Polri Jadi Bulan-bulanan, Prabowo: Itu Risiko, Dulu Jenderal TNI Dimaki-Dituduh Melanggar HAM

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Jum'at, 13 Februari 2026 | 12:05 WIB
Polri Jadi Bulan-bulanan, Prabowo: Itu Risiko, Dulu Jenderal TNI Dimaki-Dituduh Melanggar HAM
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sambutan dalam peresmian secara serentak 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri se-Indonesia di SPPG Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (ANTARAFOTO/Galih Pradipta).
baca 10 detik
  • Prabowo Subianto menyampaikan bahwa sorotan publik terhadap Polri merupakan risiko profesi yang pernah dialami TNI dahulu.
  • Presiden menyebutkan bahwa perwira tinggi TNI pernah dicaci maki dan dituduh melanggar HAM tanpa bukti.
  • Ia menekankan pentingnya menindak tegas oknum personel yang melanggar tanpa mencopot pimpinan institusi.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memahami saat ini Kepolisian Negara Republik Indonesia tengah menjadi sorotan dari kritik.

Menurut Prabowo, hal yang sama dahulu pernah dialami Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Prabowo menegaskan sorotan yang didapat merupakan bagian dari risiko profesi. Ia bercerita pada dahulu, perwira-perwira tinggi dari TNI mendapatkan makian hingga tuduhan.

"Saya tahu Saudara-saudara, polisi banyak jadi sasaran, itu risiko. TNI juga dulu jadi sasaran," kata Prabowo saat hadir dalam acara peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG Polri dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

"Jenderal-jenderal kita yang paling hebat, paling jago, ya kan, dimaki-maki, dituduh-tuduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM," lanjut Prabowo.

Padahal, ditegaskan Prabowo, sepanjang sejarahnya TNI, TNI tidak pernah meledakan baik rumah sakit maupun tempat ibadah.

"Rasanya TNI nggak pernah ngebom rumah sakit selama sejarahnya TNI, rasanya TNI nggak pernah bom panti asuhan, rasanya TNI nggak pernah bom sekolah, nggak pernah bom Gereja atau Masjid," kata Prabowo.

"Negara-negara Barat yang ngajarin HAM kepada kita, ya kan, saya nggak mau banyak komentar lagi lah. Anda tahu maksud saya, ya," sambung Prabowo.

Prabowo mengatakan dahulu TNI selalu diserang dan menjadi bulan-bulanan. Kini, ia meminta Polri tabah bila sekarang menjadi sasaran dan bulan-bulanan.

baca juga

"Itu risiko, bener nggak? Yang penting niat baik, pengorbanan untuk bangsa dan negara," kata Prabowo.

Tindak Personel Melanggar

Meski demikian, Prabowo meminta kepolisian untuk menindak tegas personel bila didapatkan melakukan tindakan yang melanggar.

"Kalau ada dalam institusi ratusan ribu orang kalau ada yang nggak bener ya tindak," kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan pengandaian, bagaimana menindak murid kurang ajar di suatu sekolah, yakni dengan memgeluarkan murid terkait, bukan justru mencopot kepala sekolah, apalagi menutup sekolah.

"Tapi nggak apa-apa, ini adalah risiko seorang pemimpin. Kau tuh dikasih bintang di sini itu untuk tahan, tahan banting, tahan maki-maki, tahan serangan, apalagi serangannya di sosmed. sosmed itu banyak buzzer, apa? Buzzer, ya kan," ujar Prabowo.

"Jadi kita harus tegar. Yang jelas kita buktikan kepada rakyat," kata Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digerebek di Kamar Hotel Dumai, WNA Malaysia Bawa 99.600 Butir Happy Five Senilai Rp39,8 Miliar!

Digerebek di Kamar Hotel Dumai, WNA Malaysia Bawa 99.600 Butir Happy Five Senilai Rp39,8 Miliar!

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:54 WIB

Prabowo: MBG Mungkin Tidak Penting untuk Orang Cukup Berada Tapi Mayoritas Rakyat Perlu

Prabowo: MBG Mungkin Tidak Penting untuk Orang Cukup Berada Tapi Mayoritas Rakyat Perlu

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:46 WIB

Prabowo Jawab Kritik MBG: Bukan Hamburkan Anggaran, Ini Hasil Efisiensi

Prabowo Jawab Kritik MBG: Bukan Hamburkan Anggaran, Ini Hasil Efisiensi

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:35 WIB

Israel Masuk Board of Peace, DPR: Kenapa Indonesia Harus Keluar?

Israel Masuk Board of Peace, DPR: Kenapa Indonesia Harus Keluar?

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:32 WIB

Tinjau SPPG Polri di Palmerah, Prabowo Tengok Menu Selat Solo hingga Kolam Patin dan Lele

Tinjau SPPG Polri di Palmerah, Prabowo Tengok Menu Selat Solo hingga Kolam Patin dan Lele

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 10:36 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×