Survei: SBY Muncul Lagi, Bukti Masyarakat Tak Punya Alternatif?

Dythia Novianty, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 05 Oktober 2017 | 22:24 WIB
Survei: SBY Muncul Lagi, Bukti Masyarakat Tak Punya Alternatif?
Presiden Jokowi bertemu dengan Mantan Presiden SBY. [Antara]

Suara.com -  Elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berada di peringkat ketiga survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting.

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan mengatakan, jika mengacu pada UU, masa jabatan presiden maksimal hanya dua periode atau 10 tahun. Menurut dia, nama SBY masih membayang-bayangi Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto karena publik belum memiliki calon alternatif.

"Nama SBY muncul lagi itu menunjukkan bahwa masyarakat kita belum punya alternatif pemimpin. Memang idealnya (presiden yang sudah dua periode) nggak bisa nyalon lagi, tapi masih disebut masyarakat," ujar Djayadi di Jalan Cisadane, nomor 8, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017).

Menurutnya, sampai saat ini masyarakat masih mencari calon presiden alternatif yang akan berlaga di Pilpres 2019, selain Jokowi dan Prabowo.

Hasil survei SMRC, posisi pertama masih ditempati petahana Joko Widodo 45,6 persen, Prabowo 18,7 persen, SBY 3,9 persen, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri 1,9 persen.

Kemudian Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo 1,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 1,7 persen, Anies Baswedan 1,6 persen, dan Gatot Nurmantyo 1,3 persen.

Meski nama Agus masuk dalam survei tersebut, Djayadi mengatakan, elektabilitas mantan Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning TNI itu masih rendah. Dan dirasa sulit jiga berhadapan dengan calon petahana.

"Agus masuk tapi angkanya di bawah dua persen, sehingga sangat rendah. SBY saja tiga persen. Calon lainnya angkanya masih di bawah dua persen semua," kata Djayadi.

"Bayangkan jika mantan presiden yang nggak bisa nyalon lagi berada pada posisi nomor 3. Artinya, masyarakat belum punya alternatif pemimpin," ujarnya.

baca juga

Survei ini dilakukan pada 3-10 September 2017. Dari 1.057 responden, margin of error survei ini kurang lebih 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Survei SMRC: Jokowi Teratas, Gatot Nurmantyo Terbawah

Survei SMRC: Jokowi Teratas, Gatot Nurmantyo Terbawah

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 19:47 WIB

SMRC: Jenderal Gatot Tak Cocok dengan Prabowo Subianto

SMRC: Jenderal Gatot Tak Cocok dengan Prabowo Subianto

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 19:42 WIB

Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Kesempatan buat Prabowo

Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Kesempatan buat Prabowo

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 16:27 WIB

Jokowi 4 Bulan Tak Kirim Uang, Ini 'Curhat' Kaesang di Singapura

Jokowi 4 Bulan Tak Kirim Uang, Ini 'Curhat' Kaesang di Singapura

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 06:30 WIB

Survei SMRC: Masyarakat Indonesia Tak Setuju PKI Bangkit

Survei SMRC: Masyarakat Indonesia Tak Setuju PKI Bangkit

News | Jum'at, 29 September 2017 | 12:43 WIB

Jelang Pilkada DKI, Begini Cara Membaca Hasil Survei

Jelang Pilkada DKI, Begini Cara Membaca Hasil Survei

News | Jum'at, 14 April 2017 | 12:51 WIB

Terkini

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 13:45 WIB

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

News | Senin, 28 September 2026 | 13:33 WIB

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:31 WIB

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

News | Senin, 28 September 2026 | 13:30 WIB

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:23 WIB

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:22 WIB

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

News | Senin, 28 September 2026 | 13:21 WIB

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:20 WIB

×