Menkop dan UKM: Pariwisata Meningkat, UKM pun Tumbuh

Fabiola Febrinastri

Rabu, 11 Oktober 2017 | 09:36 WIB
Menkop dan UKM: Pariwisata Meningkat, UKM pun Tumbuh
Menkop dan UKM, AAGN Puspayoga, ketika menjadi dosen tamu saat memberikan kuliah umum perkoperasian di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Kota Depok, Selasa (10/10/2017). (Sumber: Kemenkop dan UKM)

Suara.com - Bila kinerja sektor pariwisata di suatu daerah meningkat, otomatis akan turut pula menumbuhkan usaha kecil menengah (UKM) di sana. Hal ini dikemukakan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop dan UKM),  AAGN Puspayoga, ketika menjadi dosen tamu saat memberikan kuliah umum perkoperasian di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Kota Depok, Selasa (10/10/2017).

"Pertumbuhan destinasi wisata suatu daerah tidak akan pernah lepas dari meningkatnya ekonomi kerakyatan, yaitu para pelaku koperasi dan UKM. Perajin UKM akan bermunculan di bidang kuliner, kerajinan, dan sebagainya. Para UKM menjadi semakin kuat ketika bernaung dalam satu wadah bernama koperasi," paparnya.

Pada acara yang dihadiri Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, Prakoso BS, Dekan FEB UI, Prof Ari Kuncoro, para dosen, dan ratusan mahasiswa UI, Puspayoga mencontohkan Bali sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia yang sudah dirancang sejak ratusan tahun lalu.

"Sejak zaman kerajaan Bali ratusan tahun lalu, kawasan ini memang sudah dirancang dan difokuskan sebagai daerah pariwisata. Para Raja Bali mengundang para tokoh dunia untuk tinggal di Bali, diberi tanah dan rumah," kata Menkop dan UKM, yang juga mantan Wakil Gubernur Bali dan Walikota Denpasar.

Setelah Indonesia merdeka, lanjut Puspayoga, Presiden Soekarno melanjutkan program tersebut.

"Promosi pun dilakukan dengan cara yang lebih modern, dimana para seniman UKM Bali untuk berpameran di luar negeri. Tujuannya jelas, mengenalkan produk-produk seni dan budaya Bali, hingga Bali menjadi terkenal hingga saat ini," tambahnya.

Menurutnya,  perkembangan UKM di Bali juga mampu melahirkan interaksi dengan wilayah sekitar, seperti Banyuwangi dan Lombok (NTB).

"Itu menandakan bahwa antar wilayah memiliki ketergantungan yang sangat tinggi. Kita tidak bisa tumbuh sendiri tanpa melibatkan daerah lain, sehingga harus saling melengkapi dan tergantung," tandas Menkop dan UKM lagi.

Pemerintah, saat ini memiliki dua fokus pembangunan, yaitu infrastruktur dan pariwisata. Bila infrastruktur (darat, laut, udara) baik, maka distribusi barang akan lancar, dan terjadi transaksi ekonomi di level masyarakat. Pembangunan pariwisata memiliki tiga nilai yang akan diraih, yaitu nilai sosial ekonomi, sosial budaya, dan sosial politik.

"Ini semua akan memperkokoh bangsa dalam bingkai NKRI," tegas Puspayoga.

Ia juga mengungkapkan, pemerintah fokus untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, Kemenkop dan UKM sudah menggulirkan program Reformasi Total Koperasi, yaitu melakukan rehabilitasi koperasi, reorientasi koperasi, dan pengembangan koperasi.

"Kita akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi, yang juga menciptakan pemerataan. Nah, pemerataan ekonomi hanya bisa dilakukan melalui satu wadah bernama koperasi. Nantinya, kita hanya akan memiliki koperasi-koperasi yang sehat saja. Secara jumlah boleh lebih sedikit, namun berkualitas. Namun yang lebih penting adalah jumlah anggota koperasi yang terus meningkat. Sekarang, kita sudah membubarkan sekitar 50 ribu koperasi," tambahnya.

Reformasi Total Koperasi pun mulai menuai hasil positif, dimana kontribusi koperasi terhadap PDB nasional meningkat dari 1,7 persen (2014) menjadi 3,99 persen (2016).

"Beberapa permasalahan koperasi, seperti SDM dan pembiayaan sudah bisa teratasi. Untuk kualitas SDM, kita akan membangun Lembaga Sertifikasi Koperasi di setiap provinsi. Untuk pembiayaan, ada kredit usaha rakyat (KUR), dengan bunga sudah turun dari 22 persen menjadi 9 persen, Kredit Ultra Mikro Indonesia (KUMI), dan dana bergulir dari LPDB KUMKM dengan bunga murah sebesar 0,3 persen per bulan untuk koperasi dan 0,2 persen per bulan untuk sektor riil", jelas Puspayoga.

Generasi Milenial Berkoperasi
Sementara itu, terkait generasi milenial berkoperasi, Menkop dan UKM mengakui bahwa peran dan makna koperasi dalam perekonomian kurang begitu populer di kalangan mereka dan usia 35 tahun ke bawah.

"Namun saya tetap optimistis, jika nantinya gaung koperasi akan menggema di kalangan generasi milenial," katanya.

Terbukti, lanjut Puspayoga, di Tangerang Selatan sudah ada deklarasi pemuda dan pemudi (pelajar dan mahasiswa) untuk berkoperasi. Begitu juga di salah satu perguruan tinggi ternama di Semarang, dimana 3.700 mahasiswa mendaftar menjadi anggota koperasi mahasiswa (Kopma).

"Bagi saya, Kopma merupakan wadah dan sarana awal yang tepat bagi pengenalan perkoperasian di kalangan generasi muda. Dalam kesempatan ini, saya mengharapkan saran-saran dari kalangan mahasiswa dan akademisi, apa yang harus kami lakukan agar generasi milenial tertarik berkoperasi," pungkas Puspayoga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkop dan UKM Dukung Tangsel Jadi Kota Koperasi

Menkop dan UKM Dukung Tangsel Jadi Kota Koperasi

Press Release | Senin, 09 Oktober 2017 | 09:32 WIB

Terkini

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

Bri | Senin, 28 September 2026 | 22:04 WIB

Penipuan Online Makin Kompleks, Pemerintah Siapkan Penanganan Lintas Sektor

Penipuan Online Makin Kompleks, Pemerintah Siapkan Penanganan Lintas Sektor

News | Senin, 28 September 2026 | 22:00 WIB

Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?

Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 21:52 WIB

Hasil Timnas Indonesia vs Malaysia: Tak Ada Gol, Maarten Paes Man of The Match

Hasil Timnas Indonesia vs Malaysia: Tak Ada Gol, Maarten Paes Man of The Match

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:44 WIB

BRI Bagi-bagi Tiket Bioskop Gratis Setiap Hari Kamis

BRI Bagi-bagi Tiket Bioskop Gratis Setiap Hari Kamis

Bri | Senin, 28 September 2026 | 21:26 WIB

Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan

Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 21:21 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Rp223 Juta untuk Korban Kebakaran Kampung Muka

Kemensos Salurkan Bantuan Rp223 Juta untuk Korban Kebakaran Kampung Muka

News | Senin, 28 September 2026 | 21:20 WIB

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Malaysia: Biarkan Muka Pemain Ditendang

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Malaysia: Biarkan Muka Pemain Ditendang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:20 WIB

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Bri | Senin, 28 September 2026 | 21:18 WIB

Aktivis HAM Ungkap Ada Belasan Pelanggaran Kemananusiaan Saat Rezim Soeharto

Aktivis HAM Ungkap Ada Belasan Pelanggaran Kemananusiaan Saat Rezim Soeharto

News | Senin, 28 September 2026 | 21:17 WIB

×