Alasan HAM, Mahkamah Agung Larang India Deportasi Etnis Rohingya

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 14 Oktober 2017 | 06:32 WIB
Alasan HAM, Mahkamah Agung Larang India Deportasi Etnis Rohingya
Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

Suara.com - Mahkamah Agung India mengeluarkan sebuah keputusan memerintahkan Pemerintah India tidak mendeportasi pengungsi etnis Rohingya sampai batas waktu tertentu. Keputusan ini didasarkan alasan hak asasi manusia.

Pemerintah India tidak boleh mendeportasi sampai 21 November 2017 mendatang.

"Kita tidak bisa melupakan penderitaan anak-anak dan perempuan," begitu putusan Mahkamah Agung.

"Konstitusi didasarkan pada nilai kemanusiaan. Negara memiliki peran multi cabang."

Pendeportasian Rohingya juga dinilai akan mengganggu keamanan nasional.

Sebelumnya Pemerintah India ingin mendeportasi sekitar 40.000 pengungsi Rohingya. Sampai kini sudah 39 Rohingya dideportasi dalam 3 pekan terakhir.

Sejak 25 Agustus, sekitar 536.000 Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar di Rakhine ke Bangladesh. Ada yang mencari perlindungan di India, yang berbatasan dengan Myanmar. (Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jenderal Senior Myanmar Sebut Rohingya Bukanlah Pribumi

Jenderal Senior Myanmar Sebut Rohingya Bukanlah Pribumi

News | Jum'at, 13 Oktober 2017 | 05:33 WIB

Bela Rohingya, Paus Fransiskus Bakal Temui Aung San Suu Kyi

Bela Rohingya, Paus Fransiskus Bakal Temui Aung San Suu Kyi

News | Kamis, 12 Oktober 2017 | 16:25 WIB

Jokowi-PM Laos Sepakat Bantu Rohingya

Jokowi-PM Laos Sepakat Bantu Rohingya

News | Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:05 WIB

Militan Bersenjata Rohingya Ancam Kembali Serang Militer Myanmar

Militan Bersenjata Rohingya Ancam Kembali Serang Militer Myanmar

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:35 WIB

Perempuan dan Bocah Hindu Rakhine Ungkap Aksi Brutal Rohingya

Perempuan dan Bocah Hindu Rakhine Ungkap Aksi Brutal Rohingya

News | Minggu, 08 Oktober 2017 | 08:21 WIB

PBB: 100.000 Rohingya Myamar Akan Lari ke Bangladesh

PBB: 100.000 Rohingya Myamar Akan Lari ke Bangladesh

News | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 09:12 WIB

Aung San Suu Kyi Salah Satu Pembasmi Etnis Terbesar dalam Sejarah

Aung San Suu Kyi Salah Satu Pembasmi Etnis Terbesar dalam Sejarah

News | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 08:20 WIB

20 Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya Dihancurkan Bangladesh

20 Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya Dihancurkan Bangladesh

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 15:15 WIB

Bela Rohingya, Pangeran Charles Batalkan Kunjungan ke Myanmar

Bela Rohingya, Pangeran Charles Batalkan Kunjungan ke Myanmar

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 13:39 WIB

Terkini

Dua Sekolah Rakyat Permanen di Pasuruan Siap Gelar Open House pada Juli

Dua Sekolah Rakyat Permanen di Pasuruan Siap Gelar Open House pada Juli

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:49 WIB

Jakarta Janjikan Kawasan Pedestrian Modern Bebas Genangan di Rasuna Said

Jakarta Janjikan Kawasan Pedestrian Modern Bebas Genangan di Rasuna Said

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:48 WIB

Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah

Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:46 WIB

Efek Domino Pertamax: Biaya Pangan Meroket, Keuntungan Agribisnis Amblas Digilas Logistik

Efek Domino Pertamax: Biaya Pangan Meroket, Keuntungan Agribisnis Amblas Digilas Logistik

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:11 WIB

Terbuka dan Akuntabel, Seleksi SDM Koperasi Desa dan Nelayan Merah Putih Dipastikan Sesuai Peraturan

Terbuka dan Akuntabel, Seleksi SDM Koperasi Desa dan Nelayan Merah Putih Dipastikan Sesuai Peraturan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:03 WIB

Ditemani Polwan, Momen dr Tifa Ujian S3 di Kantor Polisi usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi

Ditemani Polwan, Momen dr Tifa Ujian S3 di Kantor Polisi usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:56 WIB

Buru Bukti Korupsi Pajak, KPK Bidik Kembali Keterangan Direktur Keuangan Adaro Wamco Prima

Buru Bukti Korupsi Pajak, KPK Bidik Kembali Keterangan Direktur Keuangan Adaro Wamco Prima

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB

Jakarta Pusat Dikepung Demo! 4.263 Aparat Jaga Ketat Monas, DPR, hingga Bundaran HI

Jakarta Pusat Dikepung Demo! 4.263 Aparat Jaga Ketat Monas, DPR, hingga Bundaran HI

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat

Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:57 WIB

dr Tifa Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Masih Sempat Ujian S3 FKUI dari Kantor Polisi!

dr Tifa Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Masih Sempat Ujian S3 FKUI dari Kantor Polisi!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:54 WIB