Kantor Importir Senjata Brimob Tertutup, Wartawan Dilarang Masuk

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Selasa, 03 Oktober 2017 | 18:11 WIB
Kantor Importir Senjata Brimob Tertutup, Wartawan Dilarang Masuk
Gedung Graha Mobilkom di Jalan Raden Saleh Raya, Nomor 53, Jakarta Pusat. (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - PT. Mustika Dutamas menjadi tenar setelah disebut sebagai perusahaan pengimpor 280 pucuk senjata berjenis Stand Alone Granade Launcher (SAGL) kaliber 40x46 mm dan 5.932 butir amunisiya dari Bulgaria. Senjata itu menjadi polemik karena tertahan di Bandara Soekarno-Hatta lantaran tak memiliki izin dari Badan Intelijen Strategis TNI.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto ‎memastikan senjata yang disita itu dibeli Polri. Proses pembelian senjata itu diklaim sah. Yaitu mulai dari perencanaan, pelelangan dan diaudit pula oleh Irwasum Polri serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Suara.com mencoba menelusuri keberadaan kantor PT. Mustika Dutamas tersebut. Awalnya, ‎pencarian dimulai dari penelurusan di media Internet. Lewat mesin pencari Google, nama PT. Mustika Dutamas mudah didapati. Dari mesin pencari tadi, Kantor tersebut beralamat di Jalan Gunung Sahari Raya Blok a No.1, RT.10/RW.4, Gn. Sahari Utara, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Kode POS 10720. Dari mesin pencari Google ini pula tertera nomor telepon yang bisa dihubungi, yaitu 021-2929777.

Suara.com ke alamat itu. Namun, sesampainya di sana, tidak ada alamat tersebut. Meski mengikuti petunjuk dari Google Maps yang disertai foto, kantor PT. Mustika Dutamas tidak ditemukan. Bahkan, warga sekitar, pedagang kaki lima, tukang parkir dan ojek online, tidak mengetahui alamat tersebut.

"Di sini alamatnya nggak ada yang blok-blokan, ‎angka semua. Ini juga mulainya di angka 30-an," kata salah satu tukang parkir yang ada di lokasi.

Suara.com kemudian mencoba menghubungi nomor telepon yang terdapat di mesin pencari Google tadi. Nomor telepon tersebut tersambung. Namun sayangnya, sambungan telepon ini bukan ke Kantor PT. Mustika Dutamas. Melainkan ke Gedung Capitol, di Jalan Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat.

"Oh bukan mas. Ini nomor telepon Gedung Capitol. Di gedung ini tidak ada nama PT. Mustika Dutamas," kata salah satu operator bernama Desi yang dihubungi suara.com.‎

Saat nomor telepon yang dihubungi tadi dimasukan ke dalam mesin pencari Google, betul saja, nomor tersebut menyasar ke Gedung The Capitol.

Suara.com kemudian menelusuri informasi lain tentang PT. Mustika Dutamas. Informasi yang didapatkan, PT. Mustika Dutamas berkantor di salah satu lantai di Gedung Graha Mobilkom di Jalan Raden Saleh Raya, Nomor 53, Jakarta Pusat.

Ketika disambangi, kantor tersebut minim aktivitas. Hanya ada beberapa orang yang lalu lalang ketika waktu memasuki Salat Ashar. Namun, halaman gedung ini penuh dengan berbagai merek mobil. Di sisi kiri gedung, terdapat tempat parkir motor yang juga tapak penuh.

Suara.com kemudian menanyakan keberadaan perusahaan tersebut kepada pihak keamanan yang berjaga. Sang penjaga keamanan yang tidak mau disebutkan namanya itu mengakui kalau perusahaan PT. Mustika Dutamas memang berada di gedung tersebut.

"Tapi kita sebagai keamanan gedung diminta untuk tidak memperbolehkan wartawan masuk. Karena takut menganggu tenant-tenant yang lain," kata penjaga keamanan berambut cepak itu.

Sedikitnya ada empat perushaan yang menyewa tempat di gedung tersebut. Salah satunya adalah perusahaan Ibadah Haji dan Umroh. Namun, ia tidak mau merinci di mana posisi ‎perusahaan Ibadah Haji dan Umroh yang dia maksud, termasuk kantor PT. Mustika Dutamas.

"Sejak tadi pagi memang sudah banyak wartawan yang datang. Tapi karena permintaan tenant yang tidak memperbolehkan itulah, jadi kami hanya menjalankannya," ujar dia.

‎Senjata yang didatangkan menggunakan pesawat carter Antonov AN-12 TB milik maskapai Ukraine Air Alliance UKL-4024 ditahan di area kargo Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (29/9/2017) malam. Sebab, senjata itu dianggap belum mendapatkan izin dari Bais TNI.

Irjen Setyo mengatakan, senjata itu merupakan milik Korps Brimob Polri secara sah. Kata dia, Brimob sudah memberitahu dan meminta izin kepada Bais. Dia menerangkan, setelah barang dikirim, nanti akan dicek oleh Bais, kalau tidak sesuai maka bisa diekspor kembali.

Setyo juga mengatakan, pengadaan senjata seperti ini bukan kali pertama. Terakhir, kepolisian melakukan proyek pengadaan senjata pada tahun 2016. Namun, saat senjata itu datang, tidak ditemukan adanya masalah.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Minta Pengimpor Senjata SAGL Brimob Muncul ke Publik

DPR Minta Pengimpor Senjata SAGL Brimob Muncul ke Publik

News | Selasa, 03 Oktober 2017 | 16:45 WIB

Wiranto Ambil Alih Kasus 280 Senjata SAGL Brimob

Wiranto Ambil Alih Kasus 280 Senjata SAGL Brimob

News | Selasa, 03 Oktober 2017 | 13:14 WIB

Kejahatan dengan Senpi di Turki Naik Drastis

Kejahatan dengan Senpi di Turki Naik Drastis

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 23:02 WIB

PKS Usul Rapat Gabungan Komisi I dan III Bahas Senjata Impor

PKS Usul Rapat Gabungan Komisi I dan III Bahas Senjata Impor

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 16:14 WIB

PDIP: Jangan Cari Muka ke Jokowi di Isu 5.000 Senjata Ilegal

PDIP: Jangan Cari Muka ke Jokowi di Isu 5.000 Senjata Ilegal

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 12:43 WIB

Politisi PDIP Minta Polri dan TNI Bereskan Masalah Impor Senjata

Politisi PDIP Minta Polri dan TNI Bereskan Masalah Impor Senjata

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 12:10 WIB

Pengamat Sebut Ada Skenario yang Sebut Impor Senjata Brimob Ilega

Pengamat Sebut Ada Skenario yang Sebut Impor Senjata Brimob Ilega

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 21:42 WIB

BAIS TNI Sudah Lama Tahan Senjata SAGL yang Diimpor Polisi?

BAIS TNI Sudah Lama Tahan Senjata SAGL yang Diimpor Polisi?

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 07:16 WIB

Senjatanya Tertahan di Soeta, Polri: Bukan untuk Membunuh

Senjatanya Tertahan di Soeta, Polri: Bukan untuk Membunuh

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 06:43 WIB

Inikah Senjata yang Diimpor Polisi dari Bulgaria?

Inikah Senjata yang Diimpor Polisi dari Bulgaria?

Tekno | Minggu, 01 Oktober 2017 | 06:21 WIB

Terkini

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:03 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24 WIB

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB