arahan saya bertemu dengan dia. Tapi dia bukan pengurus partai. Ya pokoknya sekarang ini saya sampaikan seperti ini dulu. Nanti ada hal yang baru sesuai perkembangan saja. Dia mengakunya orang dekat pengurus partai. Dia mengaku dekat dengan DPP dan pengambilan keputusan," ucap Dedi.

Dedi pun menjelaskan ada keterkaitan surat rekomendasi bodong pencalonan Gubernur Jawa  Barat dengan permintaan mahar Rp10 miliar.  

Rekomendasi bodong yang dimaksud yakni beredarnya foto surat rekomendasi DPP Partai Golkar yang berisi nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Danil Muttaqien sebagai pasangan yang diusung Golkar.

Pasalnya, setelah adanya permintaan mahar Rp 10 miliar dari seorang oknum, rekomendasi bodong keluar.
Ia pun meminta agar adanya pembuktian rekomendasi bodong terkait pencalonan gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar.

"Ya makanya rekomendasi itu harus dibuktikan. Rangkaian apa yang saya ucapkan, rekomendasi bodong itu tinggal di cek. Saya minta kan udah laporin biar kita tahu. Artinya siapa sih yang posting di group wa (whatsapp) itu, kan gampang. Hal mudah kok untuk membuktikan ini semua. Waktunya memang agak dekat antara ancaman terakhir dan keluar surat rekomendasi bodong itu. Ya saya tidak mau menduga-duga," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PDIP Belum Pasti Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

PDIP Belum Pasti Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

News | Minggu, 24 September 2017 | 14:51 WIB

Dedi Mulyadi: Surat Golkar Dukung Ridwan Kamil, Hoax!

Dedi Mulyadi: Surat Golkar Dukung Ridwan Kamil, Hoax!

News | Sabtu, 23 September 2017 | 10:07 WIB

Pengamat: Sulit Mendapatkan Orang seperti Dedi Mulyadi

Pengamat: Sulit Mendapatkan Orang seperti Dedi Mulyadi

Press Release | Jum'at, 22 September 2017 | 17:00 WIB

Ini Kata Dedi Mulyadi Soal Beredarnya Surat Dukungan dari Golkar

Ini Kata Dedi Mulyadi Soal Beredarnya Surat Dukungan dari Golkar

Press Release | Jum'at, 22 September 2017 | 16:39 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×